Teknologi
Hakim Australia Temukan Google Melakukan Pelanggaran Hukum Hakim Australia Temukan Google melakukan pelanggaran hukum. (Foto: Unsplash/Brett Jordan)

SEORANG hakim di Australia menemukan Google melakukan pelanggaran terhadap privasi data pengguna. Hal tersebut terbukti pada pengaturan pengaktifan riwayat lokasi pada pengguna yang menggunakan ponsel Android.

Dilansir dari The Verge, Minggu (18/4), menurut Hakim Pengadilan Federal, Thomas Thawley, pelanggaran tersebut telah terjadi dalam kurun waktu antara Januari 2017 hingga Desember 2018. Associated Press melaporkan bahwa temuan tersebut merupakan sebuah pelanggaran terhadap hukum yang berlaku Australia.

Baca juga:

Penyimpanan Google Photos Tak Lagi Gratis Mulai Juni 2021

Bentuk pelanggarannya ialah Google membuat pengguna mempercayai bahwa pengaktifan "Riwayat Lokasi" merupakan satu-satunya cara perusahaan tersebut untuk mengumpulkan data pengguna. Sementara jika tidak diaktifkan, data pengguna tidak terlihat.

Organisasi pengawas konsumen perusahaan di Australia akan memberikan denda kepada Google. (Foto: Unsplash/Daniel Romero)

Nyatanya, pengaturan lain pada akun Google yang diaktifkan secara default, yakni pada pengaturan "Aktivitas Web & Aplikasi", memungkinkan Google tetap bisa menggali informasi pengguna. Bahkan pengaturan riwayat lokasi tidak perlu diaktifkan. Asalkan ponsel Android tetap aktif, data pengguna tetap transparan.

Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (Australian Competition and Consumer Commissio/ ACCC), organisasi pengawas konsumen perusahaan, mengatakan sedang mengupayakan untuk memberikan denda kepada Google. Tetapi mereka tidak menentukan berapa jumlah denda tersebut.

Baca juga:

Mulai Oktober, Google Drive Akan Hapus Otomatis File di Tempat Sampah

"Ini adalah kemenangan penting bagi para konsumen, terutama siapa pun yang peduli dengan privasi online mereka, karena keputusan Pengadilan mengirimkan pesan yang kuat kepada Google dan pihak lain bahwa bisnis besar tidak boleh menyesatkan pelanggan mereka," kata ketua ACCC, Rod Sims, dalam sebuah pernyataan.

Google juga terlibat persidangan hukum di Australia beberapa bulan terakhir. (Foto: Unsplash/heylagostechie)

Ketika dimintai keterangan mengenai temuan tersebut, pihak Google tidak segera membalas permintaan tanggapan tersebut. Seorang juru bicara mengatakan kepada Associated Press bahwa Google tidak setuju dengan apa yang ditemukan oleh hakim. Oleh karena itu, pihak Google tengah mempertimbangkan untuk mengajukan banding.

Selama beberapa bulan terakhir perusahaan teknologi raksasa tersebut telah terlibat dalam beberapa dugaan pelanggaran hukum di Australia.

Seperti pada Februari 2021, pemerintah Australia mengeluarkan sebuah undang-undang yang mewajibkan Google dan Facebook untuk membayar nominal kepada media pemberitaan. Biaya tersebut untuk setiap konten berita dari Media pemberitaan yang didistribusikan di dalam platform mereka. (kna)

Baca juga:

Pengguna Kamera Canon Kini Bisa Otomatis Unggah Foto ke Google Photos

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Game 'Jump Force' Tutup Server di 2022
Fun
Game 'Jump Force' Tutup Server di 2022

Selamat tinggal 'Jump Force'.

 Cara Mengembalikan Pola Tidur yang Benar Sebelum Kembali Sekolah
Fun
Cara Mengembalikan Pola Tidur yang Benar Sebelum Kembali Sekolah

Salah satu penyesuaian terpenting adalah bangun lebih pagi.

Perghormatan dari Metallica untuk Mendiang Chris Cornell
ShowBiz
Perghormatan dari Metallica untuk Mendiang Chris Cornell

Metallica berikan penghormatan untuk mendiang Chris Cornell.

Adapatasi 5 Cara Agar Hidup Lebih Bermakna di 2022
Fun
Adapatasi 5 Cara Agar Hidup Lebih Bermakna di 2022

Hidup bermakna bukan hanya untuk diri sendiri tapi untuk orang-orang di sekitar.

Tampil Glowing Bermodal Paylater Apakah Sehat Menawan Bagi Keuangan?
Hiburan & Gaya Hidup
Enggak Melulu Joget-Joget, Simak Tips Unjuk Gigi Biar FYP di TikTok
Hiburan & Gaya Hidup
Enggak Melulu Joget-Joget, Simak Tips Unjuk Gigi Biar FYP di TikTok

Sebagian orang ingin vidoenya FYP di TikTok.

Industri Baterai Kendaraan Listrik Kian Menjanjikan
Fun
Industri Baterai Kendaraan Listrik Kian Menjanjikan

Pengembangan industri baterai kendaraan listrik di Indonesia sangat menjanjikan, mengingat Indonesia memiliki sumber daya bahan baku baterai seperti nikel dan kobalt yang besar.

Fesyen ala 90an di Drama 'Twenty Five Twenty One'
Fashion
Fesyen ala 90an di Drama 'Twenty Five Twenty One'

gaya fesyen 90an di Twenty Five Twenty One patut ditiru nih!

Mengenal Karya-karya Sastra Populer di Indonesia
Fun
Mengenal Karya-karya Sastra Populer di Indonesia

Mulai dari karya Andrea Hirata hingga Marah Roesli.