Gubernur Pramono dan KPK Bahas Penyelesaian Monorel Jakarta dan Tanah Sumber Waras

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Oktober 2025
Gubernur Pramono dan KPK Bahas Penyelesaian Monorel Jakarta dan Tanah Sumber Waras

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Gedung KPK. (Foto: MerahPutih.com/Ponco)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menemui pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (16/10).

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu strategis dibahas, mulai dari penyelesaian proyek monorel mangkrak hingga pemanfaatan lahan Rumah Sakit Sumber Waras.

Pramono menjelaskan, salah satu agenda utama adalah rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menuntaskan persoalan proyek monorel terbengkalai di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Kuningan.

“Hal yang dibahas pertama berkaitan dengan keinginan Pemerintah Jakarta untuk segera melakukan pembersihan ataupun penyelesaian persoalan monorel yang ada di sepanjang Jalan Rasuna Said,” ujar Pramono kepada wartawan.

Baca juga:

Gubernur Pramono Sambangi KPK, Bahas Penguatan Upaya Antikorupsi di Jakarta

Menurutnya, Pemprov DKI telah menerima arahan dari KPK serta surat dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta terkait status hukum proyek tersebut. Dengan kepastian hukum itu, Pemprov menyiapkan langkah konkret untuk menata kembali kawasan Rasuna Said.

“Apabila permasalahan hukum sudah selesai dan kami telah mendapatkan surat dari Kajati, maka Pemerintah Jakarta akan merencanakan penyelesaian persoalan monorel ini. Harapannya, tahun 2026 sudah bisa kita mulai dan selesaikan,” jelasnya.

Politisi PDI Perjuangan itu menilai penyelesaian proyek monorel penting dilakukan karena kondisi struktur yang mangkrak menimbulkan kemacetan dan mengganggu estetika kota.

Baca juga:

Cuek pada Pihak yang Merasa Berkontribusi, Pramono Sebut Pembongkaran Tiang Monorel Menunggu Arahan Penegak Hukum

Selain monorel, Pramono juga membahas lahan Rumah Sakit Sumber Waras yang sejak 2014 menjadi perhatian publik. Ia menegaskan, Pemprov DKI akan menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait aset tersebut.

“Kami juga membahas mengenai tanah di Rumah Sakit Sumber Waras yang sudah terbengkalai sejak 2014. Pemerintah Jakarta memenuhi apa yang menjadi temuan BPK untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Namun, dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang kini meningkat hampir dua kali lipat, Pramono menilai opsi menjual lahan itu tidak lagi realistis.

“Karena NJOP-nya sudah naik tinggi, tidak mungkin tanah Sumber Waras itu dijual. Maka kami memutuskan untuk memanfaatkannya bagi pembangunan rumah sakit agar memberi manfaat luas bagi masyarakat Jakarta,” tambahnya.

Baca juga:

Pramono Klaim Jakarta Lebih Siap Bangun PLTSa Ketimbang Daerah Lain, Setuju Gandeng Danantara

Selain dua isu utama tersebut, pertemuan juga membahas penguatan kerja sama pencegahan korupsi, termasuk pelatihan dan pendampingan hukum bagi aparatur Pemprov DKI.

“Kami ingin bekerja sama dalam tindakan preventif hukum dan pencegahan korupsi di Balai Kota. Kami membuka diri seluas-luasnya untuk kolaborasi,” ujar Pramono.

Di akhir pertemuan, Pramono menyampaikan apresiasi kepada KPK atas dukungan dan kerja sama yang terus terjalin dengan Pemprov DKI.

“Sekali lagi saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada KPK atas apa yang telah dibahas hari ini,” pungkasnya. (Pon)

#KPK #Pemprov DKI Jakarta #Proyek Mangkrak #Pramono Anung
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kabar Baik! Rapelan Gaji PJLP Jakarta Cair Awal November 2026
Gubernur Pramono Anung menargetkan rapelan selisih gaji PJLP DKI Jakarta mulai dibayarkan awal November 2026.
Yusuf Abdillah - Minggu, 01 November 2026
Kabar Baik! Rapelan Gaji PJLP Jakarta Cair Awal November 2026
Indonesia
Pasar Baru Bakal Jadi Wisata Kuliner 24 Jam ala Myeongdong Korea Selatan
Pemprov DKI menyiapkan Pasar Baru sebagai pusat wisata kuliner 24 jam ala Myeongdong setelah MRT Fase 2A rampung. Glodok dan Kota Tua juga dikembangkan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 31 Oktober 2026
Pasar Baru Bakal Jadi Wisata Kuliner 24 Jam ala Myeongdong Korea Selatan
Indonesia
KPK Seret Dedi Congor Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Siapa Menyusul?
KPK resmi menetapkan Ahmad Dedi alias Dedi Congor sebagai tersangka baru dalam pusaran kasus suap pejabat Bea Cukai Kemenkeu. Simak update selengkapnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Oktober 2026
KPK Seret Dedi Congor Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Siapa Menyusul?
Indonesia
KPK Geledah Kantor DLH Klaten Selama 7 Jam, Sejumlah Dokumen Disita
KPK menggeledah kantor DLH Klaten pada Kamis (29/10). Penyidik KPK membawa dua koper berisi barang bukti.
Soffi Amira - Jumat, 30 Oktober 2026
KPK Geledah Kantor DLH Klaten Selama 7 Jam, Sejumlah Dokumen Disita
Indonesia
Antisipasi Banjir, Gubernur Pramono Kebut Normalisasi Kali Mampang Segmen Poncol
Kawasan Mampang dan sekitarnya menjadi salah satu wilayah rawan banjir karena kondisi geografisnya yang berupa cekungan.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Antisipasi Banjir, Gubernur Pramono Kebut Normalisasi Kali Mampang Segmen Poncol
Indonesia
Lahan Makam Jakarta Terbatas, Pramono Relokasi Warga TPU ke Rusun untuk Tambah Ruang
Pemprov DKI Jakarta menata TPU Menteng Atas dengan merelokasi warga, membuka opsi makam tumpang, dan memfinalisasi lokasi pemakaman baru.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Oktober 2026
Lahan Makam Jakarta Terbatas, Pramono Relokasi Warga TPU ke Rusun untuk Tambah Ruang
Indonesia
Pramono Anung Pastikan Tak Ada Kerusakan Fasilitas Publik Usai Demo Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut demo 28 Oktober berlangsung tertib. Tak ada laporan kerusakan fasilitas publik dan pembersihan selesai pukul 02.00.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Oktober 2026
Pramono Anung Pastikan Tak Ada Kerusakan Fasilitas Publik Usai Demo Jakarta
Indonesia
KPK Hanya Geledah Kantor Bea Cukai Kudus, Tidak Bawa Pegawai
Ruwiya mengaku belum memperoleh informasi secara lengkap mengenai barang atau data yang dibawa tim KPK dari kantor tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Hanya Geledah Kantor Bea Cukai Kudus, Tidak Bawa Pegawai
Indonesia
KPK Geledah Bea Cukai dan Pabrik Rokok di Kudus
Di tengah kegiatan penggeledahan, aktivitas pelayanan dan pekerjaan pegawai di kantor tersebut masih berlangsung.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Geledah Bea Cukai dan Pabrik Rokok di Kudus
Indonesia
Kampung Kumuh di Jakarta Turun 52 Persen, dari 445 Jadi 211 Lokasi di 2026
Penurunan lebih dari 52 persen itu ditopang pemanfaatan infrastruktur sosial di tingkat masyarakat.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Kampung Kumuh di Jakarta Turun 52 Persen, dari 445 Jadi 211 Lokasi di 2026
Bagikan