Hadirnya Megawati di Pemakaman Ibu Ani Sinyal Demokrat Diterima di Koalisi Jokowi-Ma'ruf? Megawati Soekarnoputri menghadiri pemakaman Ani Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan Kalibata. (MP/Rizki Fitrianto)

MerahPutih.com - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menduga Partai Demokrat akan merapat ke partai koalisi Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Gabungnya Partai Demokrat ke kubu Jokowi-Ma'ruf itu kembali mencuat dengan hadirnya ketua umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri ke pemakaman istri dari Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan (TMP), Kalibat, Jakarta Selatan Minggu (2/6) Kemarin.

BACA JUGA: Momen Bersejarah Pertemuan SBY dan Megawati di Pemakaman Ibu Ani

Namun menurut dia, merapatnya Demokrat ke koalisi Jokowi-Ma'ruf tak semudah itu. Pasalnya, Demokrat harus mendapatkan restu dari petinggi-petinggi partai koalisi Jokowi-Ma'ruf.

"Mungkin saja. Dipolitik tak ada yang tidak mungkin. Tapi jika Demokrat ingin masuk koalisi 01, maka harus mendapat izin dari partai-partai koalisi Jokowi. Termasuk PDIP," kata Ujang kepada Merahputih.com, Senin (3/6).

Megawati saat acara pemakaman Ani Yudhoyono. (Antaranews)
Megawati saat acara pemakaman Ani Yudhoyono. (Antaranews)

Ujang berharap, baik Megawati maupun SBY dapat berdamai untuk selamanya, tidak hanya disaat momentum prosesi pemakaman Almarhuman Ani Yudhoyono saja.

"Mudah-mudahan keduanya berdamai selamanya. Dan momentum tadi menjadi momentum baik untuk menjaga persaudaraan," tuturnya.

BACA JUGA: Berharap Upacara Pemakaman Bu Ani, Jadi Momentum Perdamaian SBY-Megawati

Menurut dia, bersebrangan pemimpin partai itu merupakan tindakan yang kurang baik bagi bangsa Indonesia. Keduanya harus berdamai guna dapat memajukan bangsa Indonesia.

"Kan tak baik selalu berseberangan. Lebih baik bersatu untuk membangun Indonesia," tutupnya. (Asp)

Kredit : asropih


Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH