Gunung Semeru Masih Berpotensi Erupsi, Masyarakat Diminta Waspada Awan Panas Guguran dari Gunung Semeru pada Sabtu 4 Desember 2021, pukul 17.24 WIB. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana (PVMBG) meminta kepada masyarakat di sekitar Gunung Semeru untuk tetap waspada. Sebab, potensi erupsi Gunung Semeru masih bisa terus terjadi.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Andini mengatakan, mengatakan dalam 12 jam terakhir guguran awan panas terjadi pukul 08.00 dan pukul 09.00 WIB, dengan jarak luncuran mencapai 3 hingga 4 kilometer.

Baca Juga

BPPTKG Nilai Ada Kemungkinan Erupsi Gunung Merapi Seperti Semeru

“Sehingga kami menyarankan warga agar menghindari daerah-daerah yang merupakan (tempat) guguran awan panas,” kata Andiani dalam keterangannya, Senin (6/12).

Karena itu, kata Andiani, potensi guguran awan panas masih ada. Namun kapan persisnya akan terjadi? Tidak bisa diperkirakan. Sebab itulah gunung Semeru masih akan terus dipantau secara ketat, termasuk mengawasi alat deteksi getaran tanah di kawasan gunung yang bisa menjadi indikasi datangnya guguran awan panas.

"Hasil pemantauan getaran tanah ini akan disampaikan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaannya," sambungnya.

Mengenai potensi lahar, Andiani mengatakan bahwa puncak gunung Semeru masih menyimpan material hasil erupsi dengan volume cukup banyak. Meski volume ini belum bisa dihitung.

Material memiliki potensi banjir lahar terutama di saat curah hujan meningkat. Terlebih BMKG sudah memperingatkan bahwa curah hujan hingga dua bulan ke depan masih tinggi.

Baca Juga

Korban Meninggal Erupsi Gunung Semeru Capai 22 Orang

Kewaspadaan banjir lahar ini terutama untuk daerah bukaan kawah di bagian selatan melalui sungai Besuki. Jika hujan deras, material di kawah gunung Semeru akan terbawa melalui aliran sungai ini.

Meski demikian, PVMBG belum akan menaikan status gunung Semeru yang saat ini masih Waspada. Status ini berlangsung lama sejak 2012. Namun tidak menutup kemungkinan status tersebut akan ditingkatkan.

“Kami rasa perlu ditingkatkan. Kami rasa belum waktunya diturunkan,” katanya.

Selain itu, PVMBG telah menyampaikan peringatan dini tentang meningkatnya aktivitas Semeru kepada pemerintah daerah setempat, sebelum terjadinya letusan pada 4 Desember kemarin. Dalam riwayatnya, gunung Semeru memang pernah menimbulkan guguran awan panas, namun tak sejauh erupsi pada 4 Desember kemarin.

“Memang 4 Desember jarak luncuran awan panasnya 11 kilometer. Setelah 4 Desember jarak luncuran 3,5-4 kilometer. Namun demikian kami tetap waspada dan terus melakukan monitoring untuk disampaikan kepada masyarakat,” terangnya. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga

Besok Jokowi Tinjau Posko Korban Erupsi Gunung Semeru

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Update COVID-19 Minggu (16/1): 855 Kasus Baru, DKI Penyumbang Terbanyak
Indonesia
Update COVID-19 Minggu (16/1): 855 Kasus Baru, DKI Penyumbang Terbanyak

Sementara itu, jumlah pasien positif COVID-19 yang dinyatakan meninggal dunia juga bertambah sebanyak 3 orang

Penjualan Ilegal Batu Bara Bisa Dijerat UU Minerbal
Indonesia
Penjualan Ilegal Batu Bara Bisa Dijerat UU Minerbal

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan terdapat lebih dari 2.700 pertambangan tanpa izin,

Kata Anies Usai Diperiksa KPK Selama 11 Jam
Indonesia
Kata Anies Usai Diperiksa KPK Selama 11 Jam

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan rampung diperiksa tim penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (7/9).

Ferdinand Hutahaean Segera Diadili
Indonesia
Ferdinand Hutahaean Segera Diadili

Polda Metro Jaya telah melimpahkan tersangka mantan politikus Demokrat itu ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat.

Polda Jabar Minta Pemda Bikin Posko di Tiap Kecamatan Pantau Kesehatan Pemudik
Indonesia
Polda Jabar Minta Pemda Bikin Posko di Tiap Kecamatan Pantau Kesehatan Pemudik

Posko ini guna melakukan pemeriksaan kepada pemudik yang belum menjalani vaksinasi booster.

Tim Gabungan TNI Diberangkatkan ke Kenyam
Indonesia
Tim Gabungan TNI Diberangkatkan ke Kenyam

Tim gabungan yang dipimpin Kepala Seksi Intel Korem 172/PWY Letnan Kolonel Kavaleri Kristyanto saat ini melakukan investigasi terkait kasus penyerangan tersebut.

Mahfud MD Sebut Presiden Jokowi Sudah Kantongi Nama untuk Menpan RB
Indonesia
Mahfud MD Sebut Presiden Jokowi Sudah Kantongi Nama untuk Menpan RB

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamana (Menkopolhukam), Mahfud MD mengatakan, Presiden Joko Widodo sudah mengantongi nama yang akan mengisi jabatan menpan RB.

DPR: Pemerintah Harus Stabilkan Pasokan dan Harga Pangan Sebelum Ramadan
Indonesia
DPR: Pemerintah Harus Stabilkan Pasokan dan Harga Pangan Sebelum Ramadan

Ketua DPR RI, Puan Maharani mengingatkan para pemangku kebijakan untuk memastikan agar stok pangan di pasar tersedia sehingga tidak terjadi lonjakan harga.

Anggota DPR Sebut Pembelian Kebutuhan Pokok dan BBM Gunakan Aplikasi Bikin Sulit
Indonesia
Anggota DPR Sebut Pembelian Kebutuhan Pokok dan BBM Gunakan Aplikasi Bikin Sulit

Anggota Komisi IX PR RI Netty Prasetiyani meminta agar kebijakan pembelian menggunakan aplikasi ditinjau kembali.

TSP Sebut Pembangunan Halte Tosari dan HI Ambil Hak Publik
Indonesia
TSP Sebut Pembangunan Halte Tosari dan HI Ambil Hak Publik

Langkah PT TransJakarta membangun halte Tosari dan Bundaran Hotel Indonesia (HI) disesalkan Ketua Tim Sidang Pemugaran (TSP) DKI Jakarta Boy Bhirawa.