Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Tegaskan Belum Ada Bukti Penularan Corona Lewat Udara Pemeriksaan pasien corona yang dilakukan secara masif oleh tim medis (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Profesor Dr dr H Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP yang juga guru besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI, menegaskan sampai sekarang belum ada pembuktian secara ilmiah bahwa penularan corona atua Covid-19 dapat terjadi lewat udara.

"Enggak itu hoax, jadi sampai saat ini bahwa belum ada pembuktian bahwa dia (virus) airborne atau ada di udara, tapi ketika misalnya dia ngomong atau droplets-nya lepas, iya," kata dr. Ari di Jakarta, Minggu (5/4).

Baca Juga:

PSI Usul Pemerintah Terbitkan Perppu untuk Libatkan Swasta Dalam Penanganan COVID-19

Lebih lanjut, Dokter Ari menerangkan penularan melalui udara dapat terjadi, misal jika seorang pasien positif melakukan perawatan di dokter gigi. Ketika giginya dibor, maka droplets akan terbang ke udara dan terhirup oleh sang dokter atau perawat yang berada dekat dengan sang pasien.

Ilustrasi penularan virus corona
Ilustrasi penularan virus corona atau Covid-19 (Foto: pixabay)

"Atau yang kita bisa bilang dia bekerja sebagai dokter gigi, waktu lagi ngebor, itu bisa aja yang kita bilang udaranya aerosol itu bisa menularkan. Artinya kita benar-benar ada di depan mulutnya, istilahnya saat dokter gigi bekerja lah kira-kira begitu," jelas dr. Ari.

"Tapi kalau kita jauh justru droplets-nya, bukan udaranya. Tapi kalau dokter gigi bekerja, dia bisa ketularan ya karena itu tadi. Kalau dia enggak pakai masker misalnya," lanjutnya.

Sampai saat ini, sebagaimana dilansir Antara, penularan virus corona masih tetap melalui droplets yang menempel pada tangan atau permukaan lainnya. Bila Anda menyentuh wajah, mulut dan mata dengan tangan yang sudah terpapar dengan virus corona, maka kemungkinan besar akan tertular.

Baca Juga:

Hari Ini 50.000 Alat Tes Pemeriksaan COVID-19 dari Korea Selatan Tiba di Jakarta

"Anda bersin, Anda enggak pakai masker, Anda bisa nularin ke orang sekitar. Di beberapa report di luar itu bahwa sopir nularin ke penumpang sama satu lagi bisa saja, guide waktu itu tertular dari penumpangnya," kata dr. Ari.

"Nguap kalau sambil bersin ya bisa menulari, kalau nguap doang sih enggak. Sampai saat ini kita belum bisa bilang itu menularkan (lewat udara), masih tetap dari droplet, sifatnya begitu," pungkasnya.(*)

Baca Juga:

Anies Wajibkan Penumpang Angkutan Umum Jakarta Pakai Masker

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pasien OTG di RS Darurat Wisma Atlet Capai 1.984 Orang
Indonesia
Pasien OTG di RS Darurat Wisma Atlet Capai 1.984 Orang

Jumlah penderita COVID-19 yang menjalani perawatan di RS Darurat Wisma Atlet mengalami perubahan setiap harinya.

 Berani Berkeliaran di Jalan, Pengamen Ondel-Ondel Diberi Sanksi Kurungan Penjara
Indonesia
Berani Berkeliaran di Jalan, Pengamen Ondel-Ondel Diberi Sanksi Kurungan Penjara

"Kita kan sudah punya perdanya disitu dimasukkan salah satu klausul bahwa ondel-ondel tidak boleh dipakai untuk ajang ngamen," papar dia.

Kasus Positif Corona Melonjak, Pemda DIY Diminta Aktifkan Shelter Khusus OTG
Indonesia
Kasus Positif Corona Melonjak, Pemda DIY Diminta Aktifkan Shelter Khusus OTG

"Jangan sampai pasien dengan gejala sakit sedang apalagi berat tidak bisa mendapatkan perawatan di rumah sakit secara memadai sehingga rawan menjadi lebih parah," kata dia.

 Permenhub Terkait Ojol Dianggap Berbahaya dan Terkesan Plin-Plan
Indonesia
Permenhub Terkait Ojol Dianggap Berbahaya dan Terkesan Plin-Plan

"Ini kebijakan yang aneh. Dan membahayakan. Kebijakan yang tak sinkron diantara pemerintah pusat sendiri (Menkes dan Menhub). Kebijakan yang plintat plintut," kata Ujang

Pemilik Hotel Karantina Pasien COVID-19 Diminta Taat Prokes
Indonesia
Pemilik Hotel Karantina Pasien COVID-19 Diminta Taat Prokes

Pemerintah Pusat juga telah menyiapkan sejumlah fasilitas isolasi, seperti Wisma Atlet dan beberapa hotel

Update COVID-19 DKI Rabu (21/10): 97.217 Positif, 82.178 Orang Sembuh
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Segera Evakuasi WNI di Wuhan
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Segera Evakuasi WNI di Wuhan

"Membiarkan WNI kita tetap berada di sana sama saja dengan membiarkan mereka menunggu giliran terinfeksi," kata dia

Kondisi Terkini Dua Pasien Positif Corona di RSPI Sulianti Saroso
Indonesia
Kondisi Terkini Dua Pasien Positif Corona di RSPI Sulianti Saroso

Kondisi kesehatan dua pasien positif virus corona saat ini terus membaik.

Survei Y-Publica: Elektabiltas Prabowo 23,7 Persen, Puan Maharani 1,1 Persen
Indonesia
Survei Y-Publica: Elektabiltas Prabowo 23,7 Persen, Puan Maharani 1,1 Persen

"Rata-rata mereka diuntungkan dengan posisi saat ini menjabat di kekuasaan, baik menteri maupun gubernur/walikota," ujar Hartono

Satu Pasien Corona yang Dirawat di RSPI Meninggal
Indonesia
Satu Pasien Corona yang Dirawat di RSPI Meninggal

Pasien itu belum diketahui apakah mengidap virus corona