Hadapi New Normal, Garuda Indonesia Fokus Pada Layanan Kargo Ilustrasi Pesawat Penumpang. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Maskapai penerbangan dalam negeri mulai mengedepankan bisnis layanan kargo sat masa normal baru ini. Perusahaan harus mencoba cari cara kreatif guna meningkatkan pendapatan, karena tidak bisa terus berkeluh kesah dalam menghadapi kondisi normal baru seperti sekarang.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, layanan logistik barang akan tetap beroperasi dalam kondisi apapun dan kapanpun, baik dalam kondisi krisis kesehatan, krisis politik atau apapun, terlebih lagi jika kargo tersebut berupa logistik alat-alat kesehatan, bahan kebutuhan pokok, atau barang-barang penting lain.

"Kita selalu sibuk di bagian atas (penumpang), padahal di pesawat ini kurang lebih 50 persen bagian atas dan 50 persen bagian bawah (kargo). Kita sangat sibuk mengurus yang di bagian atas yang tentunya memang penting, namun kita melupakan bagian bawah," ujarnya.

Baca Juga:

Bantu Urai Penumpukan Penumpang KRL, Kereta Bandara Banjir Promo

Ia mengakui, Garuda Indonesia ketika berbicara mengenai pesawat (cenderung) selalu berfokus pada penumpang. Padahal, jika dibedah struktur pesawat memiliki dua bagian yaitu atas atau penumpang dan bawah adalah bagian kargo.

Dirut Garuda
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra/ (Foto: Antara)

"Moda transportasi pengiriman barang yang paling murah dan cepat adalah pesawat. Oleh sebab itu sekarang kami sangat fokus untuk diskusi soal kargo, dan tampaknya semua maskapai memikirkan hal yang sama," katanya.

Sebelumnya, Garuda Indonesia Group melalui lini usaha transportasi dan logistik, PT Aerojasa Cargo secara resmi meluncurkan "KirimAja" yang merupakan layanan pengiriman barang berbasis aplikasi digital dengan jangkauan pengiriman barang ke sejumlah destinasi penerbangan yang dilayani oleh seluruh armada Garuda Indonesia dan Citilink Indonesia.

Baca Juga:

Pandemi COVID 19 Bikin Ketimpangan Pendapatan Meningkat



Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH