Hadi Pranoto Ditantang Buktikan Keabsahan Obat 'Corona' di Depan Penyidik Hadi Pranoto. (ANTARA/M Fikri Setiawan)

MerahPutih.com - Ketua Cyber Indonesia, Muannas Alaidid angkat suara pasca adanya ancaman dari praktisi kesehatan Hadi Pranoto yang bakal melaporkannya balik ke Polisi.

Muanas menilai, langkah Hadi yang mengklaim obat herbalnya memiliki izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), akan ditentukan oleh proses penyidikan.

Baca Juga

Buntut Video Viral Anji, Masyarakat Diminta Tak Asal Percaya Obat COVID-19

"Itu yang menilai bukan dia, tapi penyidik berdasar pemeriksaan," jelas Muannas kepada wartawan di Jakarta, Rabu (5/8).

Ia melanjutkan, ucapan Hadi seperti menimbulkan polemik di berbagai kalangan. Kelompok IDI, Menkes, bahkan dokter membantah. Jika nantinya Hadi bisa membuktikan herbalnya mujarab mengobati COVID-19, Muannas tidak mempermasalahkannya.

"Masyarakat juga keberatan. Jadi dia ikuti proses hukum saja. Nggak masalah. Kita juga tempuh proses hukum, kalau dia merasa dirugikan silakan saja tempuh proses hukum," katanya.

Muannas menambahkan, Hadi harus lebih dulu menghadapi laporannya sebelum mempolisikannya

"Karena perkara sudah dilaporkan ada tindak pidana hoaks, maka laporan itu harus dibuktikan terlebih dahulu. Dia dipanggil dulu, diminta keterangan. Kalau perkara tidak dapat dibuktikan, dia bisa menggunakan hak nya (lapor balik)," tegasnya.

Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid perlihatkan surat laporan polisi terhadap Musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji dan Hadi Pranoto terkait dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks obat COVID-19 di Mako Polda Metro Jaya, Senin (3/8/2020). ANTARA-HO-Ist
Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid perlihatkan surat laporan polisi terhadap Musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji dan Hadi Pranoto terkait dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks obat COVID-19 di Mako Polda Metro Jaya, Senin (3/8/2020). ANTARA-HO-Ist

Sebelumnya, Hadi Pranoto yang klaim telah menemukan herbal antibodi COVID-19 akan menuntut balik Ketua Cyber Indonesia Muannas Alaidid atas dugaan pencemaran nama baik. Muannas awalnya melaporkan Hadi atas penyebaran berita bohong buntut wawancara dengan Anji di Youtube yang sempat bikin heboh.

Tak tanggung-tanggung, Hadi menuntut ganti rugi USD 10 miliar kepada Muannas. Hadi belum memastikan apakah akan membidik Muannas dengan pasal pencemaran nama baik atau tidak dalam laporannya.

Namun, ia yakin tidak menyebarkan berita bohong alias hoaks seperti yang dituduhkan Muannas. Hadi Pranoto bahkan mengklaim telah dihubungi ribuan pengacara untuk mendampinginya dalam menghadapi laporan Muannas di Polda Metro Jaya.

Baca Juga

Tak Gentar Dipolisikan, Hadi Pranoto Klaim Obat COVID-19 untuk Kepentingan Bangsa

Pria yang dalam wawancara Anji mengaku menemukan herbal antibodi COVID-19 itu mengatakan dia tidak akan lari dari masalah dan akan menghadapinya.

"Saya akan ikuti alurnya. Ribuan pengacara menelpon saya, mereka mau dan siap jadi pendamping hukum saya," kata Hadi. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH