Habis Dicecar KPK 3,5 Jam, Eks Menpora Imam Nahrawi Bungkam Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi rampung diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam kasus dugaan suap pengurusan dana hibah dari Kemenpora untuk KONI, Selasa (15/10).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan Asisten Pribadinya Miftahul Ulum.

Baca Juga

Jalani Pemeriksaan, Eks Pembantu Jokowi Pakai Rompi Oranye Tahanan KPK

Imam bungkam setelah menjalani pemeriksaan selama 3,5 jam di lantai 2 Gedung KPK. Sesekali, dia hanya menampakkan senyum simpul di wajahnya.

Bekas anak buah Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu memilih langsung menaikki mobil tahanan KPK tanpa menghiraukan sejumlah pertanyaan yang dilontarkan awak media.

Disinyalir, pemeriksaan terhadap Imam untuk memperdalam bukti keterlibatan dirinya dan Ulum dalam pengurusan proposal hibah KONI.

"Penyidik akan mendalami keterangan yang bersangkutan sepanjang pengetahuannya dalam kasus ini," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi.

Baca Juga

Jadi Tersangka Korupsi, Harta Menpora Imam Nahrawi Capai Rp22 Miliar

Dalam kasus ini KPK menetapkan mantan Menpora Imam Nahrawi dan asisten pribadinya Miftahul Ulum sebagai tersangka suap dana hibah KONI. Selain suap, keduanya juga dijerat gratifikasi. Imam Nahrawi melalui Ulum diduga telah menerima uang total Rp 26,5 miliar.

Menpora Imam Nahrawi. Foto: MP/Ponco
Menpora Imam Nahrawi. Foto: MP/Ponco

Uang tersebut merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora, kemudian jabatan Imam sebagai Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora.

KPK menduga uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak Iain yang terkait.

Baca Juga

Kronologi Kasus Suap Dana Hibah KONI yang Menjerat Menpora Imam Nahrawi

Sebelumnya, KPK sudah lebih dahulu menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Kelima orang tersebut terjarinh operasi tangkap tangan tim penindakan pada 18 Desember 2018.

Mereka adalah Deputi IV Kemenpora Mulyana (MUL), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo (AP), Staf Kemenpora Eko Triyanto (ET), Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy (EFH), dan Bendahara Umum KONI Jhony E. Awuy (JEA). (Pon)

Kredit : ponco


Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH