Gugus Tugas Ambil Langkah Responsif Tangani Persoalan RS Darurat Wisma Atlet Ilustrasi: Petugas menyemprot disinfektan (MP/Pixabay.com/Mampu)

MerahPutih.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 telah mengambil langkah responsif terkait adanya laporan yang tidak diinginkan, dari peserta karantina Tower 9 Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, mengenai kurang siapnya infrastruktur, baik dari sarana dan prasarana maupun pelayanannya.

Dalam hal ini, Gugus Tugas memastikan bahwa apa yang telah terjadi tersebut bersifat insidentil. Gugus Tugas dapat memahami apa yang terjadi terkait kekurangan tersebut sehingga menimbulkan sesuatu yang tidak diharapkan.

Baca juga:

Jaga Kesehatan Mental selama Pandemi, Physical Distancing Picu Depresi dan Keinginan Bunuh Diri

Berdasarkan laporan yang diterima Gugus Tugas dari Wakil Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) RS Darurat Wisma Atlet Brigjen TNI M. Saleh, pada hari Sabtu (14/5) terjadi ketibaan para peserta karantina WNI yang kembali ke Tanah Air atau repatriasi yang terdiri dari Anak Buah Kapal (ABK), Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan juga mahasiswa dari berbagai negara, melalui Bandara Soekarno Hatta dengan jumlah lebih dari 1.000 orang.

Sebelum melakukan karantina di Wisma Atlet, para WNI telah mengikuti tahapan protokol kesehatan yang dilaksanakan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) meliputi skrining suhu tubuh, tes cepat (rapid test) dan pengisian formulir kesehatan.

Setibanya di kompleks Wisma Atlet, mereka langsung diarahkan untuk menghuni Tower 9 Wisma Atlet, yang mana tower tersebut adalah wisma karantina, bukan rumah sakit.

Dalam hal ini tower tersebut memang sifatnya adalah cadangan, belum digunakan atau diaktifkan secara penuh.

"Kami perlu jelaskan bahwa Tower 9 atau Blok C2 ini adalah wisma karantina untuk repatriasi, jadi bukan termasuk RS Darurat Wisma Atlet," kata Brigjen TNI M. Saleh dalam keterangannya, Rabu (20/5).

Sebagai informasi, sesuai kebijakan aturan yang telah dikeluarkan Pemerintah Indonesia, beberapa tower di kompleks Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet disiapkan sebagai lokasi karantina bagi Warga Negara Indonesia (WNI) repatriasi dari berbagai negara.

Terkait pengoperasian Wisma Atlet, ada beberapa tower yang memang belum dioperasikan dan bersifat antisipatif. Artinya tower baru akan diaktivasi ketika terjadi lonjakan peserta karantina, baik dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun pasien COVID-19.

Virus corona (Foto: Pixabay/congerdesign)

Gugus Tugas juga menyadari bawa pada saat itu petugas dari TNI, dari KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) maupun dari instansi terkait pun masih sangat terbatas. Sehingga dalam hal ini diakui bahwa kesiapan belum seluruhnya maksimal.

Melihat kondisi tersebut, Ketua Gugus Tugas Doni Monardo telah memberikan arahan kepada jajarannya dan unsur terkait untuk mengambil tindakan dengan melakukan peningkatan mulai dari sistem penerimaan, pengamanan, dukungan logistik, kesiapan fasilitas dan pemeriksaan laboratorium untuk uji sampel dan tes swab sampai dengan pengembalian atau pemulangan.

Selain itu Doni Monardo yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah mengambil tindakan untuk mengingkatkan koordinasi antar lembaga/Tim kerja mulai dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Direktorat Jenderal Imigrasi, Otoritas Bandara dan Pelabuhan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian BUMN, TNI & POLRI, sehingga semua kendala yang dihadapi segera mendapatkan solusi yang terbaik.

Dalam hal ini, Wapangkogasgab RSD Wisma Atlet, Brigjen TNI M. Saleh bersama pihak terkait telah melakukan upaya-upaya untuk perbaikan insfrastruktur, layanan, fasilitas dan segala sesuatu yang dianggap perlu secara bertahap.

"Kondisi sekarang sudah jauh berbeda. Sejak diterima saat pendaftaran, saat pemeriksaan, menjalani masa karantina sampai sembuh sampai dinyatakan bisa meninggalkan Wisma Atlet, semuanya sudah dapat berjalan dengan baik", ungkap Brigjen TNI M. Saleh.

Selain itu Brigjen TNI M. Saleh juga meminta kerja sama dari para WNI repatriasi yang baru masuk ke dalam Tower 9 Wisma Atlet agar dengan penuh kesadaran mematuhi aturan protokol kesehatan secara mandiri tanpa harus diarahkan.

"Saya menghimbau walaupun tanpa ada tulisan atau pengawasan petugas, siapapun sadar untuk menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menjaga kebersihan," tuturnya.

Menurut laporan Brigjen TNI M. Saleh, dalam kurun waktu kurang dari seminggu dioperasionalkan, terdapat 2.158 WNI repatriasi yang sudah masuk dan sedang menjalani karantina di wisma karantina, Tower 9 Wisma Atlet Kemayoran.

Baca juga:

Bahaya Hipertensi Bagi Pasien COVID-19

Sebagai informasi tambahan, data yang dihimpun sementara per tanggal 19 Mei 2020 pukul 14.00 WIB didapatkan bahwa pasien rawat inap di RS Darurat Wisma Atlet mencapai 1.167 yang terdiri dari 781 laki-laki dan 386 perempuan.

Sedangkan untuk pasien terkonfirmasi positif ada sebanyak 1.043 orang, ODP 89 dan PDP 35 orang. Kemudian untuk pasien keluar ada sebanyak 1.516 orang, dirujuk ke RS lain 99 orang, tidak rawat inap 928, pasien sembuh 1.414 dan meninggal 3 orang. (Pon)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hanya di Daerah ini Pertemuan Terbatas saat Pilkada Serentak Diizinkan
Indonesia
Hanya di Daerah ini Pertemuan Terbatas saat Pilkada Serentak Diizinkan

Mantan Kapolri ini meminta para pasangan calon (Paslon) yang maju dalam Pilkada Serentak 2020 agar menggunakan media daring dalam berkampanye.

Profesi Gembong Teroris di Aceh, dari Pengusaha Kafe sampai ASN
Indonesia
Profesi Gembong Teroris di Aceh, dari Pengusaha Kafe sampai ASN

Densus 88 Antiteror Mabes Polri telah mengamankan lima terduga teroris di sejumlah lokasi di wilayah Aceh, yakni di Kota Langsa, Banda Aceh dan di Aceh Besar.

Hakim PN Jaksel Tolak Gugatan Praperadilan Rizieq
Indonesia
Hakim PN Jaksel Tolak Gugatan Praperadilan Rizieq

Putusan itu diambil setelah mempertimbangkan surat permohonan dan surat jawaban yang diajukan pihak pemohon dan termohon

Pandemi COVID 19 Bikin Ketimpangan Pendapatan Meningkat
Indonesia
Pandemi COVID 19 Bikin Ketimpangan Pendapatan Meningkat

IMF mendesak para pembuat kebijakan Asia untuk memperluas akses ke layanan kesehatan dan dasar, keuangan, dan ekonomi digital.

Berani Umumkan Positif COVID-19, Anies Dinilai Sosok Bertanggung Jawab
Indonesia
Berani Umumkan Positif COVID-19, Anies Dinilai Sosok Bertanggung Jawab

Menurut Moeldoko, pengumuman itu sebagai bentuk pertanggungjawaban dan sebuah perhatian.

Munaslub Berkarya Kembalikan Posisi Tommy Soeharto sebagai Ketua Dewan Pembina
Indonesia
Munaslub Berkarya Kembalikan Posisi Tommy Soeharto sebagai Ketua Dewan Pembina

Susunan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Berkarya periode 2017-2022 telah dicabut dan tidak berlaku lagi.

Mulai Jumat Warga dari Luar Jabodetabek Wajib Tunjukkan SIKM
Indonesia
Mulai Jumat Warga dari Luar Jabodetabek Wajib Tunjukkan SIKM

Pengurusan dan persyaratan SIKM dapat diakses melalui situs corona.jakarta.go.id.

Keindahan Dan Fasilitas Modern Bandara Internasional Yogyakarta
Indonesia
Keindahan Dan Fasilitas Modern Bandara Internasional Yogyakarta

Area tenant untuk UMKM seluas 1.500 meter persegi di dalam terminal, yang dapat menampung 300 UMKM dan area seluas 880 meter persegi di Gedung Penghubung yang dapat mengakomodir 170 UMKM.

DKI Klaim Sudah Lakukan Tes PCR Melebihi Standar WHO
Indonesia
DKI Klaim Sudah Lakukan Tes PCR Melebihi Standar WHO

Pemprov DKI Jakarta memberikan dukungan biaya tes kepada Laboratorium BUMN dan swasta yang ikut berjejaring bersama dalam pemeriksaan sampel program.