Gunung Agung Status Waspada, Warga Bali Gelar Doa dan Siaga Bersama Polisi dan warga memantau aktifitas Gunung Agung (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

MerahPutih.Com - Aktivitas kegempaan Gunung Agung pada hari Jumat (15/9) mencapai 27 kali, meningkat dibandingkan dengan pada Sabtu (16/9) yang tercatat 73 kali kegempaan vulkanik.

Demikian pula pada Minggu (17/9) yang dipantau sejak pukul 00.00 hingga 12.00 Wita, kegempaan vulkanik tercatat 50 kali meskipun statusnya masih tetap waspada.

Pemerintah Provinsi Bali melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, Dewa Indra, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, dan instansi terkait lainnya, sejak dini telah melakukan rapat koordinasi untuk menyatukan langkah terkait dengan kesiapsiagaan terhadap bencana.

Rapat koordinasi itu, melibatkan seluruh jajaran instansi terkait, antara lain membahas pelaksanaan simulasi siaga bencana Gunung Agung serta melakukan persembahyangan bersama untuk memohon agar bencana letusan Gunung Agung tidak terulang kembali.

Persembahyangan itu untuk memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Ida Sanghyang Widhi Wasa. Persembahyangan tersebut agar bencana yang pernah terjadi pada 1963, tidak terulang lagi di Kabupaten Karangasem.

Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengaku telah menginstruksikan kepada seluruh stafnya untuk melakukan persembahyangan bersama di 17 pura besar di daerah ujung timur dari Pulau Dewata itu.

Demikian pula, pihaknya meminta seluruh masyarakat Karangasem melakukan persembahyangan untuk memohon agar Kabupaten Karangasem tetap aman serta tidak terjadi bencana.

Sementara itu, Wakil Bupati Karangasem I Wayan Arta Dipa beserta staf melakukan persembahyangan di Pura Besakih, tempat suci terbesar di Pulau Dewata.

Simulasi bencana Pemerintah Kabupaten Karangasem yang didukung Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, segera menggelar simulasi siaga bencana supaya warga mengantisipasi jika terjadi bencana erupsi Gunung Agung.

Simulasi untuk meningkatkan kewaspadaan seluruh masyarakat itu mulai dilaksanakan pada Senin (18/9) yang menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Karangasem. Simulasi tahap pertama dilaksanakan di Kecamatan Abang, menyusul kecamatan lainnya, dalam satu hari dilaksanakan di tiga hingga empat kecamatan sehingga dalam waktu dua hari seluruh kecamatan tuntas mendapatkan ilmu tentang kesiapsiagaan terhadap bencana.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Bali Gede Made Jaya Serataberana mengatakan pihaknya telah mengamati dan mencermati jalur-jalur yang mempunyai riwayat terdampak letusan Gunung Agung pada 1963.

Pada jalur-jalur tersebut, telah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai kesiapsiagaan bencana, menyikapi meningkatnya status Gunung Agung dari level I (normal) ke level II (waspada).

Untuk itu, pihak BPBD Provinsi Bali mengintensifkan pemantauan dan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, serta melakukan langkah antisipasi dan meningkatkan kesiapsiagaan.

Masyarakat diharapkan tidak panik dan tetap berdoa memohon kerahayuan dan keselamatan.(*)

Sumber : https://antaranews.com


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH