Hadapi Revolusi Industri 4.0, Indonesia Masih Perlu Tingkatkan Kemampuan SDM-nya Menristek Bambang Brodjonegoro. (Foto: Antara)

Merahputih.com - Menteri Riset dan Teknologi Indonesia / Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/BRIN), Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan Indonesia masih perlu meningkatkan kemampuan sumber daya manusianya untuk dapat menghadapi tantangan era revolusi industri 4.0 atau ekonomi digital.

"Dalam hal SDM, menurut saya kita membutuhkan tiga kategori kemampuan digital," kata Bambang dikutip Antara, Minggu (4/10).

Dalam upaya meningkatkan kemampuan SDM, Indonesia masih membutuhkan talenta-talenta yang memiliki tiga kategori kemampuan digital yang diharapkan dapat beradaptasi dengan era revolusi industri 4.0.

Baca Juga:

Kritik Penerapan Ganjil-Genap, PKS: Risiko Tinggi Ada di Kendaraan Umum

Talenta-talenta dengan 3 kriteria kemampuan digital tersebut antara lain adalah orang-orang yang memiliki keterampilan secara teknis, insinyur atau programmer dan juga enterpreneur yang dapat menguasai kemampuan di bidang teknologi atau disebut juga dengan teknopreneur.

Talenta yang memiliki keterampilan teknis tersebut biasanya berasal dari sekolah pendidikan kejuruan. Namun, sayangnya, sekolah kejuruan di Indonesia, menurut dia, perlu dimodifikasi ulang sehingga mampu memenuhi kebutuhan SDM yang memiliki kemampuan digital yang memadai.

"Contohnya pada dasarnya Indonesia kekurangan tenaga ahli pengkodean. Untuk melahirkan tenaga ahli pengkodean, sekolah kejuruan perlu meningkatkan tidak hanya jumlah tetapi juga (memperbaiki) kurikulum," jelas dia.

Bambang menilai kurikulum pendidikan kejuruan masih perlu disesuaikan sehingga mampu mengikuti kemajuan teknologi digital saat ini.

Menteri Riset dan Teknologi Indonesia / Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Prof. Bambang P.S. Brodjonegoro berbicara dalam webinar mengenai implementasi Artificial Intelligence (AI) dan Industrial Internet of Things (IIoT) pada bidang industri, Jakarta, Sabtu (3/10/2020). (ANTARA/Katriana)

Kemudian, talenta lain yang dibutuhkan untuk dapat merangkul era digital 4.0 adalah perlunya SDM seperti insinyur dan juga programmer.

Indonesia sebenarnya memiliki banyak SDM yang dimaksud. Tetapi sayangnya, kebutuhan akan insinyur dan programmer lebih tinggi dibandingkan jumlah insinyur dan programmer yang ada saat ini. Akibatnya, Indonesia kerap mendatangkan insinyur dan juga programmer dari luar negeri.

Namun demikian, dalam jangka waktu sedang hingga lama, Indonesia perlu mempercepat upaya menghasilkan insinyur atau programmer yang bertalenta sehingga kebutuhan akan SDM tersebut dapat dipenuhi oleh tenaga lokal.

Selain itu, Indonesia juga masih membutuhkan banyak enterpreneur yang sekaligus dapat menguasai teknologi atau disebut juga dengan teknopreneur.

Baca Juga:

Mutasi Pejabat Eselon I Kejagung Diduga Berkaitan dengan Kasus Djoko Tjandra

Kebutuhan terhadap teknopreneur tersebut, menurut Bambang, menjadi penting mengingat negara-negara lain telah banyak mengalihkan aktivitas bisnis utama mereka tidak lagi pada manufakturing sederhana atau pada sumber daya alam, tetapi saat ini lebih banyak terfokus pada bisnis digital.

Bisnis digital telah mendominasi bisnis di dunia saat ini. Oleh karena itu, Indonesia tentunya perlu bergerak ke arah itu, sehingga membutuhkan lebih banyak lagi teknopreneur. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ratusan Bikers Nakal Terjaring e-Tilang hanya dalam 2 Hari
Indonesia
Ratusan Bikers Nakal Terjaring e-Tilang hanya dalam 2 Hari

Polisi terus melakukan sosialisasi terhadap pengendara dengan mengenalkan 45 kamera untuk yang dipasang di atas tiang lampu merah

ICW Minta KPK Libatkan Tim Novel Baswedan Buru Harun Masiku
Indonesia
ICW Minta KPK Libatkan Tim Novel Baswedan Buru Harun Masiku

ICW mengusulkan agar tim Satgas pencarian Harun Masiku dapat dievaluasi

Langkah Jokowi Libatkan TNI dan Polri Disiplinkan Warga Ibarat Pisau Bermata Dua
Indonesia
Langkah Jokowi Libatkan TNI dan Polri Disiplinkan Warga Ibarat Pisau Bermata Dua

Masyarakat saat ini sudah banyak yang tak percaya pada pemerintah dan aparat

Pengemudi Ojol Khawatir Pembatasan Kegiatan Kerja dan Pendidikan Kurangi Pemasukan
Indonesia
Pengemudi Ojol Khawatir Pembatasan Kegiatan Kerja dan Pendidikan Kurangi Pemasukan

Ginanjar, pengemudi ojek online yang biasa mengais rezeki di jalanan Jakarta mengaku penghasilannya menurun belakangan ini.

Utamakan Keselamatan Warga, Anies Pilih Tunda Proyek Pembangunan Jakarta
Indonesia
Utamakan Keselamatan Warga, Anies Pilih Tunda Proyek Pembangunan Jakarta

"Jadi selama pandemi ini pembangunan (Jakarta) bisa saja tertunda, tapi menyelamatkan warga tidak boleh tertunda itu prinsip yang kita pegang," terang dia

Pemakaman Jenazah Secara COVID-19 di TPU Pondok Ranggon Berkurang
Indonesia
Pemakaman Jenazah Secara COVID-19 di TPU Pondok Ranggon Berkurang

Sejak September awal ke pertengahan itu yang lonjakannya drastis

KAI Daop 4 Setop Sementara Perjalanan 8 KA Lokal
Indonesia
KAI Daop 4 Setop Sementara Perjalanan 8 KA Lokal

"Rata-rata okupansi penumpang kedua KA itu di bawah 10 persen setiap harinya," ujarnya

M Taufik: PSI Setuju dan Ikut Tanda Tangan Anggaran RKT Rp888 Miliar
Indonesia
M Taufik: PSI Setuju dan Ikut Tanda Tangan Anggaran RKT Rp888 Miliar

Padahal dalam rapat, Partai pimpinan Grace Natalie itu ikut tanda tangan setuju dengan kenaikan gaji anggota dewan tersebut.

KPK Isyaratkan Jerat Edhy Prabowo dengan Pasal Pencucian Uang
Indonesia
KPK Isyaratkan Jerat Edhy Prabowo dengan Pasal Pencucian Uang

"Tentu akan dilakukan analisa terhadap peluang kemungkinan penerapan pasal TPPU," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri