Habib Salim Jindan Tegaskan Hukum Harus Ditegakkan Tanpa Pandang Bulu Penyidik senior KPK Novel Baswedan. (Ant)

Merahputih.com - Presiden Majelis Dzikir RI 1 Habib Salim Jindan Baharun menilai hukum wajib ditegakkan tanpa pandang bulu.

"Siapa pun kita, apapun jabatan kita, apapun profesi kita, wajib penegakan hukum ditegakkan sebenar-benarnya," ujar Habib Salim, Selasa (30/6).

Hal tersebut disampaikan Habib Salim terkait tuntutan sejumlah pihak agar penyidik KPK Novel Baswedan diadili atas dugaan penyiksaan dan penembakan sejumlah orang dalam kasus sarang burung walet di Bengkulu.

Baca Juga:

Tuntutan Ringan Peneror Novel Baswedan Bukti Ada Kepentingan Mafia Korupsi

Habib Salim berharap, aparat penegak hukum khususnya Kejagung untuk serius merespons tuntutan keadilan oleh pihak-pihak yang merasa dirugikan dalam kasus sarang walet.

"Kami ingatkan kepada para penegak hukum untuk sekiranya mari kita merespon apapun menjadi tuntutan masyarakat, terlebih kasus Novel Baswedan sudah menjadi kasus nasional, sudah diketahui banyak masyarakat," jelas dia.

novel baswedan
Penyidik KPK Novel Baswedan berbincang dengan Jaksa Penuntut Umum dalam sidang lanjutan kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz

Habib Salim berpendapat, penuntasan kasus itu melalui proses hukum yang transparan, akan menghadirkan rasa keadilan bagi semuanya, termasuk bagi Novel Baswedan sendiri.

Hal ini juga penting supaya tidak ada fitnah dan multitafsir atau kesan buruk dari masyarakat terhadap lembaga dan aparat penegak hukum.

"Publik sudah sangat paham akan kasus ini, jangan sampai ada kesan buruk yang sampai terhadap pemerintahan, terhadap Presiden dan penegak hukum dan sebagainya," jelas Habib Salim.

Baca Juga:

Dua Oknum Polisi Penyerang Novel Dituntut Setahun, Penegakan Hukum Dinilai Karut-marut

Lebih jauh, Habib Salim mengingatkan bahwa apapun perbuatan yang dilakukan di masa lalu, saat ini dan masa depan, akan dipertanggungjawabkan baik di dunia maupun di akhirat.

"Maka wajib kita mengakui apa adanya (perbuatan kita). Karena janjinya Allah, setiap kebaikan yang dilakukan walau hanya sebesar biji dzarrah pasti dibalas, begitu juga sebaliknya," ungkap Habib Salim. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama