Gue Enggak Cengeng: Mengemas Mi Ayam, Meluaskan Pasar Mi Ayam Cikunir yang membuat inovasi di tengah pandemi. (Foto: dok. pribadi)

BERANGKAT dari ingin memuaskan hati teman-temannya yang tinggal jauh dari kedainya di Jati Asih, Bekasi, Wanda berusaha menyajikan mi ayamnya sampai ke meja makan teman-temannya.

Kemudian pandemi COVID-19 malah memberikannya keberuntungan tersendiri baginya. Dia mengemas mi ayamnya dalam bungkus inovatif yang dapat bertahan hingga lima hari tanpa pengawet.


Baca Juga:

Gue Enggak Cengeng, Bawa Kedai ke Rumah

mi
Mi ayam produksi Wanda yang dikemas siap dikirim. (Foto: dok. pribadi)


"Sebenarnya saya mendapatkan ide dari melihat orang lain di media sosial. Dari situ saya kemudian berdiskusi dengan istri untuk mengemas mi ayam produk kami untuk bisa dikirim ke pelanggan," jelas Wanda yang membuka kedainya di Jati Asih.

Jadi dia mengemas mi yang masih mentah dilengkapi dengan sayur dan pelengkap lainnya dalam kondisi mentah. Yang matang hanyalah ayamnya saja yang sudah dia buat dengan resepnya sendiri.

"Pelanggan yang order ke saya tinggal merebus minya sendiri. Terus taruh ayamnya di atasnya. Sudah jadi, mereka bisa menikmati mi ayam saya," kata Wanda menjelaskan.

Sangat sederhana saja! Sebenarnya yang dilakukan oleh Wanda memberikan jalan lain, yakni membuat orang menjadi tahu bagaimana proses membuat mi ayam pada umumnya. Wanda tak sampai situ saja memanjakan pelanggannya. Dia bahkan sampai membuatkan video tutorial sederhana cara membuat mi ayamnya.


Baca Juga:

Enggak Cengeng, Pebisnis Kopi Monika Zendrato Gaungkan Social Movement

mi
Mi ayam mentah yang tahan sampai lima hari. (Foto: dok. pribadi)


Pria yang pernah berkiprah di dunia meda massa ini membagikannya via media sosialnya atau langsung ke akun WA pelanggannya. Kalau ingin tahu bisa masuk ke www.facebook.com/ayambakaraslienak/ dan IG#mieayamcikunir.

Wanda memiliki semangat enggak cengeng yang tetap bisa berdiri menjalankan usahanya dengan baik. Dia mengakui bahwa omzetnya jauh lebih baik ketimbang sebelum pandemi. Ini karena jangkauan pasarnya lebih luas.

Kendala yang dihadapi hanya pada masalah delivery saja. Dia menggunakan jasa ojol untuk mengirimkan produknya. Terkadang harga minya tidak sebanding dengan tarif pengiriman dengan ojol. Atau kendala lainnya adalah masalah jarak pengirimannya.

"Pernah satu kali ada pengiriman ke Ciganjur tapi mi saya belum dipickup juga padahal udah sekitar jam 2-3 sore. Ya sudah saya sendiri yang nganter ke sana," ungkap Wanda.

Yang dilakukan oleh Wanda seusai dengan geliat yang ada di dalam masyarakat. Gerakan tersebut juga bermunculan di ranah lain untuk menegaskan kita enggak ngeluh tapi berbuat sesuatu.

Seperti merahputih.com menaja tema "Kita Enggak Cengeng". Tema tersebut merupakan selfhealing terhadap segala keluhan sekaligus anjuran New Moral agar tidak cengeng, bangkit, berdiri di kaki sendiri, dan kalau bisa membantu sesama menghadapi New Normal. (psr)

Baca Juga:

Omzet Obar Cafe Bali Naik Drastis Saat Jalankan Program Barista Asuh

Kredit : paksi


Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH