Hajar M Kece, Irjen Napoleon Dijerat Pasal 170 KUHP Mantan Kadiv Hubungan Internasional Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte (tengah) mengenakan baju tahanan. ANTARA FOTO/Rommy S/wpa/wsj.

MerahPutih.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, telah menetapkan Irjen Napoleon Bonaparte sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap Muhamad Kasman alias Muhammad Kece.

Selain Napoleon, ada empat orang lain yang menjadi tersangka dalam penganiayaan yang terjadi di Rutan Bareskrim Polri, Jakarta, belum lama ini. Napoleon dan kawan-kawan dijerat Pasal penganiyaaan apalagi sampai mengakibatkan korban luka-luka.

Baca Juga

Mabes Polri Akui Petugas Jaga Lalai Saat Insiden Penganiayaan M Kece

“Dikenakan Pasal 170 juncto Pasal 351 ayat (1) KUHP,” ujar Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi kepada wartawan, Rabu (29/9).

Dalam kasus dugaan penganiayaan M Kece ini, polisi menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka adalah Napoleon, DH, DW, H alias C alias RT, dan HP. Oleh penyidik, Napoleon dkk dikenakan Pasal 170 KUHP dan Pasal 351 KUHP.

"Bisa saja ini diterapkan Pasal 170 ayat 2 ke 1. Ini lebih tinggi karena faktanya korban kan memang mengalami luka-luka, ini mungkin unsurnya akan dipandang ke sana ya," kata Andi.

Mantan Kadiv Hunter Polri, Irjen Napoleon Bonaparte divonis 4 tahun penjara kasus red notice di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (10/3). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)
Mantan Kadiv Hunter Polri, Irjen Napoleon Bonaparte divonis 4 tahun penjara kasus red notice di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (10/3). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Adapun motif penganiayaan itu lantaran Napoleon merasa keyakinan beragamanya diusik oleh Kece.

"Motifnya terang-benderang sebagaimana yang tertuang dalam surat terbuka NB," kata Andi.

Sebelumnya diketahui, Bareskrim Polri telah menerima satu laporan polisi (LP) yaitu, LP nomor: 0510/XIII/2021/Bareskrim, tertanggal 26 Agustus 2021 dengan korban M Kece.

Belakangan diketahui, pelaku penganiayaan ternyata Irjen Napoleon Bonaparte. Mantan Kadiv Hubinter Polri itu ditahan atas perkara suap penghapusan nama Djoko Tjandra dari daftar red notice Interpol. (Knu)

Baca Juga

Bukan Cuma Irjen Napoleon, Ada Empat Tersangka Lain Penganiayaan M Kece

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sungai Bengawan Solo Meluap, 50 KK Kelurahan Sewu Mengungsi
Indonesia
Sungai Bengawan Solo Meluap, 50 KK Kelurahan Sewu Mengungsi

Lurah Sewu, Iwan Murtanto mengemukakan, Sungai Bengawan Solo mulai masuk ke kampung pada Senin pukul 01.00 WIB. Air masuk ke rumh warga dengan ketinggian mencapai 1,5 meter.

Gempa 6,4 Guncang Gorontalo
Indonesia
Gempa 6,4 Guncang Gorontalo

Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami

Misa Natal di Katedral Jakarta Hanya Diikuti Jemaah Yang Miliki QR Code
Indonesia
Misa Natal di Katedral Jakarta Hanya Diikuti Jemaah Yang Miliki QR Code

Misa Natal tatap muka hanya boleh diikuti oleh anggota keluarga Paroki Gereja Katedral Jakarta yang berusia 18 tahun hingga 59 tahun dan telah mendaftar secara daring sebelumnya.

KPK Pisahkan Rutan Bupati Probolinggo dan Suami Tersangka Suap
Indonesia
KPK Pisahkan Rutan Bupati Probolinggo dan Suami Tersangka Suap

Selain Puput dan Hasan, KPK juga menetapkan 20 orang lainnya sebagai tersangka kasus suap ini. Namun, dari jumlah itu, baru lima tersangka yang dijebloskan ke sel tahanan, termasuk Puput dan Hasan.

Mendes PDTT Minta Kapolri Kawal Dana Desa
Indonesia
Mendes PDTT Minta Kapolri Kawal Dana Desa

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar meminta kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajarannya untuk mengawal dana desa.

Petugas Damkar Temukan Mayat Pria Paruh Baya di Pintu Air Manggarai
Indonesia
Petugas Damkar Temukan Mayat Pria Paruh Baya di Pintu Air Manggarai

Mayat pria setengah baya yang diperkirakan berusia 50 tahun tersebut ditemukan mengambang bersama tumpukan sampah.

PPKM Darurat: Tidak Ada Ruang untuk Mementingkan Arogansi Pribadi
Indonesia
PPKM Darurat: Tidak Ada Ruang untuk Mementingkan Arogansi Pribadi

"Pengurus di sini sudah sangat memahami tapi yang paling utama adalah pemahaman secara keseluruhan. Karena di sini sudah tidak ada lagi ruang untuk mementingkan arogansi kepentingan pribadi," imbuh Ema.

Sahrul Gunawan Resmi Jadi Wakil Bupati Bandung
Indonesia
Sahrul Gunawan Resmi Jadi Wakil Bupati Bandung

Selain pasangan Dadang Supriatna dan aktor Sahrul Gunawan, juga dilakukan pelantikan terhadap Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya periode 2021-20246, Ade Sugianto dan Cecep Nurul Yakin.

KKB Berulah, Keamanan PON Papua Terancam?
Indonesia
KKB Berulah, Keamanan PON Papua Terancam?

Polri memastikan keamanan di Papua dapat dikendalikan. Sehingga agenda kegiatan Pekan Olahraga Nasional (PON) pada Oktober 2021 tetap berjalan sesuai rencana.