Hagia Sophia, Bangunan Bersejarah Dua Agama Hagia Sofya (Instagram/amirmohsen_irandoost)

HAGIA Sophia atau Aya Sofya di Istambul, Turki, menjadi salah satu bangunan bersejarah bagi dua agama berbeda, Katolik dan Islam. Bangunan ini bahkan sempat menjadi gereja, kemudian bersalin rupa menjadi masjid, sebelum akhirnya diputuskan sebagai museum oleh pemerintah Turki.

Awalnya, Hagia Sophia merupakan basilika buah karya pemerintahan Kaisar Konstantinus II. Uskup Arian, Eudoxius dari Antiokia, meresmikan bangunan tersebut pada 15 Februari 360 M

Bangunan ini diresmikan Uskup Arian, Eudoxius dari Antiokia, pada 15 Februari 360 M, dengan nama Magna Ecclesia atau Gereja Agung.

Magna Ecclesia akhirnya runtuh saat Patriarki Konstantinopel Yohanes Krisostomus terlibat perselisihan dengan Permaisuri Aelia Eudoxia, istri Kaisar Arcadius tahun 404. Kemudian pada 10 Oktober 415, dimasa Kaisar Theodosius II gereja kedua diresmikan.

Namun, gereja ini terbakar di tahun 532 saat kerusuhan Nika. Berbeda dengan gereja pertama, jejak-jejak bangunan kedua masih dapat dilihat hingga sekarang. Terdapat relief 12 domba yang mewakili 12 murid nabi Isa AS.

Instagram/krutovanatalie
(Foto: Instagram @krutovanatalie)

Tak lama berselang, Kaisar Yustianus I memerintahkan untuk membangun gereja yang lebih luas dan megah. Ia melibatkan ahli fisika Isidore dari Miletus dan ahli matematika Anthemius dari Tralles sebagai arsitek.

Saat itu Hagia Sophia menjadi tempat utama berbagai upacara Kekaisaran Romawi Timur dan pusat kedudukan Patriark Ortodoks Konstantinopel. Gereja ini pernah dijarah oleh Tentara Salib saat Perang Salib Keempat.

Pada 29 Mei 1453, serangan dilakukan oleh Sultan Mehmed II atau Muhammad Al-Fatih berhasil masuk ke Konstantinopel yang juga menjadi awal baru bagi kota itu.

Ketika turun dari kudanya dan bersyukur Sultan Mehmed II pergi menuju Hagia Sophia, bangunan termegah pada masa itu. Ketika berada di depan pintu gereja ia meminta para pendeta menenangkan penduduk dan kembali ke rumah masing-masing. Ia menjamin dirinya untuk keselamatan warga Konstantinopel.

Instagram/jankatcapar
(Foto: Instagram @jankatcapar)

Setelah itu Sultan Mehmed II memutuskan Gereja Hagia Sophia sebagai masjid. Seorang muazin diminta untuk mengumandangkan azan di Hangia Sophia. Semenjak itu azan terus berkumandang di langit Konstantinopel.

Hari Jumat tanggal 1 Juni 1453 menjadi salat Jumat pertama di Hagia Sophia. Di hari itu juga Sultan Mehmed II menunjuk kepala pendeta yang mengurus urusan agama Kristen, Gennadius Scholarius. Sultan Mehmed II membuat kebijakan kepada umat Kristen untuk menjalankan ritual keagamaan di tempat ibadah mereka.

Setelah Islam masuk ke Konstantinopel, kota tersebut diubah namanya menjadi Istanbul yang berarti Kota Islam. Istambul menjadi ibukota Utsmani. Sultan Mehmed II juga mengembalikan kejayaan Konstantinopel sebagai pusat peradapan dan kota termegah di dunia.

Hagia Sophia dijadikan museum sejak Turki berubah menjadi republik. Mustafa Kemal Ataturk sebagai presiden pertama memerintahkan untk membongkar Hagia Sophia yang kembali menampakkan simbol lukisan sakral kekristenan. Sehingga jika pengunjung masuk ke dalam bisa melihat dua simbol agama yakni Islam dan Kristen.

Penasaran ingin mengunjungi bangunan bersejarah ini? (yani)

Kredit : yani

Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH