Gusur Warga Sunter, PDIP Sebut Anies Ikuti Gagasan Ahok Benahi Jakarta Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono (MP/Asropih)

MerahPutih.Com - Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono menyebut Gubernur Anies Baswedan telah ingkar janji yang telah melaksanakan pembongkaran 25 lapak pengepul barang bekas yang berada di kawasan Sunter Jaya, Jakarta Utara.

Sebab kata Gembong, saat masa kampanye Pilkada DKI 2017 lalu Anies menyatakan tak akan pernah melakukan penggusuran warga DKI.

Baca Juga:

Wali Kota Jakut Bantah Ada Kericuhan dengan Warga saat Penggusuran Sunter

Gembong menegaskan, bahwa saat sesi debat Pilgub DKI Anies Baswedan pernah menolak konsep penggusuran untuk mengantisipasi banjir yang digagas oleh mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok.

Penggusuran Warga Sunter oleh Gubernur Anies Baswedan
Kondisi bangunan dan tempat usaha warga di Jalan Sunter Agung Perkasa VIII, Kecamatan Tanjung Priok, Sabtu (16/11/2019) (ANTARA/Fauzi Lamboka)

"Ahok pernah katakan dalam debat kampanye, dulu, untuk tata Jakarta tidak mungkin tanpa penggusuran. Tapi kan tidak konsisten akhirnya, apa yang diucapkan tidak konsisten. Faktanya hari ini pak Anies melakukan penggusuran," kata Gembong saat dikonfirmasi, Senin (18/11).

Gembong berpendapat, omongan Anies yang tak setuju konsep pengggusuran saat kampanye Pilgub DKI lalu hanya untuk mendapatkan simpatik dari masyarakat demi mendulang suara, agar bisa menduduki kursi empuk pimpinan DKI.

"Apa yang diucapkan saat kampanye itu hanya lips service untuk mendapatkan simpati masyarakat," papar dia.

Anggota Komisi A ini menuturkan, dalam melakukan penataan di Jakarta itu tidak mungkin tanpa adanya penggusuran. Artinya cara pembongkaran bangunan liar merupakan solusi pemda DKI dalam penataan Jakarta.

"Tidak ada cara lain. tapi yang sekarang harus jadi catatan pak Anies. Warga yang tergusur mendapat tempat layak huni. Itu yang harus dipikirkan," tutup Gembong.

Seperti diketahui, Pemprov DKI telah menertibkan sebanyak 25 lapak pengepul barang bekas yang berlokasi di kawasan Sunter Jaya, Jakarta Utara, pada Sabtu (16/11) kemarin.

Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim menuturkan, pembongkaran itu dilaksanakan untuk mengembalikan fungsi saluran yang terintegrasi dengan Danau Sunter Selatan sebagai solusi dalam menangani bencana banjir ketika musim hujan dan menciptakan ruang tata kelola yang lebih baik.

Baca Juga:

Kampung yang Digusur Ahok Bakal Dibangun Rumah Berlapis Versi Anies

Nantinya, kata Ali, saluran di sejumlah jalan tersebut akan tekoneksi dengan saluran penghubung (PHB) Jl Agung Perkasa VIII sebelum dialirkan ke Danau Sunter Selatan.

"Dampaknya, saluran tidak terkoneksi karena tertutup bangunan. Selama ini kawasan Sunter seperti di Gaya Motor, Agung Karya dan Sunter Utara kerap tergenang," kata dia dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/11) lalu.(Asp)

Baca Juga:

Anies Diminta Warga Cipinang Teruskan Proyek Tanggul Sunter

Kredit : asropih


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH