Hadapi Omicron, Tes Harian COVID-19 Harus Kembali Ditingkatkan Gubernur Anies Baswedan. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Varian COVID-19 Omicron, pada 2 Desember, telah ditemukan sebanyak 390 kasus di 31 negara, yakni 15 di Eropa dan 4 negara di Asia antara lain Hong Kong, Korea Selatan, India dan Singapura.

DKI Jakarta yang merupakan ibu kota negara dan jadi pintu masuk orang dari berbagai negara, diminta mempersiapkan tambahan fasilitas medis untuk menghadapi potensi lonjakan kasus COVID-19 karena varian Omicron.

"Pemprov DKI tidak boleh lengah mengantisipasi potensi lonjakan kasus karena varian baru. Belum lagi kita akan memasuki libur akhir tahun,” kata Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Idris Ahmad di Jakarta, Jumat (3/12).

Baca Juga:

Kiat Waspadai Varian Omicron versi Jubir Satgas COVID-19 UNS Solo

Idris meminta, jumlah tempat tidur isolasi serta ICU bagi penderita virus corona yang sempat berkurang akibat menurunya kasus COVID-19 kembali ditingkatkan.

Saat ini, kapasitas ruang isolasi mandiri pasien COVID-19 di Jakarta sekitar 4.100 tempat tidur. Angka ini jauh berkurang dari angka 11.500 pada bulan Juni-Juli.

"Sedangkan kapasitas ruang ICU kita sekitar 670 tempat tidur, juga berkurang dari angka 1.600 pada Juni-Juli,” tutur Idris.

Idris menekankan, pentingnya peningkatan kapasitas tes harian saat terjadi lonjakan kasus. Bahwa jumlah tes harian saat ini berkisar di angka 12.000-15.000 tes, jauh berkurang dari jumlah tes harian pada Juni-Juli, yang mencapai 22.000-30.000 tes.

Selain itu, Idris meminta upaya-upaya lain seperti pembatasan mobilisasi dan sosialisasi protokol kesehatan tetap menjadi strategi yang konsisten dilakukan.

"Kami ingatkan agar Pemprov dapat belajar dari pengalaman sebelumnya karena ini adalah masalah nyawa," katanya.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Tjandra Yoga Aditama menyarankan pemeriksaan penerbangan dari luar negeri ke tanah air sekitar dua minggu ke belakang untuk menelusuri kemungkinan masuknya varian Omicron.

"Melihat laporan beberapa negara bahwa kasus dari penerbangan sudah mulai sejak minggu-minggu yang lalu, maka akan amat baik kalau di kita juga dilakukan pemeriksaan sekitar 2 minggu ke belakang," katanya.

Wisma Atlet. (Foto: Antara)
Wisma Atlet. (Foto: Antara)

Tjandra yang pernah menjabat sebagai Direktur WHO Asia Tenggara dan Mantan Dirjen P2P & Ka Balitbangkes mengatakan, masih ada kemungkinan orang asing masuk ke Indonesia sebelum 29 November 2021 yakni saat aturan penolakan masuk sementara orang asing yang pernah tinggal dan atau mengunjungi daerah terjangkit berlaku.

Mereka, kata Tjandra, bisa saja telah menyelesaikan karantina selama tiga hari sesuai aturan dan kini sudah ada di tengah-tengah masyarakat. Walau sesudah tiga hari karantina yang lalu PCR mereka negatif tetapi karena masa inkubasi COVID-19 dapat sampai lebih dari 2 minggu, maka hasil PCR positif baru muncul belakangan.

"Maka dapat saja baru belakangan PCR-nya positif, seperti sudah terjadi di negara-negara lain," papar Tjandra. (Asp)

Baca Juga:

Omicron Menyebar, DPR: Jangan Sepelekan, Perbaiki Manajemen Pemantauan

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jokowi Resmikan Bandara Ngloram di Cepu
Indonesia
Jokowi Resmikan Bandara Ngloram di Cepu

Kehadiran Bandara Ngolram tersebut diharapkan dapat mempercepat aktivitas ekonomi baik di Kabupaten Blora, Bojonegoro, Tubang, Ngawi, Purwodadi hingga Rembang.

Polda Metro Jadwalkan Pemeriksaan Rachel Vennya Kamis Depan
Indonesia
Polda Metro Jadwalkan Pemeriksaan Rachel Vennya Kamis Depan

Penyidik Polda Metro Jaya dijadwalkan akan memeriksa selebgram Rachel Vennya pada Kamis (21/10) untuk dimintai keterangan lantaran kabur saat menjalani karantina di Wisma Atlet Pademangan usai berlibur dari luar negeri.

Pangdam IV/Diponegoro Sebut RS Darurat di Solo Bisa Untuk Vaksinasi Massal
Indonesia
Pangdam IV/Diponegoro Sebut RS Darurat di Solo Bisa Untuk Vaksinasi Massal

Dikatakannya, RS darurat lapangan tersebut terdapat 100 bed dengan dilengkapi peralatan canggih dan tidak kalah dengan rumah sakit lainnya. Rumah sakit difungsikan untuk merawat warga Solo Raya yang terpapar virus Corona pada level ringan hingga sedang.

Isu Kekerasan Seksual Diharap Dibahas dalam Muktamar NU
Indonesia
Isu Kekerasan Seksual Diharap Dibahas dalam Muktamar NU

Kekerasan seksual ini banyak faktor pemicunya

Kapolres Tangerang Bantah Kondisi Mahasiswa yang Dibanting Anak Buahnya Memburuk
Indonesia
Kapolres Tangerang Bantah Kondisi Mahasiswa yang Dibanting Anak Buahnya Memburuk

MFA hari ini dijadwalkan medical check up secara menyeluruh

Bandung Kekurangan Ruang Isolasi, Ruang Kelas Pun Jadi Tempat Isoman
Indonesia
Bandung Kekurangan Ruang Isolasi, Ruang Kelas Pun Jadi Tempat Isoman

Pasien COVID-19 masih memenuhi kapasitas rumah sakit di Kota Bandung. Ruang-ruang isolasi mandiri (isoman) sangat diperlukan untuk mengatasi luberan pasien.

Malam-malam Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Dikawal Tinggalkan Mapolres
Indonesia
Malam-malam Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Dikawal Tinggalkan Mapolres

Salah satu tersangka wanita nampak memakai topi dan menggunakan rompi merah. Dua tersangka lainnya menggunakan topi seraya dikawal anggota Kepolisian.

AHY Diminta Buka Sumber 'Senior TNI' Penyuplai Info Soal Moeldoko
Indonesia
AHY Diminta Buka Sumber 'Senior TNI' Penyuplai Info Soal Moeldoko

Fernando meminta AHY membuka siapa senior yang dimaksud memberikan informasi mengenai Moeldoko

Temui Gibran di Solo, Cak Imin Gamblang Sebut PKB Dukung ke DKI 1
Indonesia
Temui Gibran di Solo, Cak Imin Gamblang Sebut PKB Dukung ke DKI 1

Cak Imin datang khusus ke Solo menemui Gibran untuk mengucapkan selamat atas dilantiknya sebagai Wali Kota Solo.

Banyak  Agenda DPRD Jakarta Tertunda, PKS Heran PDIP dan PSI Ajukan Hak Interpelasi
Indonesia
Banyak Agenda DPRD Jakarta Tertunda, PKS Heran PDIP dan PSI Ajukan Hak Interpelasi

Di situasi pandemi COVID-19 harusnya Legislatif dan Eksekutif harusnya bergotong royong menanggulangi virus corona. Bukan malah mengkeruh suasana dengan mempermasalahkan event mobil balap bertenaga listrik tersebut.