Gugatan 'Judicial Review' Tak Diterima MA, Yusril: Pertimbangan MA Terlalu Sumir Yusril Ihza Mahendra (tengah) bersama sejumlah kader meluapkan kegembiraan usai sidang ajudikasi Bawaslu (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Merahputih.com - Kuasa hukum empat mantan kader Partai Demokrat kubu Moeldoko, Yusril Ihza Mahendra angkat bicara gugatan judicial review Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang diajukannya tidak diterima Mahkamah Agung (MA).

Menurut Yusril, pertimbangan hukum MA dalam memeriksa perkara tersebut dinilainya terlihat sangat elementer serta masih jauh untuk dikatakan masuk ke area filsafat hukum dan teori ilmu hukum.

Baca Juga:

MA Tidak Menerima Gugatan 'Judicial Review' Demokrat Kubu Moeldoko

"Pertimbangan hukum MA terlalu sumir dalam memutus persoalan yang sebenarnya rumit berkaitan dengan penerapan asas-asas demokrasi dalam kehidupan partai," ujar Yusril lewat keterangan tertulisnya, Rabu (10/11).

Walaupun secara akademik, kata Yusril, putusan MA tersebut dapat diperdebatkan, tetapi putusan itu sudah final dan mengikat.

Ia mengatakan akan menghormati putusan itu, walau tidak sependapat.

"Itulah putusannya dan apapun putusannya, putusan itu tetap harus kita hormati," ujar mantan Menteri Hukum dan HAM itu.

Yusril Ihza Mahendra. Foto: Dok PBB

Mahkamah Agung (MA) tidak menerima gugatan judicial review atau uji materiil Partai Demokrat kubu Moeldoko melalui kuasa hukumnya, Yusril Ihza Mahendra terkait anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Menyatakan permohonan keberatan HUM (hak uji materiil) dari para pemohon tidak dapat diterima," ujar juru bicara MA, Andi Samsan Nganro, Selasa (9/11).

Baca Juga:

Reaksi Yusril Gugatan 'Judicial Review' AD/ART Demokrat AHY Tak Diterima MA

Majelis hakim menegaskan tidak berwenang memeriksa, mengadili dan memutus objek permohonan karena AD/ART partai tidak memenuhi unsur sebagai suatu peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 2 dan Pasal 8 UU PPP. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Warga Negeri Wakal Maluku Tengah Merayakan Lebaran Hari Ini
Indonesia
Warga Negeri Wakal Maluku Tengah Merayakan Lebaran Hari Ini

Warga Muslim di Negeri Wakal, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, sudah berlebaran pada Sabtu (30/4).

Presiden Jokowi Serukan Negara G7 dan G20 Atasi Krisis Pangan
Indonesia
Presiden Jokowi Serukan Negara G7 dan G20 Atasi Krisis Pangan

Jokowi menyerukan negara G7 dan G20 bersama-sama mengatasi krisis pangan yang saat ini mengancam rakyat

Dinkes DKI Sebut Nasi Boks PSI di Jakut Mengandung Bakteri E-Coli
Indonesia
Dinkes DKI Sebut Nasi Boks PSI di Jakut Mengandung Bakteri E-Coli

"Karena kurang higienis, maka ada bakteri E coli, jadi bukan karena kadaluwarsa," bebernya.

Kasus Aktif di Jakarta Turun 175 Pasien
Indonesia
Kasus Aktif di Jakarta Turun 175 Pasien

Hari ini, kasus aktif COVID-19 DKI turun dan kesembuhan warga yang terpapar corona di atas 90 persen.

Tak Punya Partai, Anies Diprediksi Jadi Penggembira di Pilpres 2024
Indonesia
Tak Punya Partai, Anies Diprediksi Jadi Penggembira di Pilpres 2024

"Tanpa ada kendaraan politik bagi capres terlalu berat. Cawapres saja belum tentu dia lolos," kata Jerry kepada wartawan, Jumat (22/10).

Kontak Senjata dengan KKB di Ilaga, Dua Prajurit Yonif R 408/SBH Terluka
Indonesia
Kontak Senjata dengan KKB di Ilaga, Dua Prajurit Yonif R 408/SBH Terluka

Akibatnya, dua prajurit Satgas Kodim Yonif R 408/SBH terluka.

Libur Natal, Satpol PP Solo Temukan 4.600 Pelanggaran Prokes
Indonesia
Libur Natal, Satpol PP Solo Temukan 4.600 Pelanggaran Prokes

"Pelanggaran prokes sebanyak 4.600 selama 4 hari ini terbilang banyak," ujar Arif

Bukan Aksi Terorisme, Polri Janji Bongkar Peneror Rumah Ortu Veronica Koman
Indonesia
Bukan Aksi Terorisme, Polri Janji Bongkar Peneror Rumah Ortu Veronica Koman

Mabes Polri mengklaim aksi teror yang dilakukan di rumah kediaman orang tua aktivis Veronica Koman di wilayah Jakarta Barat tak terkait dengan aksi terorisme.

Gibran Klaim Kesuksesannya Gelar Pameran Java In Paris
Indonesia
Gibran Klaim Kesuksesannya Gelar Pameran Java In Paris

Gibran mengklaim, dirinya mendapatkan respons bagus dari warga Paris, Prancis saat menggelar pameran. Hal itu dapat dilihat saat pembukan pada Rabu (8/6) yang dipadati pengunjung.

Begini Perkembangan Penyaluran Bansos Tunai, Beras dan Subsidi Upah
Indonesia
Begini Perkembangan Penyaluran Bansos Tunai, Beras dan Subsidi Upah

Bantuan subsidi upah 1 juta pekerja dengan target 8,8 juta di sektor non kritikal di PPKM level 3 dan 4 akan disalurkan dalam lima tahap