Hadapi Hujan Ekstrem, Pemprov DKI Kerahkan Petugas dan Pompa Mobile Ilustrasi hujan. Foto: Pixabay

MerahPutih.com - Wilayah DKI Jakarta kembali banjir setelah diguyur hujan lebat sejak Sabtu (22/2) malam hingga Minggu (23/2) dini hari WIB.

Berdasarkan sebaran peta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hujan yang terjadi dikategorikan curah hujan ekstrim lebih dari 150mm per hari terjadi pada 5 stasiun, yaitu Pintu Air Pulo Gadung 241 mm, Manggarai 228 mm, Arg Kelapa Gading 184 mm, Pulomas 182 mm dan Setiabudi Timur 154 mm.

Baca Juga

Banjir Jakarta Karena Pemprov DKI Tak Sigap Hadapi Air Hujan

Menghadapi hujan yang ekstrim Pemprov DKI mengerahkan petugas da melalui Satgas Dinas Sumber Daya Air, Satgas Dinas Bina Marga, BPBD, dan PPSU Kelurahan, mengerahkan pompa mobile.

Angin
Ilustrasi Hujan deras disertai angin kencang. Foto: Net

"Membersihkan dan melancarkan tali air, membersihkan sampah maupun lumpur di saluran air, agar genangan cepat surut, baik itu di ruas jalan hingga kawasan permukiman," kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Subejo di Jakarta, Minggu (23/2) malam.

Baca Juga

Jakarta Kebanjiran Lagi, Anies Dianggap Berhasil Pecahkan 'Rekor'

Lanjut dia, pihaknya juga menyiagakan petugas gabungan dari Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian, Kelurahan, Kecamatan, dan Puskesmas untuk berjaga terhadap kondisi warga terdampak banjir kemarin dengan menyiapkan lokasi pengungsian, serta menyiapkan kebutuhan logistik dan kesehatan yang dibutuhkan.

Pemprov DKI Jakarta juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk selalu bersiaga dengan kondisi curah hujan yang cukup tinggi di bulan Februari dan Maret.

Baca Juga

Pemprov DKI: Penyebab RSCM Terendam Banjir Karena Luapan Air Sungai

"Berhati-hati dengan bahaya sengatan listrik dan tetap menjaga kebersihan dan kesehatan selama musim penghujan," tutupnya. (Asp)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ruas Tol Cipali Ambles, DPR Minta Pemerintah Investigasi
Indonesia
Ruas Tol Cipali Ambles, DPR Minta Pemerintah Investigasi

"Kajian tersebut, termasuk dengan pengerjaan awal jalan tol tersebut yang terkesan terburu-buru alias kejar tayang," ujar Syahrul.

Presiden Jokowi Jalan Tes COVID-19 Sore Ini
Indonesia
Presiden Jokowi Jalan Tes COVID-19 Sore Ini

"Pagi ini telah dilakukan pengetesan untuk para menteri, hasilnya ditanyakan ke menteri kesehatan," lanjutnya

Tiga Bank Syariah Digabung, Ini Permintaan Anggota DPR
Indonesia
Tiga Bank Syariah Digabung, Ini Permintaan Anggota DPR

Merger tiga bank syariah yang dinamakan Bank Syariah Indonesia (BSI) itu dinilai akan menjadi salah satu bank syariah terbesar di Indonesia bahkan global.

Pemprov DKI Ubah Jam Operasional MRT, LRT, dan TransJakarta
Indonesia
Pemprov DKI Ubah Jam Operasional MRT, LRT, dan TransJakarta

"Selain itu waktunya yang semula pukul 05.00-24.00 menjadi 06.00-18.00," kata Anies

Polisi Ngaku Tangkap Wartawan karena Tak Pakai ID, LBH Pers: Alasan Usang
Indonesia
Polisi Ngaku Tangkap Wartawan karena Tak Pakai ID, LBH Pers: Alasan Usang

Penanganan penangkapan jurnalis Merahputih.com Ponco Sulaksono oleh Polda Metro Jaya menuai kritikan.

Ibu Hamil, Balita hingga Lansia Dilarang Masuk Ancol
Indonesia
Ibu Hamil, Balita hingga Lansia Dilarang Masuk Ancol

Selama masa transisi ini pun Manajemen akan memberlakukan penyesuaian kegiatan operasional.

PDIP Minta Anies Siap Hadapi Lonjakan Kasus Corona di Jakarta
Indonesia
PDIP Minta Anies Siap Hadapi Lonjakan Kasus Corona di Jakarta

Masyarakat Indonesia di luar negeri bisa tertib

Waspada Madu Botol Abal-abal Asal Banten, Ternyata Kandungannya Gula dan Tetes Tebu
Indonesia
Waspada Madu Botol Abal-abal Asal Banten, Ternyata Kandungannya Gula dan Tetes Tebu

Polda Banten berhasil mengungkap sindikat pembuat madu palsu khas Lebak yang beromset miliaran rupiah.

Jerinx Divonis 14 Bulan Penjara dan Denda Rp10 Juta
Indonesia
Jerinx Divonis 14 Bulan Penjara dan Denda Rp10 Juta

Jerinx dinyatakan bersalah terkait unggahannya soal 'IDI Kacung WHO'

BPIP Sebut Gerakan Intoleran di Indonesia Makin Meningkat
Indonesia
BPIP Sebut Gerakan Intoleran di Indonesia Makin Meningkat

Negara harus hadir dan tidak boleh kompromi terhadap kaum intoleran