Habib Bahar Kembali Jadi Tersangka karena Kasus "Lama" Terpidana kasus penganiayaan remaja, Bahar Smith. ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi/am.

MerahPutih.com - Penceramah Habib Bahar bin Smith kembali ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penganiayaan.

Tim pengacara Bahar menjelaskan duduk perkara kasus itu.

Kasus itu diketahui dilaporkan seseorang bernama Andriansyah pada 2018. Kasus itu bergulir hingga Bahar ditetapkan tersangka oleh Polda Jabar, beberapa hari lalu.

Baca Juga:

Kalah di PTUN Soal Bahar Smith, Ditjen Pas Siap Ajukan Banding

"Jadi memang ada perkara dulu, sudah lama tahun 2018," ucap Ichwan Tuankotta, kuasa hukum Bahar, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (27/10).

Ichwan mengatakan, pelapor merupakan sopir taksi aplikasi online. Menurutnya, saat itu antara pelapor dengan Bahar terlibat keributan.

"Ya terus saya enggak ngerti ada salah paham atau gimana, ada hal-hal yang dilakukan oleh Habib Bahar," kata Ichwan.

Menurut Ichwan, kasus antara Bahar dan Andriansyah sudah ada perdamaian. Bahkan, dia mengaku pelapor sudah mencabut laporannya. Ichwan mengatakan, pihaknya memiliki bukti otentik berkaitan perkara ini.

Terpidana kasus penganiayaan remaja, Bahar Smith menjalani tes kesehatan, sesaat setelah tiba di Lapas Klas IIA Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/5/2020) (ANTARA/HO - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan)
Terpidana kasus penganiayaan remaja, Bahar Smith menjalani tes kesehatan, sesaat setelah tiba di Lapas Klas IIA Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/5/2020) (ANTARA/HO - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan)

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes CH Patoppoi membenarkan penetapan tersangka Bahar.

Pendiri Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin di Kemang, Bogor itu ditetapkan tersangka dalam surat Nomor B/4094/X/2020/Ditreskrimum per 21 Oktober 2020.

Pasal yang disangkakan kepada Bahar yaitu pasal 170 dan 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan tempat kejadian perkara di Bogor, Jawa Barat.

"Betul, hasil gelar telah ditetapkan tersangka," kata Patoppoi saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (27/10).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus dugaan penganiayaan itu dilaporkan seseorang bernama Andriansyah pada 2018 ke Polda Jabar. Belakangan Ditreskrimum Polda Jabar menaikkan status terlapor Bahar menjadi tersangka.

Baca Juga:

Bahar Smith Dipindah dari Lapas Batu Nusakambangan

Patoppoi mengatakan, usai ditetapkan sebagai tersangka, penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap Bahar. Pihaknya tengah meminta izin ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk memeriksa Bahar yang kini ditahan di Lapas Gunung Sindur.

"Saat ini penyidik sedang minta izin ke Ditjen PAS Kementerian Hukum dan HAM untuk periksa yang bersangkutan di Lapas Gunung Sindur," ujarnya.

Adapun Bahar bin Smith saat ini sedang mendekam di Lapas Gunung Sindur. Ia mendekam di penjara akibat menganiaya dua remaja dengan hukuman tiga tahun penjara. (Knu)

Baca Juga:

Bandingkan dengan Bahar bin Smith, Eks Bos KPK Nilai Tuntutan Peneror Novel Tak Masuk Akal

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPU Bantul Gelar Simulasi Pilkada Pekan Depan
Indonesia
KPU Bantul Gelar Simulasi Pilkada Pekan Depan

Simulasi dilakukan guna memberikan gambaran terhadap proses pemilihan bupati dan wakil bupati yang akan dilaksanakan pada 9 Desember mendatang.

[HOAKS atau FAKTA]: Didepak dari MUI, Tengku Zulkarnain Jadi Tukang Adu Ayam
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Didepak dari MUI, Tengku Zulkarnain Jadi Tukang Adu Ayam

Tersebar informasi dari laman beritacenter.com yang menampilkan gambar Tengku Zulkarnain tengah memegang seekor ayam

Minibus Terjun ke Kalimalang, Ibu dan Anak Tewas
Indonesia
Minibus Terjun ke Kalimalang, Ibu dan Anak Tewas

Ojo mengungkapkan dalam mobil yang tercebur itu, terdapat empat orang penumpang.

Meski Tak Disukai Masyarakat, Ini Alasan Pemerintah Tak Mau Cabut PSBB
Indonesia
Meski Tak Disukai Masyarakat, Ini Alasan Pemerintah Tak Mau Cabut PSBB

Mereka sudah mengaku kelelahan, bosan, dan membuang biaya besar selama tinggal dirumah.

Pelaku Penyerangan Polsek Ciracas Mesti Dibuka ke Publik
Indonesia
Pelaku Penyerangan Polsek Ciracas Mesti Dibuka ke Publik

Kasus penyerangan Polsek Ciracas oleh oknum aparat menuai kritikan pedas.

Prajurit TNI di Pelosok Lebih Cocok Terima Bintang Mahaputra Naraya Ketimbang Fadli-Fahri
Indonesia
Prajurit TNI di Pelosok Lebih Cocok Terima Bintang Mahaputra Naraya Ketimbang Fadli-Fahri

Tenaga medis yang telah meninggal karena ikut menangani COVID-19 juga adalah kelompok yang patut mendapatkan penghargaan

Mantan Dirut PT Indosurya Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan Penggelapan Dana Nasabah
Indonesia
Mantan Dirut PT Indosurya Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan Penggelapan Dana Nasabah

JI ditetapkan jadi tersangka lantaran terbukti menjalankan operasional tanpa memiliki hak.

Jokowi Beri Santunan Pegawai Bergaji di Bawah Rp5 Juta, Begini Tanggapan Buruh
Indonesia
Jokowi Beri Santunan Pegawai Bergaji di Bawah Rp5 Juta, Begini Tanggapan Buruh

Pemerintah akan memberikan santunan kepada pegawai swasta dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan.

[HOAKS atau FAKTA]: Mal Taman Anggrek Dijual Rp17 Triliun
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Mal Taman Anggrek Dijual Rp17 Triliun

Berita itu diunggah olah akun Facebook Maia Estianty pada 15 Juli 2020 lalu.

Jaksa Sebut Alasan Spontanitas Dua Terdakwa Peneror Novel Baswedan Tidak Berdasar
Indonesia
Jaksa Sebut Alasan Spontanitas Dua Terdakwa Peneror Novel Baswedan Tidak Berdasar

"Alasan spontanitas tidak beralasan, sehingga tidak dapat diterima," kata Jaksa Satria Irawan