Hadiri KLB, Ketua DPD dan DPC di Kepulauan Riau Dipecat AHY Ketua Umum Partai Demokrat AHY. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Partai Demokrat dibawah kepemimpinan Agus Hariurti Yudhoyono mulai memberikan sanksi pada Ketua DPD dan Ketua DPC Partai Demokrat, yang menghadiri KLB di Deli Serdang, Sumatra Utara.

Paling tidak, Ketua DPD Partai Demokrat Kepulauan Riau, Apri Sujadi dan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Iwan Kusuma Admaja, diberhentikan oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudoyono (AHY).

Baca Juga:

Dua Cara Pemerintah Beresekan Gejolak Partai Demokrat

"Iya benar keduanya sudah dipecat karena datang ke acara KLB di Medan. Oleh DPP Partai Demokrat, tindakan itu merupakan kesalahan fatal dan tidak bisa ditoletir," kata Sekretaris Jenderal DPD Partai Demokrat Kepulauan Riau, Husnizar Hood, di Tanjungpinang, Senin (8/3).

Ia menjelaskan, DPP Partai Demokrat telah menunjuk pelaksana tugas untuk mengganti posisi keduanya. Selain itu, kader dan pengurus Partai Demokrat di Kepulauan Riau tetap solid mendukung AHY.

"Saya minta kader dan pengurus Demokrat tetap loyal dan menjaga kekompakan serta keamanan. Jangan terpengaruh intervensi dari pihak luar, semua harus tetap satu komando baik dari DPP dan DPD," katanya.

Hood menyebut, tidak mengetahui alasan Sujadi maupun Kusuma memilih hadir di KLB Medan dan sudah berupaya untuk berkomunikasi dengan kedua kader Demokrat itu.

KLB Partai Demokrat. (Foto: Antara)
KLB Partai Demokrat. (Foto: Antara)

"Namun sampai saat ini belum bisa terhubung. Saya akan berkomunikasi, menanyakan alasan keduanya hadir di KLB. Supaya lebih jelas duduk perkaranya, karena kita tidak mau berandai-andai," ujar Hood.

Mantan wakil ketua DPRD Kepulauan Riau menegaskan, Partai Demokrat tidak akan mengambil kebijakan berujung pemberhentian, apabila kader partai bekerja dengan baik sesuai aturan dan kebijakan yang berlaku.

"Kami tidak ingin berbuat melanggar aturan, apalagi terhadap kader-kader yang menjabat sebagai anggota DPRD," katanya dikutip Antara. (*)

Baca Juga:

Para Pecatan Demokrat Gugat AHY ke Pengadilan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[Hoaks atau Fakta]: Link Pengecekan Penerima Bansos dengan NIK E-KTP
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Link Pengecekan Penerima Bansos dengan NIK E-KTP

Ada 3 bantuan yang disalurkan oleh pemerintah kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yaitu Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau kartu sembako, Program Keluarga Harapan (PKH).

36 Orang Ditangkap Buntut Sidang Banding Rizieq Shihab
Indonesia
36 Orang Ditangkap Buntut Sidang Banding Rizieq Shihab

Majelis Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memutuskan menolak banding Rizieq Shihab dan memperkuat vonis Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang memvonisnya empat tahun penjara.

DKI Jakarta Bersihkan Data Ganda Penerima Bansos
Indonesia
DKI Jakarta Bersihkan Data Ganda Penerima Bansos

"Diselesaikan dulu yang ganda, dicek kembali, selama ini tidak ada masalah. Tahun lalu tidak ada masalah, kami tahun lalu sudah berkoordinasi juga dengan Kemensos, tidak ada masalah terkait pendataan," kata Riza.

51 Pegawai KPK Bakal Dipecat, Perintah Jokowi Sebagai Pembina Tertinggi ASN Ditabrak
Indonesia
51 Pegawai KPK Bakal Dipecat, Perintah Jokowi Sebagai Pembina Tertinggi ASN Ditabrak

ICW melihat keputusan yang diambil untuk memberhentikan 51 pegawai itu terburu-buru. Padahal, ada banyak kritik terkait keabsahaan pengadaan TWK dari berbagai pihak mulai dari akademisi, aktivis, hingga organisasi keagamaan.

Pemprov DKI Pastikan tak Perkecil Luas Makam Jenazah COVID-19
Indonesia
Pemprov DKI Pastikan tak Perkecil Luas Makam Jenazah COVID-19

Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pertamanan dan Pemakaman menegaskan pihaknya tak memangkas ukuran petak kuburan untuk jenazah pasien COVID-19.

Fadli Zon: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Harus Diinvestigasi
Indonesia
Fadli Zon: Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Harus Diinvestigasi

Proyek tersebut sudah bermasalah sejak dari awal pembangunan dengan skema business to business (B to B).

[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 Bisa Merusak Sel Otak dan Darah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 Bisa Merusak Sel Otak dan Darah

Beredar sebuah unggahan dalam sebuah akun Facebook yang menyatakan bahwa vaksin COVID-19 menyebabkan kerusakan pada sel otak dan sel darah.

Cegah Mudik,  ASN Pemkot Surabaya Harus Kerja Cegah Kerumunan Saat Lebaran
Indonesia
Cegah Mudik, ASN Pemkot Surabaya Harus Kerja Cegah Kerumunan Saat Lebaran

Saat libur Lebaran ini tidak ada penarikan mobil dinas, sebab ASN tetap bekerja untuk melakukan sosialisasi larangan mudik ke masyarakat .

[Hoaks atau Fakta]: PPKM Terus Diperpajang, Semua Program Bansos Dihentikan
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: PPKM Terus Diperpajang, Semua Program Bansos Dihentikan

Kemensos menganggarkan Rp 28,7 triliun untuk meneruskan PKH pada 2021 yang tagetnya 10 juta keluarga KPM kemudian PKH tersebut akan disalurkan empat tahap dengan waktu tiga bulan sekali yaitu Januari, April, Juli, Oktober 2021.