Hadiri Rakernas NasDem, JK: Tahun Ini Romantis, Semua Cari Pasangan Jusuf Kalla di Rakernas Partai NasDem. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Wakil Presiden RI ke 10 dan 12, Jusuf Kalla (JK) menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Nasional NasDem, di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Kamis (16/6).

JK memberikan materi seminar yang bertajuk 'Perjalanan Bangsa dalam Kepemimpinan Nasional' di Rakernas NasDem tersebut.

Baca Juga

Masuk Radar Bakal Capres NasDem, Ganjar: Saya PDI Perjuangan!

Dalam seminar itu, JK mengatakan, tahun 2022 merupakan tahun romantis untuk berpolitik. Sebab, banyak pihak yang sedang mencari pasangan untuk bisa maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Banyak yang katakan tahun ini politik akan panas. Saya katakan tidak, ini yang romantis. Karena sama kayak orang pacaran, semua cari pasangan yang cocok, memenuhi syarat," kata JK.

"Begitulah suasana politik. Kadang keras, romantis, ujungnya yang terbaik terpilih. Memang tidak mudah jadi tahun romantis karena banyak hal jadi faktor," sambung dia.

Menurut JK, elektabilitas menjadi satu di antara beberapa faktor kendala para aktor politik mencari pasangan.

Baca Juga:

Daftar Capres Rekomendasi 34 DPW NasDem di Rakernas, Anies sampai Ganjar

"Pasangan, partai dan elektabilitas. Ini jadi satu suasana sulit. Elektabilitas tinggi tapi tidak ada partai. Ada yang terbaik punya partai, punya partai tapi tidak terbaik," ujarnya.

Selain itu, parliamentary thershold yang tinggi juga menjadi faktor. JK menilai parliamentary threshold sering kali menjadi batu sandungan partai-partai.

"Partai yang menengah atas itu, ya, memenuhi syarat. Tapi kalau elektabilitas tinggi tapi tidak ada partai? Jadi bagaimana gabungan dua ini? Jadi yang ambil peranan bukan partai besar, tapi partai menengah," pungkasnya. (Pon)

Baca Juga:

Dua Capres Teratas Usulan DPW di Rakernas NasDem, Anies Unggul Tipis dari Ganjar

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Penumpang Terminal Lebak Bulus Meningkat, Tujuan Jateng dan Jatim Jadi Primadona
Indonesia
Positif COVID-19 Bertambah 1.167 Kasus
Indonesia
Positif COVID-19 Bertambah 1.167 Kasus

Pemerintah melaporkan kenaikan kasus COVID-19 pada Minggu (19/6) dengan adanya penambahan 1.167 kasus.

Ketua DPC PDIP Salatiga Mundur, FX Rudy: Itu Hak Politik Kader
Indonesia
Ketua DPC PDIP Salatiga Mundur, FX Rudy: Itu Hak Politik Kader

"Maju atau mundur itu hak kader. Semua kader boleh saja kalau mundur sesuai aturan partai," ujar Rudy

Bank DKI Pimpin Sindikasi Kredit Rp 4 Triliun ke UMKM, Anies Utarakan Harapan
Indonesia
Bank DKI Pimpin Sindikasi Kredit Rp 4 Triliun ke UMKM, Anies Utarakan Harapan

"Harapannya, dalam situasi pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi ini, mereka yang berskala ultra mikro, mikro dan kecil akan bisa mendapatkan permodalan,” ucap Gubernur DKI Jakarta, Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Kamis (2/12).

Mendagri Segera Keluarkan SE Agar Kepala Daerah Atur Sanksi Pelanggar Prokes
Indonesia
Mendagri Segera Keluarkan SE Agar Kepala Daerah Atur Sanksi Pelanggar Prokes

Budi Gunadi Sadikin menerangkan akan membuka data PeduliLindungi untuk publik

Komisi III Sampaikan 7 Rekomendasi Tangani Konflik Desa Wadas
Indonesia
Komisi III Sampaikan 7 Rekomendasi Tangani Konflik Desa Wadas

Komisi III DPR telah melakukan kunjungan spesifik ke Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah pada 10 Februari lalu.

PKS: Harus Ada Keterwakilan Perempuan di KPU dan Bawaslu
Indonesia
PKS: Harus Ada Keterwakilan Perempuan di KPU dan Bawaslu

Perbedaan pengalaman yang dimiliki oleh perempuan yang tidak dialami oleh laki-laki menjadi salah satu alasan keniscayaan.

AHY Sebut Komunikasi Demokrat, PKS dan NasDem Makin Intens
Indonesia
AHY Sebut Komunikasi Demokrat, PKS dan NasDem Makin Intens

"Tetapi akhir-akhir ini tentu kami juga cukup Intens untuk berkomunikasi dengan partai PKS dan Partai NasDem,” kata AHY

Surat Undangan untuk Jokowi Saksikan Formula E Sudah Dikirim
Indonesia
Surat Undangan untuk Jokowi Saksikan Formula E Sudah Dikirim

Jakarta bersiap untuk menggelar Formula E pada 4 Juni 2022 mendatang.

Eksepsi Munarman Ditolak, Hakim Minta Jaksa Hadirkan Saksi
Indonesia
Eksepsi Munarman Ditolak, Hakim Minta Jaksa Hadirkan Saksi

Memerintah penuntut umum untuk melanjutkan pemeriksaan perkara atas nama terdakwa Munarman