Haji 2021 Belum Pasti, Kemenag Bikin Tim Manajemen Krisis Ilustrasi Haji. (Foto: Haramain)

MerahPutih.com - Pemerintah Indonesia belum mendapatkan kepastian dari Pemerintah Arab Saudi terkait penyelenggaraan Haji. Namun, untuk persiapkan Kementerian Agama akan menyiapkan tiga opsi penyelenggaraan haji 2021.

“Ada 3 opsi yang disiapkan, yaitu: kuota penuh, kuota terbatas, dan tidak memberangkatkan jemaah Haji. Pemerintah sampai saat ini tetap bekerja untuk menyiapkan opsi pertama (kuota penuh)," ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di DPR, Selasa (19/1).

Baca Juga:

Di Solo, Daftar Haji Tahun Ini Berangkat 2047

Ia berharap, agar wabah ini segera berakhir, sehingga penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 H/ 2021 M dapat berjalan secara normal seperti penyelenggaraan ibadah Haji pada tahun-tahun sebelumnya.

Yaqut menjelaskan, Kementerian Agama telah membentuk Tim Manajemen Krisis Haji dalam rangka mempersiapkan rencana mitigasi penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H/ 2021 M

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily memaklumi jika penyelenggaraan ibadah Haji masih menunggu kebijakan resmi Pemerintah Arab Saudi. Namun, meminta pemerintah tetap menyiapkan segala kemungkinan jika penyelenggaraan Haji tetap dilaksanakan.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily (kanan) berbincang dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (kiri) . (Foto: dpr.go.id)
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily berbincang dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. (Foto: dpr.go.id)

"Oleh karenanya, Komisi VIII DPR RI akan membentuk Panitia Kerja untuk membahas dan memutuskan biaya penyelenggaraan Haji bersama Kemenag dan jajaran pemerintah terkait lainnya," ujarnya.

Ace menegaskan, dalam pembahasan penyelenggaraan Haji nantinya juga akan melibatkan banyak pihak termasuk Menteri Kesehatan. Karena, berdasarkan informasi, jenis vaksin Sinovac tidak dapat digunakan bagi orang yang berusia 60 tahun ke atas.

"Sementara jemaah Haji Indonesia kebanyakan berusia di atas 60 tahun. Apakah nantinya calon jemaah dimungkinkan untuk menggunakan jenis vaksin lain. Nantiakan mengundang Menteri Kesehatan”, ujarnya. (Pon)

Baca Juga:

Arab Saudi Apresiasi Kebijakan Indonesia Batalkan Penyelenggaran Haji

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ratusan Keluarga Kalsel Berlebaran di Tengah Banjir
Indonesia
Ratusan Keluarga Kalsel Berlebaran di Tengah Banjir

Banjir di Kabupaten Tanah Bumbu belum surut hingga lebaran hari kedua.

Vaksin COVID-19 Sinovac dan Sinopharm Dihargai Rp433 Ribu Per Dosis
Dunia
Vaksin COVID-19 Sinovac dan Sinopharm Dihargai Rp433 Ribu Per Dosis

Tapi, produsen vaksin China lainnya, CanSino belum mengumumkan soal harga vaksin buatannya.

Tingkat Pemanfaatan Tempat Tidur di Indonesia Secara Nasional Lebih dari 60 Persen
Indonesia
Tingkat Pemanfaatan Tempat Tidur di Indonesia Secara Nasional Lebih dari 60 Persen

Namun, tingkat pemanfaatan atau BOR rumah sakit rujukan di Jakarta tidak merata

Polisi Beberkan Penyebab Meninggalnya Predator Seks Asal Perancis
Indonesia
Polisi Beberkan Penyebab Meninggalnya Predator Seks Asal Perancis

Setelah dilakukan perawatan selama tiga hari, akhirnya tersangka meninggal dunia pada Minggu

Polri Siap Antisipasi Lonjakan Arus Mudik Idul Adha
Indonesia
Polri Siap Antisipasi Lonjakan Arus Mudik Idul Adha

Rudy mengatakan pengecekan jalur dilakukan karena Jumat tanggal 31 Juli merupakan Hari Raya Idul Adha sehingga akan ada tiga hari libur yakni Jumat, Sabtu dan Minggu.

Anies Ingin Banjir di DKI Surut 6 Jam, Dinas SDA: Daerah Cekung Mungkin Lebih
Indonesia
KRI Nanggala-402 Tenggelam, Kinerja Menhan Prabowo Layak Dievaluasi
Indonesia
KRI Nanggala-402 Tenggelam, Kinerja Menhan Prabowo Layak Dievaluasi

“Tragedi tenggelamnya KRI Nanggala-402 adalah berita duka bagi bangsa Indonesia. Namun ini bertolak belakang dengan anggaran Kementerian Pertahanan yang terus naik," kata Arjuna kepada wartawan, Senin (26/4)

Polisi Periksa Antasari Azhar Terkait Kasus Djoko Tjandra
Indonesia
Polisi Periksa Antasari Azhar Terkait Kasus Djoko Tjandra

Pemeriksaan itu dilaksanakan pada 13 Agustus 2020 lalu.

Penimbun Bahan Pokok Ramadan Bakal Dibui 5 Tahun
Indonesia
Penimbun Bahan Pokok Ramadan Bakal Dibui 5 Tahun

Siapapun yang berani menimbun barang bakal dipidanakan 5 tahun penjara.

Operasi Lilin di Jakarta, Puluhan Orang Terjaring Reaktif Corona
Indonesia
Operasi Lilin di Jakarta, Puluhan Orang Terjaring Reaktif Corona

Selama berlangsungnya Operasi Lilin 2020 Plus dengan pelayanan rapid test gratis, ditemukan puluhan orang reaktif virus corona.