Gugus Tugas Corona Sebut Kaum Muda Berpotensi Jadi Silent Killer Pekerja berjalan di atas JPO Dukuh Atas, Jakarta, Senin (4/5/2020). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/pras.

MerahPutih.com - Anggota Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dr Budi Santoso mengatakan, kebanyakan kaum muda tidak sadar telah terinfeksi sehingga tidak merasa sebagai pembawa virus corona yang bisa menularkan kepada orang lain.

“Bagi kaum muda, COVID-19 kebanyakan tidak ada gejala atau tidak ada gejala klasik yang sering kita sebut sebagai orang tanpa gejala,” kata Budi saat jumpa pers secara daring yang disiarkan akun Youtube BNPB di Jakarta, Rabu (6/5).

Baca Juga:

Demokrat: 2 Bulan ke Depan Masa Sangat Rawan COVID-19 Bagi Republik Ini

Budi mengatakan, orang tanpa gejala itu seringkali menjadi pembunuh senyap (silent killer). Kaum muda sering kali salah persepsi bahwa gejala yang ada hanya flu biasa sehingga tidak merasa sebagai pembawa virus yang bisa menularkan kepada orang lain yang mungkin lebih rentan.

Menurut Budi, corona penyebab COVID-19 pada dasarnya sama dengan virus penyebab penyakit lain, tetapi jauh lebih agresif.

“Informasi yang banyak disebarluaskan tentang COVID-19 selama ini sudah banyak yang benar dan membantu mencerdaskan masyarakat,” tuturnya.

Ia menjelaskan, kaum muda bisa berperan serta dalam memutus rantai penularan COVID-19 dengan disiplin memantau kondisi tubuh dan informasi terkini tentang COVID-19.

Sejumlah pekerja berjalan usai bekerja dengan latar belakang gedung perkantoran di Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (16/4/2020). Pemprov DKI Jakarta akan memberikan saksi berupa mencabut perizinan kepada perusahaan yang tetap beroperasi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kecuali delapan sektor yang memang diizinkan. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp.
Sejumlah pekerja berjalan usai bekerja dengan latar belakang gedung perkantoran di Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (16/4/2020). Pemprov DKI Jakarta akan memberikan saksi berupa mencabut perizinan kepada perusahaan yang tetap beroperasi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kecuali delapan sektor yang memang diizinkan. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp.

Aplikasi Bersatu Lawan COVID-19 bisa diunduh dan sangat berguna bagi kaum muda. "Kaum milenial daripada di rumah tidak melakukan apa-apa atau hanya melakukan rutinitas, bisa melakukan hal yang lebih bermanfaat dengan memanfaatkan aplikasi tersebut,” katanya.

Budi mengatakan, kaum muda yang merasa badannya tidak terlalu sehat bisa mengecek kondisi badannya menggunakan aplikasi Bersatu Lawan COVID sekaligus memeriksa tingkat kerawanan di daerahnya masing-masing.

“Edukasi terbaik di masyarakat, terutama terhadap kaum muda. Bila masyarakat sudah teredukasi, maka kasus infeksi akan berkurang dan bisa mengurangi beban kerja medis,” jelasnya.

Baca Juga:

Pengamat Duga Kebijakan Pemerintah 'Pagi Tahu Sore Tempe' Demi Kepentingan Bisnis

Oleh sebab itu, pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 meminta agar kaum milenial untuk menaati peraturan pemberantasan sosial berskala besar (PSBB) guna menghindari hal yang tidak diinginkan.

"Kebetulan saya bergabung di Gugus Tugas dan teman-teman saya kebanyakan juga milenial, tugas saya sehari-hari mereview standar APD, laboratorium pemeriksaan reagen PCR, dan lainnya," pungkas Budi. (Knu)

Baca Juga:

KRL Masih Beroperasi, 5 Kepala Daerah Surati Budi Karya Sumadi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PT KCI Sediakan Ruang Pelayanan Disabilitas di Stasiun Juanda
Indonesia
PT KCI Sediakan Ruang Pelayanan Disabilitas di Stasiun Juanda

Pengguna jasa difabel juga dapat memanfaatkan layanan khusus disabilitas di nomor 081296605747

 Hari Ini Pemprov DKI Distribusikan 68.551 Paket Sembako ke Warga Imbas Corona
Indonesia
Hari Ini Pemprov DKI Distribusikan 68.551 Paket Sembako ke Warga Imbas Corona

"Tidak ada pemberian berupa uang tunai pada bantuan sosial ini," tegas dia.

WALHI: COVID-19 Menunjukkan Kita Bangsa yang Rentan
Indonesia
WALHI: COVID-19 Menunjukkan Kita Bangsa yang Rentan

Kita tidak tahu sampai kapan dapat bertahan

Pilkada Berlanjut, Pemerintah dan DPR Hanya Mikir Kekuasaan
Indonesia
Pilkada Berlanjut, Pemerintah dan DPR Hanya Mikir Kekuasaan

"Kekuasaan disamakan dengan kepemimpinan dan kekuasaan tidak lagi mengindahkan aspek moral dalam kehidupan kita sebagai bangsa," tutur Allisa.

DPR Perlu Bentuk Pansus Usut Keterlibatan Pihak Lain dalam Korupsi Komisioner KPU
Indonesia
DPR Perlu Bentuk Pansus Usut Keterlibatan Pihak Lain dalam Korupsi Komisioner KPU

DPR perlu membentuk panitia khusus (pansus) untuk mengusut tuntas kasus yang melibatkan komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Akhir Tahun 2020, Seluruh Imigrasi Jakarta Ditarget Terapkan Paperless dan E-billing
Indonesia
Akhir Tahun 2020, Seluruh Imigrasi Jakarta Ditarget Terapkan Paperless dan E-billing

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Jakarta Barat mengeluarkan inovasi paperless dan e-billing.

Polisi Dihadang Laskar FPI Saat Antar Surat Panggilan Kedua Rizieq Shihab
Indonesia
Polisi Dihadang Laskar FPI Saat Antar Surat Panggilan Kedua Rizieq Shihab

Dalam pengiriman surat kali ini, polisi kembali sempat diadang oleh para Laskar Pembela Islam (LPI).

Ini Jadwal Masuk Sekolah Tatap Muka di Yogyakarta
Indonesia
Ini Jadwal Masuk Sekolah Tatap Muka di Yogyakarta

Pembukaan sekolah tatap muka di seluruh Yogyakarta menunggu hasil evaluasi risiko penularan COVID-19 di perguruan tinggi.

Polri dan Kejagung Diminta Libatkan KPK Gelar Perkara Djoko Tjandra dan Jaksa Pinangki
Indonesia
Polri dan Kejagung Diminta Libatkan KPK Gelar Perkara Djoko Tjandra dan Jaksa Pinangki

Hal itu sebagai bentuk supervisi KPK terhadap penanganan kasus tersebut.

Reaksi TNI Dituduh Bunuh 13 Anggota KKB
Indonesia
Reaksi TNI Dituduh Bunuh 13 Anggota KKB

Kapuspen TNI Mayjen Sisriadi mengatakan, laporan OPM tersebut merupakan gaya primitif di era digital