Gubernur Bali Setuju Hari Raya Nyepi Akses Internet Diputus Gubernur Bali, Made Mangku Pastika. Foto: MP/Davier Langga

MerahPutih.com - Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, menyetujui tentang pemutusan akses internet selama perayaan Hari Raya Nyepi. Menurutnya, hal ini sesuai dengan substasi Nyepi.

"Didalam nyepi itu ada Catur Brata penyepian. Antara lain, tidak berpergian, tidak, bekerja, tidak melakukan senang-senang dan tidak menyalahkan api. Jadi ada empat hal, itu kita lakukan," ucap Made Mangku Pastika di Denpasar. Rabu (7/3).

Menurut Pastika, Bali selama ini dikenal dunia karena keunikannya, terutama dengan adat budaya dan agamanya. Jika nantinya tidak mengakses internet, Bali juga ikut menyelamatkan planet bumi dari kekurangan energi dan polusi.

"Saya setuju, Bali itu bisa laku didunia karena unik. Kita memang tidak hebat dalam arti kita besar, mewah tidak modern. Bukan karena itu, Bali itu menarik di dunia karena punya taksu yang artinya getaran spritual yang muncul dari tanah Bali dan perilaku kita terutama adat budaya dan agama," imbuhnya.

Pastika juga meminta, kesadaran dari semua pihak yang ada di Bali. Untuk ikut menghormati Hari Raya Nyepi. Karena Nyepi dilakukan dalam waktu 24 jam.

"Oleh karena itu, kita minta kesadaran dari semua yang dari Bali. Kita mohon, kesadarannya untuk juga ikut menghormati. Jadi kalau bisa tidak usah beraktifitas satu hari aja kok. Hanya 1 kali 24 jam, kecuali rumah sakit, kecuali ada emergency. Silahkan tapi itu pun dibuat terbatas," ujarnya

Namun, Pastika menekankan hanya menghimbau supaya ikut menghormati, dan menurutnya pemutusan internet itu hal yang baik bukan sesuatu yang tidak baik.

"Kita ingin hari itu semua introspeksi untuk menyiapkan kehidupan berikutnya. Hari itu, juga kita menyelamatkan planet ini dari penggunaan energi yang berlebihan selama ini. Kita bisa, menyelamatkan bumi dari kebutuhan energi dan polusi. Saya kira hanya satu saja pulau di dunia ini yang seperti kita," paparnya.

Pastika juga mengajak masayarakat Bali, akan kesadaran Hari Raya nyepi. Tidak ada paksaan karena itulah hakekat kesadaran.

"Jadi mari kita melaksanakan, sekurang-kurangnya orang Bali jangan main internet hari itu. Ini semua kesadaran kok, namannya beragama tidak usah di paksa-paksa. Kalau di paksa namanya bukan kesadaran," pungkasnya.

Berita ini merupakan laporan Davier Langga, kontributor merahputih.com, untuk wilayah Bali dan sekitarnya.


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH