Habil Marati Didakwa Beri Uang Kepada Kivlan Zen Untuk Beli Senjata Suasana pengadilan Habil Marati di PN Jakarta Pusat (MP/Kanu)

MerahPutih.Com - Jaksa mendakwa pengusaha sekaligus mantan kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Habil Marati menguasai senjata api dan peluru illegal bersama-sama dengan Kivlan Zen CS. Menurut jaksa penuntut umum, Habil menguasai empat senjata api dan 117 peluru tajam.

“Bahwa perbuatan terdakwa bersama saksi Kivlan Zen, saksi Helmi Kurniawan, saksi Tajudin, saksi Azwarmi, saksi Irfansyah, saksi Adnil yang telah menguasai senjata api tersebut tanpa dilengkapi dengan surat-surat resmi yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang,” ujar Jaksa Penuntut Umum, Ahmad Patoni, saat membacakan dakwaan.

Baca Juga:

Yusril Jelaskan Maksud Habil Marati Beri Uang kepada Kivlan Zen

Habil didakwa dengan dua dakwaan. Dakwaan pertama, Habil dinilai melanggar Pasal 1 ayat 1 Undang-undang Nomor 12/drt/1951 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara dakwaan kedua, Habil didakwa melanggar Pasal 1 ayat 1 Undang-undang Nomor 12/drt/1951 juncto Pasal 56 ayat 1 KUHP.

Dalam dakwaan, Habil disebut sebagai penyandang dana pembelian senjata illegal.

Sumbangan dana yang diberikan Habil berawal saat Habil sering mengikuti diskusi kebangsaan yang diselenggarakan organisasi Gerakan Musyawarah Bangsa Indonesia (GMBI) yang dihadiri tokoh-tokoh militer, salah satunya Kivlan Zen.

Habil Marati terdakwa kasus makar dan kepemilikan senjata ilegal
Mantan Petinggi PPP Habil Marati di PN Jakarta Pusat (MP/Kanu)

Sehingga keduanya mulai dekat dan menjalin komunikasi intensif hingga akhirnya Kivlan meminta Habil untuk membantu dana opeasional (pembelian senjata).

Habil disebut dua kali memberikan dana kepada Kivlan Zen untuk biaya operasianal pembelian senjata illegal.

Habil pertama kali menyerahkan uang 15.000 dolar Singapura atau Rp 151.500.000 kepada Kivlan Zen.

Kemudian, kedua kalinya Habil menyerahkan uang kepada saksi Helmi sebanyak Rp 50 juta untuk bantuan uang operasional pembelian senjata api itu.

Pada 2004, jaksa mengatakan Habil Marati selaku kader PPP selalu mengikuti diskusi kebangsaan yang dilakukan Gerakan Musyawarah Bangsa Indonesia (GMBI) yang dihadiri tokoh militer, termasuk Kivlan Zen. Setelah itu, Habil Marati saling mengenal dengan Kivlan Zen hingga berkomunikasi pada saat ini.

Dalam surat dakwaan, jaksa memaparkan Habil Marati memberikan uang kepada Kivlan Zen yang digunakan untuk membeli senjata ilegal.

Awalnya Habil Marati bertemu dengan Kivlan Zen di Mal Pondok Indah untuk meminta uang bantuan kegiatan. Ketika itu, Kivlan Zen juga memerintahkan Helmi Kurniawan mengikuti kegiatan, yang mana Habil Marati menjadi narasumber di Rumah Makan Aljazera, Jalan Polonia, Jakarta Timur, agar bisa berkenalan.

"Lalu Kivlan Zen memberikan nomor HP terdakwa kepada saksi Helmi Kurniawan dengan maksud untuk mempermudah komunikasi antara saksi Helmi Kurniawan dengan terdakwa. Setelah itu, saksi Helmi Kurniawan ke terdakwa, sejak itu terdakwa berkomunikasi dengan Helmi Kurniawan adapun kepentingan menyampaikan pesan dari Kivlan Zen," kata jaksa.

Baca Juga:

Yusril Siapkan Strategi Khusus untuk Loloskan Politisi PPP Habil Marati

Pada 1 Oktober 2018, jaksa mengatakan Kivlan Zen bertemu Helmi Kurniawan di Monumen Lubang Buaya untuk meminta mencarikan senpi ilegal dan berjanji akan mengganti uang pembelian. Di lokasi, Helmi alias Iwan kemudian memperkenalkan Kivlan dengan Tajudin alias Udin.

"Terdakwa mengatakan, 'ya sudah, nanti bila ada tugas khusus saya kabari'," kata jaksa mengutip perkataan Kivlan Zen dalam pertemuan.(Knu)

Baca Juga:

Habil Marati Bantah Beri Uang ke Kivlan Zen



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH