Hakim Itong Diduga Bermain Banyak Perkara di PN Surabaya Tersangka suap Hakim Itong (paling kanan) saat dihadirkan KPK. Kamis, 20/1/2022 (Foto : MP/Dicke Prasetia)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Itong Isnaeni Hidayat, sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara.

Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango mengatakan, Itong diduga bermain banyak perkara di PN Surabaya. KPK akan mendalami dugaan tersebut.

Baca Juga:

Diumumkan Sebagai Tersangka, Hakim Itong Balik Badan, Teriak, Lalu Mengelak

"KPK menduga tersangka IIH (Itong) juga menerima pemberian lain dari pihak-pihak yang berperkara di Pengadilan Negeri Surabaya dan hal ini akan didalami lebih lanjut oleh Tim Penyidik," kata Nawawi dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/1).

Selain Itong, dalam kasus ini KPK juga menetapkan Panitera Pengganti pada PN Surabaya, Hamdan dan Pengacara PT Soyu Giri Primedika (SGP), Hendro Kasiono, sebagai tersangka.

Tersangka suap Hakim Itong (paling kanan) saat dihadirkan KPK. Kamis, 20/1/2022 (Foto : MP/Dicke Prasetia)
Tersangka suap Hakim Itong (paling kanan) saat dihadirkan KPK. Kamis, 20/1/2022 (Foto : MP/Dicke Prasetia)

Dalam kasus ini, Itong diduga telah menerima uang sebesar Rp 140 juta terkait pengurusan perkara pembubaran PT Soyu Giri Primedika. Uang tersebut diberikan sebagai komitmen awal dari total suap Rp 1,3 miliar.

"Diduga uang yang disiapkan untuk mengurus perkara ini sejumlah sekitar Rp 1,3 Miliar dimulai dari tingkat putusan Pengadilan Negeri sampai tingkat putusan Mahkamah Agung," ujar Nawawi.

Nawawi melanjutkan, pemberian uang suap itu bertujuan agar Itong mengeluarkan putusan yang menyatakan PT Soyu Giri Primedika dibubarkan dengan nilai aset yang dibagi sejumlah Rp 50 miliar. (Pon)

Baca Juga:

PN Surabaya Belum Dapat Keterangan Resmi KPK, Ruangan Hakim Itong Belum Digeledah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pesantren di Jabar Didorong Bisa Buka Lapangan Kerja
Indonesia
Pesantren di Jabar Didorong Bisa Buka Lapangan Kerja

Selain makanan, minuman, fashion, ada juga yang menonjol saat ini bidang pertanian

Permakaman di Bandung Disibukkan dengan Pemindahan Jenazah Negatif COVID-19
Indonesia
Permakaman di Bandung Disibukkan dengan Pemindahan Jenazah Negatif COVID-19

Pemindahan jenazah dilakukan karena sudah ada hasil tes COVID-19 yang menyatakan negatif.

TMII Larang Anak di Bawah 12 Tahun untuk Berkunjung
Indonesia
TMII Larang Anak di Bawah 12 Tahun untuk Berkunjung

Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur melarang keras anak di bawah usia 12 tahun masuk.

Logo Halal Tuai Kontroversi, Gus Choi Sarankan Diubah Lagi Sesuai Keinginan Publik
Indonesia
Logo Halal Tuai Kontroversi, Gus Choi Sarankan Diubah Lagi Sesuai Keinginan Publik

Perubahan logo halal yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) menuai kontroversi di masyarakat.

Mengenang Perpindahan Keraton Kartasura lewat Kirab Budaya
Indonesia
Mengenang Perpindahan Keraton Kartasura lewat Kirab Budaya

Tepat tanggal 17 Februari, Kota Solo berusia 227 Tahun.

 Pemilu 2024 Hadapi Berbagai Kerumitan
Indonesia
Pemilu 2024 Hadapi Berbagai Kerumitan

Peluang terjadinya politisasi birokrasi, politik uang, dan karut marut Daftar Pemilih Tetap (DPT), hal itu merupakan masalah laten yang muncul pada saat Pemilu.

Kasus COVID-19 Jateng Naik, Keterisian ICU 5 RS di Solo Capai 100 Persen
Indonesia
Kasus COVID-19 Jateng Naik, Keterisian ICU 5 RS di Solo Capai 100 Persen

Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Jawa Tengah mencatat dari total kapasitas tempat tidur sekitar 763 yang disediakan oleh 16 rumah sakit di Solo saat ini sudah terisi 73 persen.

Ingat! Mulai Besok Harga Minyak Goreng Jadi Rp 11.500 Per Liter
Indonesia
Ingat! Mulai Besok Harga Minyak Goreng Jadi Rp 11.500 Per Liter

Mendag Lutfi mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam membeli

Akhirnya, PT Pos Buka Layanan Sabtu-Minggu dan Tanggal Merah
Indonesia
Akhirnya, PT Pos Buka Layanan Sabtu-Minggu dan Tanggal Merah

Pada ekosistem e-commerce, penjual dan konsumen sama-sama menginginkan adanya pelayanan secara cepat, tak terputus libur kerja.

Polisi Beberkan Penyebab Kecelakaan Bus Tewaskan Belasan Orang di Bantul
Indonesia
Polisi Beberkan Penyebab Kecelakaan Bus Tewaskan Belasan Orang di Bantul

Kepolisian Resor Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta membeberkan penyebab utama bus wisata family Gathering asal Sukoharjo mengalami kecelakaan di wilayah Imogiri Bantul.