Gugatan Partai Demokrat Pada Kader Pengusung Moeldoko Masih Buntu Ketum Demokrat AHY. (Foto: Partai Demokrat)

MerahPutih.com - Pengurus Pusat Partai Demokrat mengajukan syarat kepada 12 pengurus kelompok kongres luar biasa (KLB) Deli Serdang, saat mediasi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jakarta, Kamis (4/6). Namun, Partai Demokrat tidak memberikan informasi detail syarat-syarat apa saja yang diajukan.

"Isi lengkap syarat-syarat itu termuat dalam dokumen proposal yang telah diserahkan kepada pihak tergugat," kata Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Teuku Riefky Harsa usai mediasi di PN Jakarta Pusat, Kamis (4/6).

Ia menegaskan, pengajuan syarat dengan mengacu dan pengakuan atas keputusan dari seluruh pemilik suara Partai Demokrat pada saat kongres, yaitu menetapkan AD/ART, menetapkan ketua umum.

Baca Juga:

Strategi Jadi Alasan Partai Demokrat Sempat Daftarkan Logo Partai Atas Nama SBY

"Dan itu juga sudah diberikan ke negara, diperiksa, dan akhirnya disahkan oleh Negara," kata

Hakim mediator Bernadette Samosir dalam pertemuan tertutup itu telah memberi kesempatan bagi dua pihak menyampaikan pandangan terhadap isi gugatan. Usai masing-masing pihak menyampaikan pandangannya, penggugat menyerahkan dokumen proposal kepada tergugat.

Proposal dari dua pengurus utama Partai Demokrat itu akan ditanggapi secara tertulis oleh para tergugat. Tanggapan secara tertulis kemudian akan diserahkan kepada penggugat dan hakim mediator saat pertemuan mediasi berikutnya di PN Jakarta Pusat yang dijadwalkan pada minggu depan (10/6).

"Hakim mediasi mengatakan responsnya ditunggu secara tertulis 1 minggu. Kami akan menunggu hasilnya seperti apa," kata Riefky yang didampingi oleh ketua tim kuasa hukum, Bambang Widjojanto.

Saat ditanya mengenai kemungkinan damai, Teuku Riefky belum dapat memastikan ada titik temu antara dua pengurus Partai Demokrat dan pihak KLB. Namun, dia menyebut mediasi berlangsung hangat.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Teuku Riefky Harsa (kiri) didampingi oleh Ketua Tim Kuasa Hukum Bambang Widjojanto (dua dari kiri) memberi keterangan kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Kamis (3-6-2021). (Foto:  Antara)
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Teuku Riefky Harsa (kiri) didampingi oleh Ketua Tim Kuasa Hukum Bambang Widjojanto (dua dari kiri) memberi keterangan kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Kamis (3-6-2021). (Foto: Antara)

Partai Demokrat melalui tim kuasa hukumnya yang dinamakan Tim Pembela Demokrasi pada tanggal 13 April 2021 menggugat 12 penggerak KLB ke PN Jakarta Pusat.

Namun, majelis hakim PN Jakarta Pusat yang dipimpin oleh hakim Saifudin Zuhri pada persidangan 4 Mei 2021 memberi kesempatan kepada pihak penggugat dan tergugat untuk menempuh jalur mediasi. Sidang terkait gugatan itu akan kembali berlanjut menunggu hasil mediasi.

Sebanyak 12 pengurus KLB yang digugat oleh Teuku Riefky dan AHY adalah Muhammad Rahmad, Yus Sudarso, Syofwatillah Mohzaib, Max Sopacua, Achmad Yahya, Darmizal, Marzuki Alie, Tri Julianto, Supandi R. Sugondo, Boyke Novrizon, Jhoni Allen Marbun, dan Aswin Ali Nasution.

Dalam KLB yang digelar di Sumatera Utara, mereka mengankat Moeldoko menjadi Ketua Umum Partai Demokrat. Namun, sampai saat ini partai yang Pimpin Moeldoko belum disahkan oleh Kemenkum HAM. (*)

Baca Juga:

Kubu Moeldoko Tak Hadir, Sidang Gugatan AD/ART Partai Demokrat Ditunda

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
TNI AD Bantu Aprilia Manganang Ubah Jenis Kelamin dari Perempuan ke Laki-laki
Indonesia
TNI AD Bantu Aprilia Manganang Ubah Jenis Kelamin dari Perempuan ke Laki-laki

TNI Angkatan Darat (TNI AD) memastikan Sersan Dua (Serda), Aprilia Manganang berjenis kelamin laki-laki.

Rumkitlap Disiapkan untuk Tampung Pasien COVID-19 dari Kudus
Indonesia
Rumkitlap Disiapkan untuk Tampung Pasien COVID-19 dari Kudus

Rumah Sakit Lapangan milik TNI AD yang didirikan di Benteng Vastenburg, Solo, Jawa Tengah untuk menampung pasien COVID-19 dari Kabupaten Kudus.

Ingat! Usai Divaksin COVID-19 Hentikan Aktivitas Selama 30 Menit
Indonesia
Ingat! Usai Divaksin COVID-19 Hentikan Aktivitas Selama 30 Menit

Selama beraktivitas, masyarakat juga harus merasakan efek yang mungkin timbul. Kalau merasa ngantuk, sebaiknya tidur atau beristirahat.

Hari Listrik, YLKI Ingatkan Soal Pemerataan Pasokan di Daerah Tertinggal
Indonesia
Hari Listrik, YLKI Ingatkan Soal Pemerataan Pasokan di Daerah Tertinggal

Dalam catatan Kementerian ESDM, hingga Juni 2020, rasio elektrifikasi telah mencapai 99,09 persen. Pemerintah menargetkan proses pemasangan listrik yang belum terlaksana bisa rampung tahun depan.

Darmizal Cs Gelar KLB Partai Demokrat di Sumut, SBY Meradang
Indonesia
Darmizal Cs Gelar KLB Partai Demokrat di Sumut, SBY Meradang

Penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat kubu Darmizal Cs di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3) membuat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meradang.

Jurnalis Alami Doxing Gegara Tulisan Cek Fakta Politisi Cucu Pendiri PKI
Indonesia
Jurnalis Alami Doxing Gegara Tulisan Cek Fakta Politisi Cucu Pendiri PKI

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mengecam tindakan teror melalui doxing terhadap jurnalis Liputan6.com, Cakrayuni Nuralam. Korban mengalami doxing secara masif sejak tanggal 11 September 2020.

Anggota Geng Motor Pelaku Pembacokan Anggota Polsek Menteng Ditangkap
Indonesia
Anggota Geng Motor Pelaku Pembacokan Anggota Polsek Menteng Ditangkap

Anggota geng motor yang melukai anggota Polsek Menteng, Aiptu Dwi Handoko berhasil ditangkap. Pelakunya adalah seorang remaja berinisial RD (22).

Temui Gibran di Solo, Cak Imin Gamblang Sebut PKB Dukung ke DKI 1
Indonesia
Temui Gibran di Solo, Cak Imin Gamblang Sebut PKB Dukung ke DKI 1

Cak Imin datang khusus ke Solo menemui Gibran untuk mengucapkan selamat atas dilantiknya sebagai Wali Kota Solo.

Cegah Stigma Negatif, Pegawai KPK Kembali Minta Hasil TWK
Indonesia
Cegah Stigma Negatif, Pegawai KPK Kembali Minta Hasil TWK

Permintaan data ini tidak menggugurkan permintaan sebelumnya yang terdiri dari delapan poin

Sejumlah Hotel di Yogyakarta Diubah Jadi Tempat Karantina Pemudik
Indonesia
Sejumlah Hotel di Yogyakarta Diubah Jadi Tempat Karantina Pemudik

Pemda DIY telah bekerjasama dengan sejumlah hotel di wilayah Yogyakarta untuk menampung pemudik yang hendak melakukan karantina.