Gubernur Sulsel Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Ini Sosok yang Paling 'Diuntungkan' Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (kiri) mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Minggu (28/2) dini hari. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto.

MerahPutih.com - Kasus dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai 'menguntungkan' Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman pada Pilgub 2023.

Pengamat politik Universitas Hasanuddin, Andi Ali Armunanto menuturkan, Andi Sudirman sejauh ini memang memilih diam, bahkan terlihat tidak ingin lagi masuk dalam pertarungan politik mendatang.

Baca Juga

Penangkapan Nurdin Abdulah Dinilai Bukti Budaya Korup Sudah Menjalar dari Hulu ke Hilir

"Namun dengan kondisi seperti saat ini, maka hal itu bisa mengubah situasi. Kondisi ini memang tidak pernah disangka-sangka, khususnya Pak Wagub," ujarnya di Makassar, Minggu (28/2).

Jika pada akhirnya kasus NA bergulir sampai akhirnya dinyatakan bersalah, maka Andi Sudirman Sulaiman bisa memperkuat pengaruhnya karena secara otomatis akan mengisi atau menggantikan posisi Nurdin Abdullah sebagai pemimpin di Sulsel.

Waktu kurang lebih dua tahun tersisa masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur, bisa dimaksimalkan untuk memperkuat posisinya dengan tentunya melalui kerja-kerja yang nyata untuk masyarakat.

"Jadi jika siapa yang paling diuntungkan, tentu Andi Sudirman Sulaiman yang akan mengisi posisi Gubernur Sulsel," kata Andi dikutip Antara

"Namun itu tadi, jika memang pada akhirnya NA diputuskan bersalah. Sebaliknya jika dalam proses hukum dinyatakan tidak bersalah, maka harus fokus membersihkan namanya (untuk meraih kepercayaan pemilih)," pungkasnya.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menjalani vaksinasi COVID-19 di Makassar(14/1/2021).ANTARA/HO/Humas Pemprov Sulsel
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menjalani vaksinasi COVID-19 di Makassar(14/1/2021).ANTARA/HO/Humas Pemprov Sulsel

KPK menetapkan tiga tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) Tahun Anggaran 2020-2021.

Tiga tersangka, yaitu sebagai penerima masing-masing Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) dan Edy Rahmat (ER) selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulsel atau orang kepercayaan Nurdin Abdullah. Sementara sebagai tersangka pemberi, yakni Agung Sucipto (AS) selaku kontraktor.

"Berdasarkan keterangan para saksi dan bukti yang cukup maka, KPK menetapkan tiga orang tersangka. Sebagai penerima NA dan ER, sebagai pemberi AS," kata Ketua KPK Firli Bahuri saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (28/2) dini hari.

Nurdin Abdullah diduga menerima Rp5,4 miliar dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulsel Tahun Anggaran 2020-2021.

"AS pada 26 Februari 2021 diduga menyerahkan uang sekitar Rp2 miliar kepada NA melalui ER," ucap Ketua KPK Firli Bahuri. (*)

Baca Juga

Jadi Tersangka, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Diduga Terima Rp5,4 Miliar

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Satgas Nemangkawi Tangkap Anggota KKB Litiron Weya
Indonesia
Satgas Nemangkawi Tangkap Anggota KKB Litiron Weya

Satuan Tugas (satgas) Nemangkawi menangkap Litiron Weya (LW), salah satu anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). LW diduga penembak Letda Inf Amran Blegur, di Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua.

Geng Motor Aniaya Polisi di Jaksel  Akhirnya Tertangkap
Indonesia
Geng Motor Aniaya Polisi di Jaksel Akhirnya Tertangkap

Polres Metro Jakarta Selatan mengamankan tiga orang yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap seorang anggota Polsek Cilandak.

Ibadah Haji 2021 Resmi Dibatalkan
Indonesia
Ibadah Haji 2021 Resmi Dibatalkan

Keputusan ini pahit. Tapi inilah yang terbaik

Satgas Ingatkan Potensi Penularan  COVID-19 di World Superbike Mandalika
Indonesia
Satgas Ingatkan Potensi Penularan COVID-19 di World Superbike Mandalika

Jangan sampai ajang yang sangat ditunggu-tunggu ini jadi tempat penularan COVID-19.

Wagub Jabar Sebut Slogan Buanglah Sampah Pada Tempatnya Sudah Tidak Pas
Indonesia
Wagub Jabar Sebut Slogan Buanglah Sampah Pada Tempatnya Sudah Tidak Pas

Pengoptimalan bank-bank sampah harus terus dilakukan. Ia menjelaskan bahwa lingkungan dan sampah terkait erat dengan kesehatan.

Berpergian Saat Larangan Mudik, Wajib Karantina Mandiri Selama Lima Hari
Indonesia
Berpergian Saat Larangan Mudik, Wajib Karantina Mandiri Selama Lima Hari

Bagi pihak yang dikecualikan terdapat syarat perjalanan yang harus dipenuhi

Cerita Pengusaha Tahu di Bandung Terpaksa Berproduksi Saat Harga Kedelai Melambung
Indonesia
Cerita Pengusaha Tahu di Bandung Terpaksa Berproduksi Saat Harga Kedelai Melambung

Naiknya harga kedelai ini membuat pengusaha tahu di Bandung, bakal naikkan harga Rp500 per bungkus atau naiknya 10 sampai 15 persen mulai Senin (31 Mei 2021).

Residivis Peras Pejabat ASN Eks Ajudan Jokowi, Kerugian Capai Puluhan Juta
Indonesia
Residivis Peras Pejabat ASN Eks Ajudan Jokowi, Kerugian Capai Puluhan Juta

Polda Jawa Tengah menangkap seorang residivis yang melakukan pemerasan terhadap tiga pejabat ASN Pemkot Solo.

Azis Syamsuddin Tak Ajukan Eksepsi
Indonesia
Azis Syamsuddin Tak Ajukan Eksepsi

Sementara kuasa hukum mantan Waketum Golkar itu menyatakan bahwa pihaknya tidak bersedia menggunakan hak eksepsi.

Jokowi Kirim Surpres Revisi UU ITE ke DPR
Indonesia
Jokowi Kirim Surpres Revisi UU ITE ke DPR

Koalisi Serius Revisi UU ITE mendesak kepada Pemerintah untuk tetap memprioritaskan dan menjaga komitmen Revisi UU ITE.