Hadapi Bonus Demografi, HIPMI Usulkan Pemerintah Berani Rekrut Anak Muda Ketua Umum BPP HIPMI periode 2019-2022, Mardani H. Maming (Foto: Ist)

MerahPutih.Com - Ketua Umum BPP HIPMI periode 2019-2022, Mardani H. Maming menyampaikan, menghadapi bonus demografi Indonesia yang diproyeksikan akan terjadi pada tahun 2030-2040 dapat berpotensi menjadi bencana, bila Indonesia tidak siap.

Seperti diketahui Presiden Jokowi mengatakan Indonesia akan mengalami bonus demografi pada 2030-2040. Indonesia dipresiksi akan mengalami masa bonus demografi, yakni jumlah penduduk usia produktif (berusia 15-64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif (berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun).

Baca Juga:

Ciptakan Pengusaha Tangguh, Hipmi Jaya Gelar Diklat

Pada bonus demografi penduduk usia produktif diprediksi mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk yang diproyeksikan sebesar 297 juta jiwa.

Logo HIPMI
Logo HIPMI (Foto: antaranews)

"Bonus demografi ini dapat berpotensi menjadi bencana demografi, kalau kita tidak siap. Sebagai contoh, pada SEA Games cabang sepakbola tahun 2019 lalu, Vietnam yang penduduknya sekitar 90 juta mampu mengalahkan tim nasional Indonesia yang penduduknya tiga kali lipat dengan skor 3-0. Hal tersebut bisa jadi menandakan SDM Vietnam lebih siap dibandingkan dengan kita," kata Mardani di Raffles Hotel, Kuningan, Jakarta Pusat (15/1).

Untuk itu, kata Mardani, HIPMI menggagas beberapa program untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia khususnya pada generasi muda. HIPMI tidak akan memberikan sekedar teori, tapi akan memberikan kesempatan generasi muda untuk praktek langsung mengelola bisnis.

"Program HIPMI Coffee Entrepreneur dengan HIPMI Perguruan Tinggi menjadi salah satu cara bagaimana HIPMI turut berupaya meningkatkan kualitas SDM generasi muda," paparnya.

Lanjut dia, HIPMI juga akan terus menggencarkan program HIPMI Goes to Campus, HIPMI Goes to School, HIPMI Santripreneur serta membuka akses permodalan dan pembinaan bagi seluruh anggota HIPMI.

"Program-program tersebut kami gagas dengan tujuan untuk membangun semangat dan jiwa entrepreneurship dalam diri generasi muda kita," jelasnya.

Mardani juga berharap dunia usaha dapat lebih bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah.

"Di dunia usaha harus terus sinergi dengan pemerintah daerah. Dengan begitu, akan lahir banyak pengusaha muda hebat dari daerah, munculnya peluang investasi, terbuka lapangan kerja baru, sehingga ekonomi dan kesejahteraan rakyat Indonesia semakin meningkat," jelasnya.

Mantan Bupati Tanah Bumbu (Tanbu) Kalimantan Selatan ini mengusulkan kepada pemerintah untuk berani merekrut generasi muda untuk menduduki bekerja dan mengemban tanggung jawab pada posisi strategis.

Baca Juga:

Permintaan Ketua Hipmi kepada Dirut Baru PLN

Mardani menyebutkan bahwa sudah saatnya Indonesia mulai mengoptimalkan peran generasi milenial di berbagai bidang.

"Berilah kesempatan generasi muda kita untuk menduduki jabatan penting di BUMN yang jumlahnya mencapai 142 perusahaan. Pada saatnya nanti, mereka akan siap menghadapi persaingan di era bonus demografi," tutupnya.(Asp)

Baca Juga:

Revisi UU BI, Hipmi: Perkuat Kewenangan BI Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Kredit : asropih


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH