Hakim Agung Gazalba Saleh Penuhi Panggilan KPK Hakim Agung GazalbaSaleh akhirnya memenuhi panggilan penyidik KPK, Kamis (8/12). (Foto: Ist)

MerahPutih.com - Hakim Agung Gazalba Saleh akhirnya memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA), Kamis (8/12).

Gazalba Saleh tiba di markas antikorupsi sekitar pukul 10.00 WIB. Dia datang bersama sejumlah pihak lain yang disinyalir adalah tim kuasa hukumnya. Sebelumnya hakim agung itu mangkir dari panggilan penyidik lembaga antirasuah pada Senin, 28 November 2022.

Gazalba Saleh telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dalam penanganan perkara di MA karena diduga dijanjikan uang sebesar SGD 202 ribu.

Baca Juga:

Bupati Bangkalan Bungkam Saat Tiba di Gedung KPK

Kasus ini bermula ketika adanya perselisihan di internal Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana pada awal 2022. Permasalahan itu berakhir dengan laporan pidana dan perdata yang berlanjut hingga proses persidangan di Pengadilan Negeri Semarang.

Setelah itu, Debitur KSP Intidana Heryanto Tanaka meminta pengacara Yosep Parera dan Eko Suparno untuk mengurus dua perkara itu. Dalam kasus ini, Heryanto melaporkan pengurus KSP Intidana Budiman Gandi Suparman atas tudingan pemalsuan akta dan putusan di tingkat pertama pada PN Semarang dengan terdakwa Budiman Gandi Suparman dinyatakan bebas.

Putusan bebas itu membuat jaksa mengajukan kasasi ke MA. Heryanto juga meminta Yosep dan Eko mengawal kasasi tersebut. Yosep dan Eko meminta bantuan pegawai negeri sipil (PNS) di MA Desy Yustria untuk mengondisikan putusan kasasi. Desy dijanjikan uang SGD 202 ribu yang setara dengan Rp 2,2 miliar.

Setelah mendengar janji itu, Desy langsung menghubungi staf Kepaniteraan MA Nurmanto Akmal. Nurmanto kemudian meminta bantuan staf Hakim Agung Gazalba Saleh, Redhy Novarisza dan Hakim Yustisial Prasetio Nugroho.

Baca Juga:

Ditangkap KPK, Bupati Bangkalan Punya Harta Rp 9,9 Miliar

Adapun salah satu anggota majelis hakim yang ditunjuk untuk memutus perkara terdakwa Budiman Gandi Suparman saat itu adalah Gazalba Saleh.

Kongkalikong ini membuat kubu jaksa memenangkan kasasi. Sehingga, Budiman dinyatakan bersalah dan dihukum penjara selama lima tahun. Karena sudah menang, Yosep dan Eko menyerahkan uang tersebut secara tunai ke Desy.

KPK total menetapkan 13 tersangka dalam kasus ini. Mereka yakni Hakim Agung Gazalba Saleh, Hakim Yustisial Prasetio Nugroho, dan staf Gazalba Redhy Novarisza.

Sementara 10 lainnya sudah lebih dahulu dijerat yakni Hakim Agung Sudrajat Dimyati, Hakim Yudisial atau panitera pengganti Elly Tri Pangestu (ETP), dua aparatur sipil negara (ASN) pada Kepeniteraan MA Desy Yustria (DY) dan Muhajir Habibie (MH), serta dua ASN di MA Nurmanto Akmal (NA) dan Albasri (AB).

Kemudian, pengacara Yosep Parera (YP) dan Eko Suparno (ES) serta Debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana Heryanto Tanaka (HT) dan Debitur Koperasi Simpan Pinjam Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS). (Pon)

Baca Juga:

KPK Tangkap Bupati Bangkalan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemerintah Berhasil Evakuasi 99 WNI dari Ukraina
Indonesia
Pemerintah Berhasil Evakuasi 99 WNI dari Ukraina

Serangan militer Rusia atas wilayah Ukraina masih berlangsung hingga saat ini, sejak pertama terjadi pada 24 Februari lalu.

Peristiwa Desa Wadas, Demokrat Ungkit Kasus Kedung Ombo Era Soeharto
Indonesia
Peristiwa Desa Wadas, Demokrat Ungkit Kasus Kedung Ombo Era Soeharto

Partai Demokrat mengaku kecewa dengan ulah aparat kepolisian yang menangkap sebanyak 60 warga Desa Wadas karena menolak proyek waduk di daerah tersebut.

Holywings Bisa Dibuka Kembali Setelah Punya Izin Pembukaan Bar
Indonesia
Holywings Bisa Dibuka Kembali Setelah Punya Izin Pembukaan Bar

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta telah melakukan penutupan atau penyegelan terhadap 12 outlet Holywings di seluruh ibu kota.

Mabes Polri Terima Hasil Penyelidikan Kasus Brigadir J dari Komnas HAM
Indonesia
Mabes Polri Terima Hasil Penyelidikan Kasus Brigadir J dari Komnas HAM

Komnas HAM menyerahkan hasil rekomendasi dan penyelidikan kasus Brigadir J, Kamis (1/9) di kantor Komnas HAM.

19 Lokasi Salat Id Muhammadiyah di Jakarta pada Sabtu
Indonesia
19 Lokasi Salat Id Muhammadiyah di Jakarta pada Sabtu

Muhammadiyah telah menetapkan 10 Zulhijah 1443 Hijriah/2022 Masehi atau Hari Raya Idul Adha jatuh pada hari Sabtu (9/7) lusa.

Cak Imin Wacanakan Hilangkan Jabatan Gubernur, Ini Kata Edy dan RK
Indonesia
Cak Imin Wacanakan Hilangkan Jabatan Gubernur, Ini Kata Edy dan RK

Suara dari rakyat, terang dia, bisa memberikan jawaban bukan hanya peniadaan jabatan gubernur, tetapi eksistensi bupati, wali kota, dan presiden partai politik.

Jokowi Bicara Perjuangan Perempuan di Hari Ibu
Indonesia
Jokowi Bicara Perjuangan Perempuan di Hari Ibu

Jokowi bercerita perihal perjuangan perempuan Indonesia. Para pejuang perempuan ikut berperan dalam kemerdekaan Indonesia.

Alasan Polri tidak Beberkan Motif Pembunuhan Brigadir J
Indonesia
Alasan Polri tidak Beberkan Motif Pembunuhan Brigadir J

Menurutnya, informasi yang diterima hanya untuk kalangan penyidik. Ia berharap motif akan terbuka sendirinya di pengadilan.

Peringati Harkitnas, Jokowi: Pahit dan Manisnya Zaman Sudah Kita Arungi
Indonesia
Peringati Harkitnas, Jokowi: Pahit dan Manisnya Zaman Sudah Kita Arungi

Masyarakat dan semua pihak lainnya dapat bangkit bersama untuk melakukan pembangunan secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

Anies Diminta Segera Cairkan Dana Operasional Kader Dasawisma
Indonesia
Anies Diminta Segera Cairkan Dana Operasional Kader Dasawisma

Anggota Fraksi PSI di DPRD DKI, Eneng Malianasari mendesak Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk segera mencairkan dana Dawis kepada para kader.