Gunung Anak Krakatau Hingga Senin Siang Tak Terdengar Suara Dentuman Foto: Kondisi Gunung Anak Krakatau yang divideokan dari KRI Teluk Cirebon 543 pads 26/12/2018, 16.33 WIB. (Ist/Twitter/Sutopo_PN)

Merahputih.com - Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung menunjukkan aktivitas kegempaan letusan maupun embusan sepanjang pengamatan hingga Senin siang ini.

Pengamatan Badan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Senin (31/12) siang, pada periode pengamatan 31 Desember 2018, pukul 06.00 sampai dengan 12.00 WIB, visual gunung jelas hingga kabut 0-III.

"Asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal dan tinggi 100-300 meter di atas puncak kawah dan tidak terdengar suara dentuman," jelas Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Windi Cahya Untung, dalam keterangan tertulisnya, senin (31/12).

Sedangkan, untuk aktivitas kegempaan terpantau terjadi kegempaan letusan sebanyak 11 kali, amplitudo 18-35 mm, durasi 85-320 detik. Kegempaan embusan sebanyak 11 kali, amplitudo 2-21 mm, durasi 40-186 detik.

Gunung api di dalam laut kini ketinggiannya tinggal 110 meter dari permukaan laut (mdpl), dari sebelumnya setinggi 338 mdpl, selama pengamatan itu cuaca berawan dan hujan.

Lava pijar dari Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kalianda, Lampung Selatan, Kamis (19/7). (ANTARA FOTO/Elshinta)

Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur laut dan timur. Suhu udara 26-28 derajat Celsius, dan kelembaban udara 78-89 persen. Volume curah hujan tidak tercatat.

Menurut laporan Antara, data tersebut diambil dari Stasiun Sertung di pulau gugusan dekat Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Kesimpulan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level III (Siaga), dan direkomendasikan masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 5 km dari kawah. (*)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH