Guyon Irjen Napoleon Ingin Goyang Tik Tok setelah Divonis 4 Tahun Penjara Mantan Kadiv Hunter Polri, Irjen Napoleon Bonaparte menggoyangkan kedua bahunya usai menjalani sidang pembacaan vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (10/3). (ANTARA/Desca Lidya Nata

MerahPutih.com - Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri, Irjen Napoleon Bonaparte divonis 4 tahun penjara karena terbukti menerima suap terkait penghapusan red notice. Usai divonis bersalah, Napoleon justru mengeluarkan guyonan.

Saat itu, Napoleon mendatangi meja pengacaranya dan sedikit berbincang. Kemudian, para wartawan menyapa Napoleon dan meminta sedikit waktu untuk wawancara serta foto. Hanya saja, Napoleon tak merespon.

Baca Juga

Divonis 4 Tahun Bui, Irjen Napoleon: Lebih Baik Mati

"Cukup ya, sudah," kata Napoleon di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (10/3).

Lantaran desakan terus datang untuk mengabadikan momen itu, Napoleon lantas mengucapkan guyonannya. Jenderal bintang dua ini menyebut apa perlu difoto sambil berjoget khas Tik Tok.

"Nggak perlu kan saya goyang, apa perlu saya goyang Tik Tok," kelakar bekas Kapolres Ogan Komering Ulu ini.

Mantan Kadiv Hunter Polri, Irjen Napoleon Bonaparte divonis 4 tahun penjara ditambah denda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (10/3). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)
Mantan Kadiv Hunter Polri, Irjen Napoleon Bonaparte divonis 4 tahun penjara ditambah denda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (10/3). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Selanjutnya, Napoleon pun menganggakat satu tangannya dan bergoyang. Setidaknya dua kali dia menggoyangkan pinggulnya sambil tertawa.

Sebelumnya diberitakan, Irjen Napoleon Bonaparte divonis hukuman pidana penjara selama 4 tahun. Napoleon juga diminta membayar denda Rp100 juta subsider 6 bulan penjara.

Napoleon dianggap secara sah dan meyakinkan telah menerima uang senilai 200 ribu dolar Singapura dan 370 ribu dolar Amerika Serikat (AS) dari Djoko Tjandra melalui Tommy Sumardi. (Pon)

Baca Juga

Kasus Red Notice, Irjen Napoleon Bonaparte Divonis 4 Tahun Penjara

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Respon Keras Rizieq Shihab Tahu 6 Pengawalnya Tewas Ditembak Polisi
Indonesia
Respon Keras Rizieq Shihab Tahu 6 Pengawalnya Tewas Ditembak Polisi

Rizieq Shihab mengaku tak tinggal diam atas tewasnya 6 Laskar FPI di Kilometer 50 Tol Jakarta-Cikampek.

Account Receivable Hotel Arya Duta Diperiksa KPK Terkait Gratifikasi di MA
Indonesia
Account Receivable Hotel Arya Duta Diperiksa KPK Terkait Gratifikasi di MA

Sudirman selaku wiraswasta dipanggil untuk tersangka Hiendra

Polda Banten Bongkar Sindikat Klinik Kecantikan Ilegal Berbahaya
Indonesia
Polda Banten Bongkar Sindikat Klinik Kecantikan Ilegal Berbahaya

Penggerebekan dilakukan pada hari Senin (21/9) pukul 18.00 WIB berdasarkan laporan dari masyarakat.

Petugas Gabungan Temukan Barang-Barang yang Identik dengan KRI Nanggala-402
Indonesia
Petugas Gabungan Temukan Barang-Barang yang Identik dengan KRI Nanggala-402

Dengan temuan ini bakal lebih menggalakan dalam pencarian

Pengguna Tiket Harian Berkurang, Antrean Naik KRL Terurai
Indonesia
Pengguna Tiket Harian Berkurang, Antrean Naik KRL Terurai

Saat ini persentase pengguna KRL yang memanfaatkan transaksi non tunai mencapai hampir 80 persen.

Kejaksaan Agung Periksa Dirut Pelindo II
Indonesia
Kejaksaan Agung Periksa Dirut Pelindo II

"Ada dua saksi yang diperiksa, AS dan YI," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak

GPM Lahir karena Masyarakat Masih Malas Pakai Masker
Indonesia
GPM Lahir karena Masyarakat Masih Malas Pakai Masker

Sosialisasi dan edukasi tentang pemakaian masker yang benar dan diikuti disiplin jaga jarak, dan rajin mencuci tangan dengan sabun diyakini bakal mengurangi penularan.

Pemprov Jabar dan BPOM Perkuat Pengawalan Distribusi Vaksin COVID-19
Indonesia
Pemprov Jabar dan BPOM Perkuat Pengawalan Distribusi Vaksin COVID-19

Distribusi vaksin COVID-19 diharapkan terkoordinasi dengan baik. Sehingga daerah bisa menyiapkan gudang-gudang penyimpanan vaksin corona.

Akumulasi Kekecewaan Pada Jokowi
Indonesia
Akumulasi Kekecewaan Pada Jokowi

Peristiwa penolakan UU Cipta Kerja merupakan akumulasi dari kekecewaan masyarakat terhadap periode kedua pemerintahan Joko Widodo, tidak bisa dilihat semata-mata karena UU Omnibus Law.

Eks Dirut Sarana Jaya Irit Bicara Usai Diperiksa KPK
Indonesia
Eks Dirut Sarana Jaya Irit Bicara Usai Diperiksa KPK

Yoory merupakan salah satu pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini