Gubernur Kepri Tersangkut Kasus Suap, Mendagri Tunjuk Wakil Sebagai Plt Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Hadi Prabowo. (MP/Asropih)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun untuk 20 hari pertama di Rutan kelas I cabang KPK atau K4, atas dugaan suap izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Kepri tahun 2018-2019.

Dalam perkara itu, Nurdin diduga menerima 11.000 dollar Singapura dan Rp 45 juta dari Abu Bakar. Atas perkara itu pula, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) langsung menyerahkan Surat Keputusan (SK) penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri kepada Isdianto, hari ini, Sabtu (13/7). Sebelumnya, Isdianto merupakan Wakil dari Nurdin Basirun.

Baca Juga: Dicokok KPK, Nih Jumlah Kekayaan Gubernur Kepri Nurdin Basirun!

SK tersebut langsung diserahkan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Hadi Prabowo kepada Isdianto. Lewat Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 121.21/6344/Sekjen/12 Juli 2019, disebutkan bahwa Penugasan Wakil Gubernur selaku Pelaksana Gubernur Kepulauan Riau berkenaan dengan ditetapkannya Nurdin sebagai tersangka oleh KPK.

Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun. (Foto: Facebook Nurdin Basirun)
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun. (Foto: Facebook Nurdin Basirun)

Surat penunjukkan tersebut dibacakan oleh Direktur Fasilitasi Kepala Daerah, DPRD, dan Hubungan antar Lembaga Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik Piliang.

"Penugasan wakil gubernur selaku pelaksana Gubernur Kepulauan Riau, berkenaan dengan ditetapkanya saudara Nurdin Basirun sebagai tersangak oleh KPK," jelas Akmal.

Seperti diketahui, Nurdin Basirun ditahan untuk 20 hari pertama di Rutan kelas I cabang KPK atau K4. Selain Nurdin, KPK juga menahan tiga tersangka lainnya dalam kasus yang sama, yakni Kadis Kelautan dan Perikanan Edy Sofan, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Budi Hartono dan pihak swasta Abu Bakar.

Dalam perkara itu, Nurdin diduga menerima 11.000 dollar Singapura dan Rp45 juta dari Abu Bakar. Suap itu diduga terkait izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Kepri tahun 2018-2019. (Asp)

Baca Juga: KPK Beberkan Kronologis OTT Gubernur Kepri Nurdin Basirun

Kredit : asropih

Tags Artikel Ini

Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH