Hakim Peringatkan Azis Syamsuddin Jujur di Persidangan Eks Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dari fraksi Partai Golkar di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (13/12/2021) (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

MerahPutih.com - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta kembali menggelar sidang kasus dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah, Senin (17/1).

Agenda sidang kali ini pemeriksaan terdakwa Azis Syamsuddin. Hakim mengingatkan mantan Wakil Ketua DPR itu agar jujur dalam persidangan.

"Agar saudara memberikan keterangan yang jujur di pemeriksaan ini," kata ketua majelis hakim Muhammad Damis di Pengadilan Tipikor.

Baca Juga:

Jaksa Bongkar Chat WA Azis Syamsuddin-Eks Walkot Tanjungbalai, Ada Kode 'Kawan Kita'

Damis memperingatkan nasib Azis jika tidak jujur dalam pemeriksaan ini. Hukumannya bisa makin berat jika dia memberikan keterangan berbelit atau berbohong.

"Karena kalau saudara jujur dalam memberikan keterangan, maka itu akan menjadi variabel yang dapat menjadi pertimbangan meringankan saudara, jika saudara terbukti melakukan tindak pidana yang didakwakan," tegas Damis.

Merespons pernyataan Damis, Azis yang juga mantan Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu berjanji bakal memberikan keterangan yang sebenar-benarnya.

"Iya yang mulia," kata Azis.

Dalam perkara ini, Azis Syamsuddin didakwa menyuap eks penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju sebesar Rp 3.099.887.000 dan USD 36 ribu. Suap tersebut berkaitan dengan penanganan perkara korupsi yang ditangani KPK di Lampung Tengah.

Mantan Ketua Banggar DPR ini diduga menyuap Robin dan advokat Maskur Husain agar keduanya membantu mengurus kasus yang melibatkan Azis dan koleganya di Partai Golkar Aliza Gunado terkait penyelidikan KPK di Lampung Tengah.

Baca Juga:

Eks Bupati Lamteng dan Walkot Tanjungbalai Jadi Saksi Sidang Azis Syamsuddin

Dalam surat dakwaan, jaksa menjelaskan sejak 8 Oktober 2019, KPK melakukan kegiatan penyelidikan terhadap dugaan adanya tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN-P Kabupaten Lampung Tengah Tahun Anggaran 2017.

Penyelidikan itu sebagaimana Surat Perintah Penyelidikan Nomor: Sprin.Lidik-123/ 01/ 10/ 2019 tanggal 8 Oktober 2019 yang kemudian diperbarui dengan Surat Perintah Penyelidikan Nomor: Sprin.Lidik-45/ 01/ 02/ 2020 tanggal 17 Februari 2020. Diduga, Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado sebagai pihak penerima suap.

Jaksa menyebut, agar Azis dan Aliza Gunado tidak dijadikan tersangka oleh KPK, Azis kemudian meminta bantuan Wakasatreskrim Polrestabes Semarang Agus Supriyadi untuk dikenalkan dengan penyidik KPK. Akhirnya, Agus Supriyadi berhasil mengenalkan Robin kepada Azis.

Azis juga meminta Robin datang ke rumahnya di Jalan Denpasar Raya, Jakarta Selatan untuk membicarakan kasus di Lampung Tengah pada Agustus 2020. Saat itu, Robin datang bersama advokat Maskur Husain.

Dalam pertemuan itu, Robin dan Maskur meminta Azis untuk menyiapkan uang Rp 4 miliar untuk menutup namanya dan Aliza dalam kasus di Lampung Tengah. Azis saat itu langsung menyanggupi permintaan Robin dan Maskur. (Pon)

Baca Juga:

Azis Syamsuddin Bantah Punya Adik Bernama Vio

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sudah Vaksin Lengkap, Pelaku Perjalanan Luar dan Dalam Negeri Tak Perlu Tes Swab
Indonesia
Sudah Vaksin Lengkap, Pelaku Perjalanan Luar dan Dalam Negeri Tak Perlu Tes Swab

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan bahwa masyarakat tidak perlu lagi melakukan tes Swab PCR dan antigen untuk bepergian ke dalam dan luar negeri.

Soal Temuan Benda Diduga Bom, Gibran Imbau Warga Tidak Panik
Indonesia
Soal Temuan Benda Diduga Bom, Gibran Imbau Warga Tidak Panik

Kejadian itu mendapatkan perhatian dari Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Bapak dua anak itu mengimbau pada warga agar tidak perlu panik.

Pengacara Keluarga Brigadir J Bikin Laporan ke Bareksrim
Indonesia
Pengacara Keluarga Brigadir J Bikin Laporan ke Bareksrim

Polri terus memperkuat proses pembuktian ilmiah dalam mengusut kasus penembakan Brigadir J oleh Bharada E di rumah dinas Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

Polisi Imbau Perjalanan ke Arah Puncak Tidak Lewati Jalur Utama
Indonesia
Polisi Imbau Perjalanan ke Arah Puncak Tidak Lewati Jalur Utama

Pengendara minta sistem arus lalu lintas satu arah dapat diberlakukan berdasarkan durasi atau bergantian, agar pengendara tidak perlu menunggu lama di tengah perjalanan.

Rayakan Ultah Bareng Puan, Cak Imin Berharap jadi Wapres
Indonesia
Rayakan Ultah Bareng Puan, Cak Imin Berharap jadi Wapres

“Moga-moga doanya terkabul, dan saya minimal jadi wakil presiden." tegasnya.

Ketua DPR Minta Persiapkan Kemungkinan Evakuasi WNI dari Ukraina
Indonesia
Ketua DPR Minta Persiapkan Kemungkinan Evakuasi WNI dari Ukraina

Pemerintah diminta menjamin keselamatan dan keamanan warga negara Indonesia (WNI) yang masih berada di Ukraina.

Pernyataan Jokowi Pilpres 2024 Jatahnya Prabowo Strategi Tahan Suara Anies
Indonesia
Pernyataan Jokowi Pilpres 2024 Jatahnya Prabowo Strategi Tahan Suara Anies

Pernyataan Jokowi soal Pilpres 2024 jatahnya Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto ditanggapi berbagai kalangan.

Penonton MotoGP Mandalika Tak Perlu Tes PCR-Antigen Jika Sudah 2 Kali Vaksin
Indonesia
Penonton MotoGP Mandalika Tak Perlu Tes PCR-Antigen Jika Sudah 2 Kali Vaksin

“Penonton di mandalika yang sudah vaksin dosis kedua gak perlu tes antigen atau PCR lagi,” ujar Airlangga yang sekaligus Koordinator PPKM wilayah luar Jawa-Bali.

Tarif Homestay saat MotoGP Mandalika Diserahkan ke Warga
Indonesia
Tarif Homestay saat MotoGP Mandalika Diserahkan ke Warga

MotoGP Mandalika 2022 akan berlangsung pada 18 hingga 20 Maret.

Puan Bagikan Buku dan Kaos Bergambar Dirinya di Pasar Legi Solo
Indonesia
Puan Bagikan Buku dan Kaos Bergambar Dirinya di Pasar Legi Solo

Pasar Legi baru direnovasi dengan dana Rp 104 miliar APBN 2020 Kemen PUPR.