Guru SMAN 58 DKI Ajak Pilih Ketua OSIS Seagama, DPRD DKI: Jangan Dipecat Anggota Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Solikhah. Foto: DPTW PKS DKI JAKARTA

MerahPutih.com - Ramai pemberitaan tentang salah satu guru SMAN di DKI Jakarta terkait dengan pemilihan Ketua OSIS yang diduga menyinggung urusan agama. Hal ini mendapat sorotan dari anggota Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Solikhah.

Dirinya mengatakan, sebaiknya jangan terburu-buru menilai oknum pendidik tersebut, sampai kemudian melakukan pemecatan. Karena menurutnya semua pihak harus melihat aturan yang terkait.

“Jangan sampai aturannya tidak ada, tapi kita sudah terburu-buru untuk meminta agar oknum pendidik tersebut dipecat,” kata Solikhah yang duduk di Komisi E yang membidangi pendidikan ini dalam keteranganya kepada wartawan, Jumat (30/10).

Baca Juga

Di Awal November, Solo Mulai Uji Coba Masuk Sekolah

Solikhah menambahkan, Dinas Pendidikan (Disdik) harus melakukan segera pembenahan dan pembinaan kepada para pendidik di DKI Jakarta.

"Karena semua pendidik menjadi contoh teladan anak didiknya," kata dia.

Kemudian lanjut Solikhah, jangan sampai yang sebenarnya tidak ada pernyataan yang menyalahi aturan, tetapi dihakimi dan diprovokasi oknum tertentu agar guru tersebut dipecat.

“Ini menjadi tugas bersama, selain Disdik, juga legislatif, jangan memperkeruh suasana dalam situasi ini, karena belum tentu oknum pendidik tersebut bersalah,” tambah Solikhah yang juga Wakil Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta.

Solikhah berharap, kejadian seperti ini menjadi pelajaran bagi semua pihak dan semua unsur untuk saling menumbuhkan pengertian dan kekeluargaan. Termasuk dinas pendidikan harus terus melakukan pembinaan dan arahan secara intensif dan proporsional.

“Nilai-nilai Pancasila harus selalu ditanamkan dalam aplikasi yang nyata, baik dalam nilai keagamaan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan dan keadilan,” pungkasnya.

Dia media massa sebelumnya ramai ajakan dari guru Rohani Islam (Rohis) SMA 58 untuk mengajak muridnya mendukung calon ketua OSIS dari agama tertentu.

Kepada wartawan, Kepala SMA Negeri 58, Dwi Arsono mengungkapkan, TS merupakan guru yang mengajar pendidikan agama Islam dan ekskul rohani Islam di SMA 58.

Baca Juga

Maulid Saat Pandemi, Anies Berharap Tidak Timbulkan Klaster Baru

Menurut Dwi, kasus tersebut hanya ramai di media sosial dan media massa saja. Sebab, kondisi di sekolahnya tetap kondusif meski ada kasus tersebut.

Dwi mengatakan, kasus tersebut tak mempengaruhi pemilihan ketua OSIS. Sebab, pasangan nomor tiga yang disebut TS gagal menang. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DPR Soroti Ucapan 'Terima Kasih' Belva untuk Jokowi
Indonesia
DPR Soroti Ucapan 'Terima Kasih' Belva untuk Jokowi

Alasan pengunduran diri Belva itu tidak lebih sebagai upaya menghindari asumsi atau persepsi yang bervariasi

Jalan Penghubung Banten-Jakarta Ambles, Walkot Tangerang: Sedang Perkuat Pipa PDAM
Indonesia
Jalan Penghubung Banten-Jakarta Ambles, Walkot Tangerang: Sedang Perkuat Pipa PDAM

Dinas PUPR Kota Tangerang menangani dan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR terkait jalan ambles Daan Mogot.

 Jokowi Akui Lebaran 2020 Terasa Berat Lantaran Ada Pandemi Corona
Indonesia
Jokowi Akui Lebaran 2020 Terasa Berat Lantaran Ada Pandemi Corona

“Memang ini berat, tapi kita alami dan hadapi bersama-sama. Semoga pandemi ini segera berlalu agar kita dapat bertemu dan saling melepas rindu.” kata Presiden, Minggu (24/5)

Kuras 3.070 Rekening Bank, 10 Pelaku Penipuan Kode OTP Dibekuk Polisi
Indonesia
Kuras 3.070 Rekening Bank, 10 Pelaku Penipuan Kode OTP Dibekuk Polisi

Beraksi sejak 2017, sindikat ini sudah berhasil menguras 3.070 rekening bank korbannya.

Jokowi Izinkan Industri Impor Garam dan Gula Secara Langsung
Indonesia
Jokowi Izinkan Industri Impor Garam dan Gula Secara Langsung

Kebutuhan impor garam dan gula untuk bahan baku industri terus meningkat setiap tahunnya. Untuk kebutuhan garam industri pada 2020, terjadi kenaikan 6,8 persen dibandingkan 2019.

Serang Balik Elite Partai Bikin Jokowi Sulit Ganti Menteri
Indonesia
Serang Balik Elite Partai Bikin Jokowi Sulit Ganti Menteri

Dengan penagaruh yang kuat tersebut, Jokowi tidak bisa serta merta melakukan perombakan kabinet, walaupun dia mempunyai hak prerogatif.

Kongres Partai Demokrat Dipercepat, Pengamat: Muluskan Jalan AHY Jadi Ketum
Indonesia
Kongres Partai Demokrat Dipercepat, Pengamat: Muluskan Jalan AHY Jadi Ketum

“Dia (AHY) saat ini sudah melakukan safari politik di Indonesia. Ini bagian political branding pencitraan politik AHY jelang Pilpres 2024,” kata Jerry

Pembatalan Kenaikan Iuran BPJS Jadi Momentum Pemerintah Benahi JKN
Indonesia
Pembatalan Kenaikan Iuran BPJS Jadi Momentum Pemerintah Benahi JKN

Dia tak sepakat dengan alasan pemerintah menaikkan iuran karena BPJS Kesehatan defisit anggaran.

Update COVID-19 per Kamis (2/4): 1.790 Kasus Positif, 170 Meninggal Dunia
Indonesia
Update COVID-19 per Kamis (2/4): 1.790 Kasus Positif, 170 Meninggal Dunia

Yuri mengungkapkan hari ini Kamis 2 April 2020 kasus positif COVID-19 bertambah 113 orang.

Pemprov DKI Diminta Perbaiki Pendistribusian Bansos COVID-19
Indonesia
Pemprov DKI Diminta Perbaiki Pendistribusian Bansos COVID-19

Tigor menyebut, bantuan darurat berupa bansos sangat penting, agar rakyat bisa bertahan tetap hidup.