Hadir di HUT ke-50 Danar Hadi, Jokowi Kembali Berbatik Presiden Joko Widodo. (Foto: Instagram/@jokowi)

SEANDAINYA Santosa Doellah tak pernah mencoba berjualan batik Solo di Bandung, Danar Hadi mungkin tidak pernah ada. Danar Hadi merupakan gabungan nama depan istrinya, Danar, dan nama keluarga besar istrinya, Hadi.

Batik-batik pertama yang ia jual adalah kado pernikahan Santosa dari sang kakek, R.H. Wongsodinomo, pendiri Gabungan Koperasi Batik Indonesia. Memulai bisnis dengan menjual 29 pak kain mori dan 174 lembar kain batik pemberian sang kakek. Pertama kali berbisnis, ia dibantu 20 karyawan. Setelah batik pemberian sang kakek habis, Santoso mulai memproduksi sendiri batik.

Batik pertama Danar Hadi adalah batik tulis Wonogiren yang diadaptasi dari motif batik klasik Keraton Solo. Selain memproduksi batik, Danar Hadi juga membuka perkampungan batik dan mendirikan sentra usaha batik di beberapa kota seperti Pekalongan dan Cirebon.

Meski popularitas batik sempat surut, Danar Hadi tetap eksis hingga sekarang. Di bulan ini, Danar Hadi juga tepat berusia 50 tahun. Berbisnis batik selama 50 tahun bukan lah hal mudah. Eksistensi Danar Hadi selama setengah abad patut dirayakan.

Wajar bila Danar Hadi menggelar sebuah perayaan di Jalan Slamet Riyadi untuk memeringati hari jadinya yang ke-50. Presiden RI, Joko Widodo, dan Ibu Negara Iriana Jokowi pun turut hadir di acara bertajuk Goresan Emas untuk Negeri ini. Terkenal dengan politik batiknya, Jokowi kembali mengenakan batik saat menghadiri perayaan itu.

Selain Jokowi, hadir pula Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Chondro Kirono dan Wali Kota Solo F.X. Hadi Ruyatmo.

Dalam sambutannya, Jokowi mengucapkan selamat ulang tahun kepada batik Danar Hadi. Menurutnya, Danar Hadi adalah salah satu pejuang batik. Batik ini sudah menjadi ikon pengembangan batik di Tanah Air.

“Nama Danar Hadi sudah tak asing lagi bagi masyarakat. Coba tanyakan saja, di Kota Solo terkenal dengan batiknya. Dan pasti orang akan berpikir jika membeli batik itu di Danar Hadi,” jelas mantan Wali Kota Solo ini.

Batik sudah menjadi ikon Indonesia. Sejak 2 Oktober 2009, UNESCO telah menetapkan batik sebagai warisan budaya tak benda. Jokowi mengaku bangga dengan pengakuan itu. (*)

Artikel ini dibuat berdasarkan laporan WIN, kontributor Merahputih.com wilayah Solo dan sekitarnya.


Tags Artikel Ini

Rina Garmina

LAINNYA DARI MERAH PUTIH