Gus Muwafiq Sudah Minta Maaf, Habib Novel: Yang Berbicara Biarlah Hukum Novel Bamukmin akan diperiksa Polda Metro Jaya terkait kasus penganiayaan buzzer Jokowi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

MerahPutih.com - Sekjen Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi) Novel Chaidir Bamukmin atau yang akrab disapa Habib Novel mengatakan, Kiai Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) melakukan dugaan penistaan agama.

Hal itu terkait dengan ceramah Gus Muwafiq soal kisah masa kecil Nabi Muhammad SAW yang viral di media sosial beberapa hari lalu.

Baca Juga:

Gus Muwafiq Dipolisikan atas Kasus Dugaan Penistaan Agama

Tokoh Front Pembela Islam (FPI) ini menambahkan, meski Gus Muwafiq telah menyampaikan permohonan maaf kepada umat Islam, namun pihaknya akan tetap menempuh jalur hukum.

KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) mengadiri acara Doa Anak Negeri dan Kenduri Nusantara 2019 di Bentang Vastenburg, Solo, Jawa Tengah, Minggu (3/3). (Foto: MP/Ismail)
KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) mengadiri acara Doa Anak Negeri dan Kenduri Nusantara 2019 di Bentang Vastenburg, Solo, Jawa Tengah, Minggu (3/3). (Foto: MP/Ismail)

"Walau Muwafiq sudah minta maaf, maka pelaporan kami jalan terus karena yang diduga dihina adalah Nabi Muhammad yang kita umat Islam bukan tempatnya untuk dimintai minta maaf. Karena itu yang berbicara biarlah hukum," ujar Habib Novel kepada wartawan di Jakarta, Kamis (5/12).

Menurut dia, sejatinya haknya Nabi Muhammad SAW haram untuk dihina dan tebusannya atas hak Nabi adalah memakai hukum yang ditegakan oleh nabi itu sendiri yaitu hukum Islam.

"Namun di Indonesia ini tidak berlaku, akan tetapi sudah ada hukum positif yang mengaturnya dan itu harus ditegakkan dengan maksimal," tegasnya.

Potongan video tausiyah Gus Muwafiq yang mengisahkan tentang kehidupan masa kecil Nabi Muhammad viral di media sosial beberapa hari terakhir.

Setelah video itu viral dan menuai kritik dari sejumlah pihak, Gus Muwafiq pun memberikan klarifikasi terkait isi ceramahnya itu.

"Rembes itu dalam bahasa Jawa artinya 'punya umbel', tidak ada lain, bahasa saya 'rembes' itu umbelan itu. Ini terkait juga dengan pertanyaan biasanya apakah anak yang ikut dengan kakeknya, ini kan bersih, karena kakek, kan, saking cintanya sama cucu sampai kadang cucunya apa-apa juga boleh. Hal itu saja yang sebenarnya," kata Gus Muwafiq dalam video yang ditayangkan di akun Facebook Ketua PBNU Robikin Emhas.

Baca Juga:

Kiai NU Gus Muwafiq Isi Ceramah Kebangsaan di KPK

Gus Muwafiq menegaskan, ceramahnya tersebut sama sekali tidak bermaksud menghina Nabi Muhammad, apalagi sejak kecil ia mengaku diajarkan menghargai Rasulullah.

"Ini bukan masalah keyakinan. Ini tantangan, kita sering ditantang untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan milenial yang kadang kita sendiri sudah enggak tahu jawabannya. Mereka sudah enggak percaya dengan jawaban-jawaban kita," ujarnya.

Meski demikian, Gus Muwafiq meminta maaf kepada umat Islam jika pernyataannya dianggap menyinggung.

"Untuk seluruh kaum muslimin di Indonesia, apabila kalimat ini dianggap terlalu lancang, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, tidak ada maksud menghina. Mungkin hanya inilah cara Allah menegur agar ada lebih adab terhadap Rasulullah, dengan kalimat-kalimat yang sebenarnya sederhana, tetapi beberapa orang menganggap ini kalimat yang cukup berat," tutur Gus Muwafiq.

"Pada seluruh kaum muslimin saya mohon maaf, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," pungkas dai Nahdatul Ulama (NU) itu. (Knu)

Baca Juga:

Penghapusan Istilah Kafir, Gus Muwafiq: Wacana Itu Bukan Muncul dari Ulama NU

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jumlah Pelanggar Protokol Kesehatan Meningkat di Hari Kedua Kampanye Pilkada
Indonesia
Jumlah Pelanggar Protokol Kesehatan Meningkat di Hari Kedua Kampanye Pilkada

Adapun kampanye Pilkada yang melanggar protokol kesehatan itu terjadi di Solok Selatan, Pasaman Barat, Mukomuko, Pelalawan, Sungai Penuh, Lamongan, Purbalingga, Bantul, dan Tojo Una-Unan.

Kedokteran dan Psikologi Prodi Paling Favorit di UGM
Indonesia
Kedokteran dan Psikologi Prodi Paling Favorit di UGM

Bidang sosial humaniora prodi Hukum, Manajemen, Ilmu Komunikasi dan Akuntansi masuk 5 besar prodi favorit.

KSPI Siapkan Uji Formil dan Materiil UU Cipta Kerja
Indonesia
KSPI Siapkan Uji Formil dan Materiil UU Cipta Kerja

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menegaskan bahwa pihaknya tidak akan terlibat dalam pembahasan aturan turunan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Polisi Tunda Pemeriksaan Bupati Bogor Ade Yasin
Indonesia
Polisi Tunda Pemeriksaan Bupati Bogor Ade Yasin

Pemeriksaan Bupati Bogor, Ade Yasin, kemungkinan ditunda karena yang bersangkutan dinyatakan positif COVID-19.

Aspri Eks Menpora Miftahul Ulum Divonis 4 Tahun Penjara
Indonesia
Aspri Eks Menpora Miftahul Ulum Divonis 4 Tahun Penjara

Majelis hakim menyatakan, terdakwa Ulum terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menerima suap Rp 11.500.000.000 bersama-sama dengan Imam Nahrawi.

Pemerintah: Anak Muda Bisa Terjangkit COVID-19 Tanpa Gejala
Indonesia
Pemerintah: Anak Muda Bisa Terjangkit COVID-19 Tanpa Gejala

Problem tanpa gejala ini yang membuat penyebaran wabah corona lebih cepat dan menyebar ke mana-mana.

ASN dan Pensiunan Kini Bisa Ikuti Program Wirausaha Pintar
Indonesia
ASN dan Pensiunan Kini Bisa Ikuti Program Wirausaha Pintar

Kios Warga merupakan layanan extra miles dari TASPEN kepada ASN dan Pensiunan

 DPRD Minta Pemprov DKI Kaji Pemberian Keringanan Retribusi Sewa Rusun
Indonesia
DPRD Minta Pemprov DKI Kaji Pemberian Keringanan Retribusi Sewa Rusun

Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI. Nova Harivan Paloh menilai perlunya klasifikasi dan syarat yang ketat dalam keringanan retribusi bagi penghuni rusunana agar tepat sasaran.

Megawati: Pancasila Bisa Jadi Solusi Fenomena Post Truth
Indonesia
Megawati: Pancasila Bisa Jadi Solusi Fenomena Post Truth

Adil dan beradab akan membimbing kita sebagai manusia untuk melakukan fact checking

SKB 11 Menteri tentang Radikalisme justru Memperumit Birokrasi
Indonesia
SKB 11 Menteri tentang Radikalisme justru Memperumit Birokrasi

Pemerintah sudah bisa melakukan penanganan radikalisme terhadap ASN tanpa SKB 11 menteri.