Habib Bahar bin Smith Dieksekusi ke Lapas Pondok Rajeg Bogor Habib Bahar bin Smith dieksekusi ke Lapas Pondok Rajeg (Foto: Antaranews)

MerahPutih.Com - Terpidana kasus penganiayaan anak Habib Bahar bin Smith dieksekusi ke Lapas Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kepastian eksekusinya Bahar bin Smith dibenarkan Jaksa Agung HM Prasetyo kepada awak media di Jakarta, Jumat (9/8).

Baca Juga: Aniaya Dua Santri Hingga Bonyok, Bahar bin Smith Dijerat Pasal Berlapis

"Oh ya sudah dieksekusi di Pondok Rajeg, ada tiga orang yang dieksekusi malah," kata Prasetyo.

Saat ditanya siapa saja nama-nama yang telah dieksekusi bersama Habib Bahar, Jaksa Agung sempat salah sebut nama. Ia justru menyebut nama Habib Rizieq.

Bahar bin Smith
Habib Bahar bin Smith (Foto: antaranews)

"Habib Rizieq kan masih di sana (Mekkah), pulanglah kenapa lama-lama di sana, negaranya di sini (Indonesia) bukan di sana," kata Prasetyo.

Lalu ia menyebutkan dua nama lainnya yang dieksekusi ke Lapas Pondok Rajeg bersama Habib Bahar yakni Agil Yahya dan Basit Iskandar.

"Masing-masing ada yang dua tahun, tiga tahun dan 1,5 tahun sesuai dengan derajat kesalahan masing-masing," kata Prasetyo.

Terkait upaya banding yang akan dilakukan oleh Habib Bahar, menurut Prasetyo, pihaknya juga akan melakukan upaya yang sama agar kasus cepat selesai.

"Yang pasti semuanya sudah dieksesekusi karena putusannya sudah memiliki kekuatan hukum tetap. Yang bersangkutan ada banding, ya kita pun demikian, biar cepat selesai," kata Prasetyo seperti dilansir Antara.

Habib Bahar dilaporkan polisi karena diduga menganiaya MHU (17) dan JA (18) di sebuah pesantren di Kampung Kemang, Bogor pada Sabtu, 1 Desember 2018.

Sebelumnya Habib Bahar bin Smith juga ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Bareskrim dalam kasus ujaran kebencian.

Habib Bahar bin Smith diputuskan bersalah dan menjalani masa hukuman di Lapas Bogor
Habib Bahar bin Smith (Foto: antaranews)

Habib Bahar ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan perdananya sebagai saksi dalam kasus tersebut selama 11 jam di Bareskrim.

Pemeriksaan Habib Bahar, Jumat ini merupakan proses lanjutan dari pelaporan Cyber Indonesia ke polisi terkait ceramah Habib Bahar yang diduga mengandung ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo.

Terkait kasus penganiayaan, Habib Bahar Smith oleh majelis hakim divonis tiga tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider satu bulan masa tahanan.

Majelis hakim memutuskan Habib Bahar terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan penganiayaan yang masuk dalam tindak pidana. Selain itu, perbuatan Bahar juga termasuk merampas kemerdekaan orang yang mengakibatkan luka berat serta kekerasan terhadap anak.

Bahar dijerat sesuai dengan dakwaan primer, yakni Pasal 333 ayat 2 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan dakwaan kedua primer Pasal 170 ayat 2 ke-2 KUHP dan dakwaan ketiga Pasal 80 ayat 2 juncto Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Baca Juga: Reaksi Moeldoko Perihal Ancaman Bahar bin Smith pada Jokowi

Hakim menyebutkan hal yang memberatkan adalah Habib Bahar pernah dihukum, perbuatan Bahar mengakibatkan dua orang menjadi korban serta merugikan nama dan santri di pesantren.

Sementara hal yang meringankan yakni berperilaku sopan, terus terang dan berjanji tidak akan berbuat lagi serta menyesali perbuatannya, adanya upaya perdamaian dengan korban dan meminta maaf.

Dalam sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Habib Bahar Smith dengan hukuman enam tahun penjara dan denda sebesar Rp50 juta subsider tiga bulan karena diyakini bersalah dan terbukti telah menganiaya dua remaja sesuai dengan fakta-fakta persidangan.(*)

Baca Juga: Ditahan Polda Jabar, Bahar bin Smith Terancam 15 Tahun Penjara



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH