Pemilu 2019
Hadiri Aksi Unjuk Rasa Depan Bawaslu, Titiek Soeharto: Rezim Ini Parah Titiek Soeharto bersama para pendukungnya dalam sebuah kesempatan kampanye (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Politikus Partai Berkarya, Titiek Soeharto hadir dalam aksi di Bawaslu, Jakarta Pusat. Titiek mengecam pemerintahan Jokowi yang disebutnya lebih parah dari kekuasaan Presiden Soeharto selama 32 tahun.

“Masa semuanya dibilang makar, makar, makar. Ini apa? Dulu zamannya Pak Soeharto enggak kaya gini, kayaknya sekarang lebih gila lagi. Makar, makar apa sih?” kata Titiek di depan Bawaslu, Jakarta, Selasa, (21/5).

Mantan istri Prabowo Subianto itu juga menyoroti ditahannya eks Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko.

“Dan itu Danjen Kopassus itu sudah berjuang (untuk negra), diperlakukan seperti itu,” kritik Titiek.

Titiek Soeharto memberikan keterangan kepada awak media
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya, Titiek Soeharto . (MP/Ismail)

Titiek juga heran saat semalam ada surat perintah penyidikan kepada Prabowo Subianto.

Menurutnya, surat tersebut tidak tepat dialamatkan kepada seorang calon presiden. Ia merasa dengan berbagai kejadian itu, demokrasi tidak berjalan dengan baik.

“Ini katanya demokrasi, kita sudah reformasi dan boleh keluarkan pendapat. Belum apa-apa sudah dibungkam,” tutur Titiek.

Putri bungsu mendiang Presiden Soeharto itu mengungkapkan sejumlah keluhannya karena geraknya merasa dibatasi oleh blokade para petugas kepolisian yang menjaga aksi tersebut. Bahkan ia mengaku harus meloncat pagar untuk bisa sampai ke tengah kerumunan massa tersebut.

"Saya disini menyambangi teman-teman yang ikut aksi damai ini. Mereka datang dari penjuru tanah air walaupun dicegat. Mereka cuma mau aksi damai. Tapi kok disambut sama polisi-polisi. Mbok ya kesanaan dikit gitu. saya di blokir tidak bisa lewat. Saya harus loncat pagar untuk masuk sini," kata Titiek.

Prabowo dan Titiek Soeharto dalam sebuah acara di Kertanegara
Prabowo dan Titiek Soeharto dalam sebuah acara di Kertanegara, Jakarta Selatan (Foto: BPN Prabowo-Sandi)

Titiek Soeharto megaku sengaja datang untuk bertemu massa yang sudah jauh-jauh datang untuk menggelar unjuk rasa.

“Saya hari ini, sore ini menyempatkan datang ke sini untuk ketemu teman-teman yang sudah datang jauh dan ikut aksi damai di sini, pengin ikut buka bersama sama mereka, dan beri semangat pada rekan yang dukung 02 di sini. Terima kasih sudah sampai di sini, sudah ikut aksi damai,” ucapnya.

Meski begitu, Titiek mengaku kaget saat tiba di lokasi dan melihat penjagaan ketat polisi. Ia menilai penjagaan yang dilakukan polisi bak perang.

“Saya kaget sampai sini, ini aksi damai banyak ibu-ibu tapi kok kita dijagain kayak mau perang sama aparat di sini, nih mau ada apa sih, kita tidak ada bawa senjata, lagian mau apa? Kita masa mau geruduk Bawaslu, kan tidak, inikan bagian dari rumah kita. Kita tidak mau bikim onar, mau aksi damai kok dilarang dan dilakukan ini,” tandas dia.

Usai berbuka puasa, massa yang tergabung dari Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) ini akan menggelar sholat maghrib. Mereka beraksi memprotes hasil Pilpres yang disebutnya curang. Mereka mengancam akan kembali beraksi besok, Rabu,(22/5).(Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tiongkok Uji Coba Vaksin COVID-19 Semprotan Hidung
Hiburan & Gaya Hidup
Tiongkok Uji Coba Vaksin COVID-19 Semprotan Hidung

Tiongkok Uji Coba Vaksin COVID-19 Semprotan Hidung

  Sudah Makan Korban, PKS Minta Satpol PP Awasi Semua Reklame di Jakarta
Indonesia
Sudah Makan Korban, PKS Minta Satpol PP Awasi Semua Reklame di Jakarta

"Semua reklame-reklame ini juga harusnya diawasi. Bukan hanya reklame, termasuk semua gedung-gedung punya Pemda juga begitu.

[HOAKS atau FAKTA]: Tabung Gas Elpiji Ada Masa Kedarluwarsa
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Tabung Gas Elpiji Ada Masa Kedarluwarsa

Akun Icon Antaso (fb.com/icon.arwana) membagikan unggahan yang berisi tentang tabung gas elpiji mempunyai masa kedaluwarsa.

DPRD Diminta Lakukan Tindakan Konkret Daripada Bentuk Pansus Banjir
Indonesia
DPRD Diminta Lakukan Tindakan Konkret Daripada Bentuk Pansus Banjir

Keberadaan pansus lebih kental nuansa politisnya

Wali Kota Tangerang: Perbaikan Jalan Ambles di Daan Mogot Selesai Selama 4 Hari
Indonesia
Wali Kota Tangerang: Perbaikan Jalan Ambles di Daan Mogot Selesai Selama 4 Hari

Arief R Wismansyah memperkirakan perbaikan jalan yang ambles di Daan Mogot memakan waktu 4 hari ke dapan.

Pengguna Jalan Diperingatkan Tak Melintas di Kawasan Thamrin
Indonesia
Pengguna Jalan Diperingatkan Tak Melintas di Kawasan Thamrin

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan rencana pengalihan arus lalu lintas mengantisipasi demonstrasi tersebut.

Langit Biru Jakarta Bukan Hanya karena WFH
Indonesia
Langit Biru Jakarta Bukan Hanya karena WFH

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih, WFH bukanlah faktor tunggal untuk memperbaiki kualitas udara Jakarta

Pengembang Perumahan Ciganjur Mangkir, DPRD DKI: Ini Nantangi Kami
Indonesia
Pengembang Perumahan Ciganjur Mangkir, DPRD DKI: Ini Nantangi Kami

Komisi D DPRD DKI Jakarta geram dengan pengembang perumahan Melati Residence, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan pasca-insiden longsor yang menewaskan seorang warga.

Jokowi Mengaku Sudah Lewati Pertimbangan Matang Beri Penghargaan ke Fahri-Fadli
Indonesia
Jokowi Mengaku Sudah Lewati Pertimbangan Matang Beri Penghargaan ke Fahri-Fadli

Presiden mengatakan dirinya memang kerap berbeda pandangan politik dengan Fahri dan Fadil

DPR Bakal Selidiki Tuntutan Ringan Dua Penyerang Novel
Indonesia
DPR Bakal Selidiki Tuntutan Ringan Dua Penyerang Novel

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyoroti tuntutan bagi para pelaku penyerang Novel Baswedan yang hanya setahun penjara.