berita-singlepost-banner-1
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Warga dan Wisatawan Dilarang Mendekat Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. (MP/Sucitra De)
berita-singlepost-banner-2
berita-singlepost-mobile-banner-7

MerahPutih.com - Gunung Anak Gunung Krakatau bererupsi dan mengeluarkan kolom abu setinggi kurang lebih 1000 meter di atas puncak gunung utama (± 1.157 meter di atas permukaan laut) pada Selasa (31/12) pukul 06.51 WIB.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Agus Wibowo mengatakan kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah selatan.

Baca Juga

Bagian Gunung Anak Krakatau Muncul Setelah Alami Longsor

"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 41 mm dan durasi ± 1 menit 33 detik," kata Agus dalam keterangan tertulisnya, Selasa (31/12).

Erupsi Gunung Anak Krakatau terlihat dari KRI Torani 860 saat berlayar di Selat Sunda, Lampung, Selasa (1/1/2019). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.
Erupsi Gunung Anak Krakatau terlihat dari KRI Torani 860 saat berlayar di Selat Sunda, Lampung, Selasa (1/1/2019). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.

Menurut Agus, sebelumnya erupsi juga terjadi dengan tinggi kolom abu ± 2.000 meter di atas puncak pada Senin (30/12) kemarin.

"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah selatan," ujarnya.

Berdasarkan laporan yang diterima dari tim Kementerian ESDM, Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), gunung api paling aktif di Selat Sunda itu masih bererupsi hingga sekarang.

Baca Juga

PVMBG: Gunung Anak Krakatau Alami 6 Kali Kegempaan Embusan

Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level II (Waspada). Masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 kilometer dari kawah. (Pon)

Kredit : ponco

berita-singlepost-mobile-banner-3
Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4
berita-singlepost-banner-5
berita-singlepost-banner-6