Guru Besar UGM Nilai RUU Cipta Kerja Bisa Tarik Investasi Baru Guru Besar Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) Prof. Wihana Kirana Jaya. Foto: MP/Teresa Ika/UGM

MerahPutih.com - Guru Besar Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) Prof. Wihana Kirana Jaya menilai Omnibus Law RUU Cipta Kerja merupakan salah satu solusi baru dalam menghadapi kemungkinan krisis ekonomi di masa pandemi COVID-19.

"Harus diakui kita perlu mencari paradigma baru di masa pandemi ini. Pemikirannya tidak bisa seperti di masa normal, harus di masa krisis juga. Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang ada saat ini upaya pemerintah untuk memulai lebih awal, sebelum kondisi normal kita harus menarik perhatian dan investasi-investasi baru," kata Wihana dalam keterangan pers di Yogyakarta, Kamis (30/7)

Baca Juga

Sambut Idul Adha, Daop 6 Operasikan Kembali 3 KA Jarak Jauh

Permasalahan pelik soal investasi yang dihadapi Indonesia seperti regulasi yang tumpang tindih serta birokrasi yang menyebabkan bottleneck investasi perlu diselesaikan segera.

"Meski awalnya ini dirancang ideal untuk masa sebelum pandemi untuk mendorong aggregat demand, tapi bukan berarti kita bisa bersantai. Harus ada pemikiran bagaimana kita bisa bersaing dengan negara-negara tetangga sementara peringkat kemudahan berbisnis kita masih tertinggal?," kata Wihana.

Guru Besar Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) Prof. Wihana Kirana Jaya
Guru Besar Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) Prof. Wihana Kirana Jaya

Staf khusus Kementerian Perhubungan ini juga menyoroti istilah investasi tidak bisa dilihat hanya sebagai investasi asing saja. Menurutnya, RUU Cipta Kerja juga memiliki semangat untuk mendorong investasi lokal yang basisnya ekonomi masyarakat.

"Justru dalam regulasi ini, ada batasan-batasan. Policy dan rule of the game-nya coba diselaraskan agar investasi lokal juga terdorong dan terakselerasi," katanya.

Hal ini juga diamini oleh ekonom dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Ahmad Maruf. Menurutnya, semangat RUU Cipta Kerja justru bisa mengakselerasi dan menstimulus ekonomi rakyat.

"Tidak hanya pro investor besar, RUU Cipta Kerja ini juga sangat pro investor lokal yang skalanya ekonomi rakyat. Regulasi dibabat untuk melihat kepentingan di lapangan langsung," kata Maruf.

Baca Juga

Kasus Pertama Sejak Wabah, WNI Positif COVID-19 di Tiongkok

Mengurus perizinan saat ini, menurut Maruf, harus diakui sangat sulit. Persyaratan-persyaratan memulai usaha juga seringkali tidak sesuai dengan skala usaha yang ada.

"UMKM kita saat ini tidak mudah untuk bisa memulai kembali. Dengan regulasi yang ada saat ini, UMKM harus membuat UPKL atau bahkan AMDAL, ya pastinya tidak mampu. Justru RUU Cipta Kerja ini mengedepankan peranan negara untuk masyarakat," kata Maruf. (Teresa Ika/Yogyakarta)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sumatera
Indonesia
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sumatera

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap 6 orang diduga termasuk dalam kelompok teroris.

Kontak Langsung Imam Tarawih Positif Corona, 54 Warga Jembatan Besi Jalani Tes Swab
Indonesia
Kontak Langsung Imam Tarawih Positif Corona, 54 Warga Jembatan Besi Jalani Tes Swab

"Kami data ada 70 orang, tapi yg ikutan cuman 54 orang," ujar Camat Tambora.

BPN Kota Tangerang Dinilai Tak Profesional
Indonesia
BPN Kota Tangerang Dinilai Tak Profesional

Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tangerang dinilai tak profesional dan mempersulit birokrasi terhadap masyarakat terkait permohonan blokir Sertifikat Hak Milik (SHM) 959/Cipete dan SHM 1185/Poris Plawad Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.

PAN Harap Inpres 6/2020 Timbulkan Efek Jera Pelanggar Protokol Kesehatan
Indonesia
PAN Harap Inpres 6/2020 Timbulkan Efek Jera Pelanggar Protokol Kesehatan

Orang tidak takut melakukan pelanggaran, karena tidak ada sanksi tegas

Kiat Kak Seto Agar Kasus Balita Samarinda Tanpa Organ Tubuh tak Terulang
Indonesia
Pembangunan JIS Bawa Dampak Positif Bagi Sektor Ekonomi di Tanjung Priok
Indonesia
Pembangunan JIS Bawa Dampak Positif Bagi Sektor Ekonomi di Tanjung Priok

Proyek pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) berpotensi memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi dan pariwisata khususnya di daerah Tanjung Priok.

Dengar Didi Kempot Meninggal, Hasto Kristiyanto Langsung Lapor ke Megawati
Indonesia
Dengar Didi Kempot Meninggal, Hasto Kristiyanto Langsung Lapor ke Megawati

Ketua Umun PDIP Megawati Soekarnoputri, merupakan salah satu sosok yang mengagumi daya kreasi campur sari Didi Kempot

 Polisi Masih Gamang Tindak Kendaraan Pelanggar PSBB
Indonesia
Polisi Masih Gamang Tindak Kendaraan Pelanggar PSBB

Ia pun menegaskan, pihaknya masih menunggu keputusan dari Pemprov DKI Jakarta soal sanksi, Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Pasal apa yang akan digunakannya nanti.

Antisipasi Demo, Sekolah Diminta Cek Pelajar 3 Kali Sehari
Indonesia
Antisipasi Demo, Sekolah Diminta Cek Pelajar 3 Kali Sehari

Berdasar data Polisi, selama dua kali demo 8 dan 13 Oktober 2020 lalu. ada 288 siswa yang diamankan.

Anies Khawatir Muncul Klaster Baru COVID-19 Usai Demo Tolak UU Ciptaker
Indonesia
Anies Khawatir Muncul Klaster Baru COVID-19 Usai Demo Tolak UU Ciptaker

Anies meminta semua demonstran untuk tertib dan pulang ke rumahnya masing-masing