Lapsus Sumpah Pemuda
Gubernur Ali Sadikin, Inisiator Kelahiran Museum Sumpah Pemuda Halam depan Museum Sumpah Pemuda, Jalan Keramat Raya 106.

SETELAH bangunan di Jalan Keramat Raya 106, tempat berlangsungya Kongres Pemuda II, melahirkan Sumpah Pemuda, tak lagi ditempati pemuda-pemuda Indonesische Clubgebouw (IC) karena berselisih dengan sang pemilik Sie Kong Liang, maka bekas Indekos tersebut beralih fungsi menjadi rumah tinggal hingga sempat tak terurus menjadi gudang.

"Setelah IC memindahkan aktifitasnya di Jalan Keramat Raya 156, maka fungsi bangunan kembali menjadi tempat tinggal, tapi kemudian sempat diabaikan dan menjadi semacam gudang," ungkap Endang Pristiwa Ningsih, Edukator Museum Sumpah Pemuda.

Berkali-kali mengadakan peringatan Sumpah Pemuda, gedung bersejarah lokasi Kongres Pemuda II seakan tak tersentuh hingar-bingar perayaan tiap tanggal 28 Oktober. Tokoh-tokoh pemuda pelaku Kongres Pemuda II, lanjut Endang, sempat mendorong agar bangunan tersebut dikelola menjadi museum. Mr Soenario, salah seorang tokoh penyampai pidato di hari terakhir kongres, lantas berkirim surat tertanggal 15 Oktober 1968 kepada Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, berisi pesan agar pemerintah memperhatikan pembinaan terhadap gedung di Jalan Keramat 106.

Bang Ali, sapaan akrab Ali Sadikin, lantas merespon keluhan Mr Soenario dengan menerbitkan SK Gubernur No. cb.11/1/12/72 jo Monumenten Ordonantie Staatsblad No. 238 tahun 1931, tanggal 10 Januari 1972, berisi penetpan Gedung Keramat 106 sebagai Benda Cagar Budaya.

Tak berhenti sampai di situ, Bang Ali latas membuat program pemugaran gedung-gedung bersejarah di DKI Jakarta, khususny tiga gedung bersejarah, seperti bekas STOVIA menjadi Museum Kebangkitan Nasional, markas para pemuda di gedung Menteng 31 menjadi Gedung Juang 45, dan eks Indonesische Clubgebouw (IC) sebagai lokasi Kongres Pemuda II, melahirkan Sumpah Pemuda, menjadi Museum Sumpah Pemuda.

"Selama ini peninggalan-peninggalan itu kurang diperhatikan. Mungkin disebabkan tidak tahu, atau mungkin juga kurang menyadari arti dari sejarah itu sendiri. Padahal peninggalan-peninggalan tersebut akan bicara banyak kepada kita tentang peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi yang telah mengubah nasib kita sekarang," ungkap Bang Ali pada pengantar buku 45 Tahun Sumpah Pemuda.

Bang Ali bersama anggota DPRD DKI, Wiratmo Puspoatmodjo, menginisiasi kelahiran Yayasan Gedung-Gedung Bersejarah, untuk membantu Pemerintah DKI dalam mengisi, memelihara, serta mengelola gedung-gedung bersejarah di DKI Jakarta, termasuk Museum Sumpah Pemuda.

Setelah selesai dipugar, eks Indonesische Clubgebouw (IC) kemudian diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, pada 20 Mei 1973. Pemerintah DKI Jakarta kemudian menyerahkan pengelolaan Gedung Sumpah Pemuda kepada Pemerintah Pusat, di bawah naungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada 16 Agustus 1979.

Pengelolaannya diserahkan kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda, dan Olah Raga. Menurut rencana, Gedung Sumpah Pemuda akan dijadikan Pusat Informasi Kegiatan Kepemudaan di bawah Kantor Menteri Muda Urusan Pemuda (kemudian menjadi Menteri Muda Urusan Pemuda dan Olah Raga).

Kini, Museum Sumpah Pemuda masih menyimpan api semangat pemuda untuk menjaga persatuan melalui edukasi sejarah kepemudaan. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pantai Selatan Gunungkidul akan Dibuka Kembali dengan Protokol New Normal
Travel
Pantai Selatan Gunungkidul akan Dibuka Kembali dengan Protokol New Normal

. Ditahap awal baru pantai Kukup dan Pantai Baron yang dibuka untuk para pelancong

Sei Sapi Khas NTT, Bukan Daging Asap Biasa
Kuliner
Sei Sapi Khas NTT, Bukan Daging Asap Biasa

Sajian khas NTT yang tengah naik daun.

Di Era Kenormalan Baru 73 Persen Traveler Memilih Wisata Dalam Negeri
Travel
Di Era Kenormalan Baru 73 Persen Traveler Memilih Wisata Dalam Negeri

Dalam survei tersebut, sebanyak 1005 orang dari berbagai usia mengisi beberapa pertanyaan

Asyiknya Wisata Sepeda Keliling Kampung di Kota Yogyakarta
Travel
Asyiknya Wisata Sepeda Keliling Kampung di Kota Yogyakarta

Para wisatawan dapat menikmati keunikan suasana perkampungan di Yogyakarta yang sarat nilai budaya dan seni.

Meugang, Tradisi Masyarakat Aceh Menyambut Ramadan
Tradisi
Meugang, Tradisi Masyarakat Aceh Menyambut Ramadan

Dilakukan juga menjelang Idul Fitri dan Idul Adha

Kelenteng Bersejarah di Jabodetabek yang Layak Kamu Kunjungi
Travel
Kelenteng Bersejarah di Jabodetabek yang Layak Kamu Kunjungi

Tentunya dengan tetap menghormati tradisi Tionghoa dan protokol kesehatan yang berlaku selama pandemi.

Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Tugu Yogya
Tradisi
Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Tugu Yogya

Aparat gabungan menghentikan sementara aktivitas lalu lintas saat peringatan Detik-Detik Proklamasi pada pukul 10.17 WIB di simpang Tugu Yogyakarta, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta,

Mangkrak 50 Tahun, Omah Lowo Jadi Destinasi Wisata Galeri Batik Premium
Travel
Mangkrak 50 Tahun, Omah Lowo Jadi Destinasi Wisata Galeri Batik Premium

peninggalan Belanda yang mangkrak selama 50 tahun dan jadi sarang kelelawar.

Belum Kenyang Kalau Belum Makan Nasi
Kuliner
Belum Kenyang Kalau Belum Makan Nasi

Nasi punya kandungan glikemik yang menggambarkan seberapa cepat karbohidrat diubah menjadi gula oleh tubuh manusia.

Keindahan dan potensi Danau Toba tak kalah dengan Bali
Travel
Keindahan dan potensi Danau Toba tak kalah dengan Bali

masyarakat di kawasan Danau Toba yang tetap menjunjung tinggi berbagai nilai kearifan lokal.