Guru Besar UIN: Nilai-nilai Pancasila Harus Dibumikan Guru Besar Sosiologi Agama UIN Syarif Hidayatulah, Prof. Dr. Bambang Pranowo, MA. (Foto Ist)

MerahPutih.com - Pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat belum berjalan baik. Untuk itu perlu membumikan Pancasila yang mengandung nilai-nilai luhur bangsa dan agama ke dalam kehidupan masyarakat.

“Nilai-nilai Pancasila itu harus dibumikan untuk memperkuat pemahaman dan pengamalannya di masyarakat. Artinya lima sila yang ada di Pancasila harus diwujudkan dalam kehidupan masyarakat,” ujar Guru Besar Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatulah, Jakarta, Prof. Dr. Bambang Pranowo, MA, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Merahputih.com, Rabu (4/10).

Pancasila sebagai ideologi bangsa yang didalamnya mengandung nilai-nilai luhur bangsa dan agama terbukti mampu menyatukan berbagai keragaman di Indonesia. Namun itu belum cukup untuk membawa Indonesia menjadi negara yang aman, tentram, adil, dan makmur. Terbukti masih ada upaya-upaya untuk menggusur Pancasila sebagai dasar negara yang dilakukan pihak-pihak tertentu.

Ia menegaskan bila sila-sila Pancasila itu belum terwujud, jangan berharap Indonesia bisa menjadi negara yang damai, adil, dan makmur. Ia mencontohkan sila kelima yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Indonesia.

“Adanya komunitas yang ingin mengganti Pancasila itu karena merasa keadilan belum terwujud. Di mana pun kalau keadilan tidak terwujud, pasti akan mengundang masalah,” tukasnya.

Salah satu contoh, lanjut Bambang, di Australia, bila ada bangunan bertingkat yang tidak bisa dimasuki orang yang menggunakan kursi roda, dipastikan tidak akan mendapatkan izin. Artinya, semua aspek kehidupan harus adil dan berperikemanusiaan.

“Maunya Pancasila itu dibegitukan. Sekarang malah banyak orang menuduh orang lain tidak Pancasila, tapi dia sendiri malah korupsi,” jelas Bambang. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ini Alasan Anies Terbitkan Pergub 40 Tahun 2020 Tentang Sanksi PSBB
Indonesia
Ini Alasan Anies Terbitkan Pergub 40 Tahun 2020 Tentang Sanksi PSBB

Penerapan PSBB harus dipatuhi oleh seluruh masyarakan bukan hanya segelintir orang.

DPR Desak Larangan Mudik Disertai Penegakan Hukum
Indonesia
DPR Desak Larangan Mudik Disertai Penegakan Hukum

Perlu dilakukan sanksi sosial bagi warga atau keluarganya yang tidak disiplin jalankan hal ini.

Kritik Puan, Demokrat: Anggota DPR Saja Tidak Didengar Apalagi Rakyat
Indonesia
Kritik Puan, Demokrat: Anggota DPR Saja Tidak Didengar Apalagi Rakyat

"Sehingga pertanyaan yang muncul adalah jika anggota DPR saja tidak mau didengar pandangannya, bagaimana Ketua DPR RI mau dengarkan aspirasi dan harapan rakyat ?," ujar Ossy.

Lima Tujuan Pemprov DKI Bentuk Perda Penanganan COVID-19
Indonesia
Lima Tujuan Pemprov DKI Bentuk Perda Penanganan COVID-19

Pertama, memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat dari penularan dan penyebaran COVID-19.

Harapan MUI kepada Dewas dan Pimpinan Baru KPK
Indonesia
Harapan MUI kepada Dewas dan Pimpinan Baru KPK

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas berharap agar pimpinan dan Dewan Pengawas KPK yang baru mampu bekerja lebih baik lagi.

TNI-Polri Diharapkan Ikuti 3 Aspek Indikator Kesehatan oleh Gugus Tugas COVID-19
Indonesia
 100 Hari Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, Apa Saja yang Sudah Dikerjakan?
Indonesia
100 Hari Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, Apa Saja yang Sudah Dikerjakan?

Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman dalam keterangannya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/1) memaparkan bahwa tidak ada disain program 100 hari pemerintahan

Apkasi Bocorkan 3 Prinsip 'The New Normal', Apa Saja?
Indonesia
Apkasi Bocorkan 3 Prinsip 'The New Normal', Apa Saja?

Aspek kesehatan tetap diperhatikan dan sekaligus produktivitas ekonomi bisa perlahan ditingkatkan

DPRD DKI Realokasi Anggaran Rp256,5 untuk Penanganan COVID-19
Indonesia
DPRD DKI Realokasi Anggaran Rp256,5 untuk Penanganan COVID-19

Efisiensi anggaran dilakukan pada semua kegiatan kunjungan kerja alat kelengkapan dewan (AKD), sosialisasi perda, dan reses.