Guru NU Kritisi Nadiem yang Dinilai Kedepankan Teknologi Daripada Humanisme Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dalam peluncuran kebijakan Merdeka Belajar di Jakarta, Senin (10/2). (ANTARA/HO-Humas Kemendikbud)

Merahputih.com - Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) mengkritisi kinerja Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim yang dalam melaksanakan tugas lebih mengedepankan paradigma teknologi dibanding menggunakan sisi humanisme.

Pergunu khawatir, Jika ini diteruskan maka kesuraman pendidikan di Indonesia akan semakin terbuka lebar karena sistem kebijakan dan komunikasi yang dibangun seperti sistem robot atau provider yang kaku.

Baca Juga

Nadiem Izinkan Siswa SMP dan SMA Kembali Bersekolah

Nadiem pun lebih mementingkan kebijakan ke depan tanpa memperhatikan sejarah perjalanan pendidikan di Indonesia. Mundurnya organisasi besar seperti NU, Muhammadiyah, dan PGRI yang sudah jelas kiprahnya dalam dunia pendidikan sejak sebelum kemerdekaan dari Program Organisasi Penggerak (POP), menjadi catatan buruknya kinerja dan komunikasi Nadiem Makarim.

Selain Kebijakan Organisasi Penggerak yang sarat kepentingan, beberapa program kontroversi lain yang dilakukan Nadiem seperti Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 Online yang carut-marut dan tidak koheren, konsep Merdeka Belajar yang sesungguhnya tak merdeka, komunikasi buruk dengan organisasi-organisasi profesi guru, dan tidak adanya keseriusan mengawal nasib guru swasta dan honorer.

“Apalagi di masa pandemi seperti ini, keadaan ekonomi yang Iesu, gaji yang tidak pasti namun tidak ada kebijakan afirmatif yang menolong nasib guru-guru kita,” ujar Wakil Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Pergunu, Ken Zuhri dikutip dari laman resmi NU, Minggu (26/7).

Nadiem bantah perintahkan pembayaran SPP lewat GoPay
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (Foto: antaranews)

Pergunu juga menilai tidak ada yang istimewa dari kebijakan-kebijakan yang diambil Nadiem. Sebaliknya, kebijakan Nadiem lebih banyak distorsi dan kontroversi dalam dunia pendidikan. Misalnya tak jelasnya arah kebijakan yang menyangkut daerah 3T.

“Padahal Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan telah menyatakan arah pembangunan kita dimulai dari daerah terluar dan terdepan. Namun Mendikbud belum juga menunjukkan kebijakan yang senada dengan Presiden Jokowi,” beber dia.

Baca Juga

Menteri Nadiem Perbolehkan Pembukaan Sekolah di Zona Hijau

Menurut Zuhri, Nadiem mengajak bangsa Indonesia untuk berlari meninggalkan ketertinggalan pendidikan, namun justru ia sendiri yang melarikan diri dari pokok persoalan pendidikan bangsa Indonesia. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Cuaca Ekstrem di Puncak Gunung Lawu, Jalur Pendakian Ditutup
Indonesia
Cuaca Ekstrem di Puncak Gunung Lawu, Jalur Pendakian Ditutup

KPH Gunung Lawu menurunkan petugas untuk menjaga tiga pintu masuk jalur pendakian

SKB 11 Menteri tentang Radikalisme justru Memperumit Birokrasi
Indonesia
SKB 11 Menteri tentang Radikalisme justru Memperumit Birokrasi

Pemerintah sudah bisa melakukan penanganan radikalisme terhadap ASN tanpa SKB 11 menteri.

Lebam di Tubuh Yodi Prabowo Bukan Dari Penganiayaan
Indonesia
Lebam di Tubuh Yodi Prabowo Bukan Dari Penganiayaan

Yodi diyakini meregang nyawa karena benda tajam

Para Pengambil Jenazah Positif COVID-19 Dijerat Pasal 214 KUHP
Indonesia
Para Pengambil Jenazah Positif COVID-19 Dijerat Pasal 214 KUHP

Polisi akan bergerak melakukan penangkapan terhadap para tersangka lain

Video Eks Wakapolri Bakal Tindak Polisi yang Amankan Demo Ciptaker Viral, Ini Klarifikasi Mabes Polri
Indonesia
Video Eks Wakapolri Bakal Tindak Polisi yang Amankan Demo Ciptaker Viral, Ini Klarifikasi Mabes Polri

Dalam video itu seolah Syafruddin masih menjabat sebagai Wakapolri

Menteri Basuki Tunggu Undangan Terkait Revitalisasi Monas
Indonesia
Menteri Basuki Tunggu Undangan Terkait Revitalisasi Monas

DPRD DKI Jakarta kemudian memutuskan untuk menghentikan sementara proyek tersebut sampai terjadi kejelasan akan izin-izin yang ada.

Jadi Relawan Vaksin, Ridwan Kamil: Kami Sudah Kelelahan
Indonesia
Jadi Relawan Vaksin, Ridwan Kamil: Kami Sudah Kelelahan

rangkaian relawan uji klinis terdiri dari 5 tahap. Tahap pertama disebut V0 yang kegiatannya terdiri dari pemeriksaan kesehatan dan tes swab.

Pandangan Gerindra Terhadap 7 Stafus Milenial Jokowi
Indonesia
Pandangan Gerindra Terhadap 7 Stafus Milenial Jokowi

Ia juga menilai, masuknya kalangan muda dalam kabinet Indonesia maju akan menghadirkan ide atau gagasan brilian bagi kemajuan bangsa.