Guano Ternyata Bernilai Miliaran Dolar Peneliti berusaha mendorong konservasi burung laut lewat temuan ini. (Foto: Unsplash/pperkins)

GUANO mungkin baru sedikit yang mengenal istilah tersebut. Guano adalah istilah yang dipakai pada kotoran burung yang dijadikan pupuk organik.

Sayangnya guano semakin hari menyusut kuantitasnya. Menurut laman Bird Life, perburuan, perubahan iklim, polusi plastik, dan penangkapan ikan yang berlebihan menjadi alasan utama berkurangnya populasi burung laut. Hampir setengah dari populasi spesies burung laut menurun dan sepertiga spesies burung laut menghadapi ancaman kepunahan.

Baca Juga:

Spesies Ular Baru Ditemukan, Namanya Diambil dari Karakter Harry Potter!

burung
Siapa sangka kotoran burung laut bernilai miliaran dolar (Foto: Unsplash/keithhardy2001)

"Saya melihat bahwa banyak orang hanya peduli tentang sesuatu ketika hal itu membawa manfaat,” kata Daniel Plazas-Jiménez, peneliti dari Universidade Federal de Goiás di Brasil yang dimuat dalam Smithsonian Magazine.

Penurunan populasi burung laut, kata Plazas-Jiménez, menghancurkan budaya lokal yang telah menggunakan pupuk organik selama beberapa generasi. Termasuk pula memunculkan kekhawatiran pada ekonomi lokal yang bergantung pada perikanan dan keanekaragaman hayati dunia.

Maka, untuk menunjukkan manfaat yang diberikan burung laut, Plazas-Jiménez dan rekannya Marcus Cianciaruso, seorang ahli ekologi di Goiás, menetapkan harga pada kotoran hewan. Riset terbaru menemukan bahwa kotoran burung laut bisa bernilai jutaan dolar.

Menurut Journal Trends in Ecology & Evolution menuliskan bahwa guano bukan uang kecil. Nilainya diperkirakan lebih dari USD473 juta atau Rp7 miliar setiap tahun.

Baca Juga:

Kura-kura Berumur 100 Tahun Ini Pulang ke Habitat Aslinya Setelah Menjadi Ayah Bagi 2.000 Spesies Galapagos

laut
Demi laut sehat manusia harus bisa menjaga burung-burung laut. (Foto: Unsplash/hiro0718)

Dilansir dari CNN, karena guano, dapat digunakan sebagai pupuk komersial dan sangat penting untuk menyumbang nutrisi bagi ekosistem laut. Burung-burung itu melepaskan konsentrasi tinggi nitrogen (N) dan fosfor (P) melalui feses mereka. Ini yang membuat keseimbangan pada lingkungan dalam ekosistem.

Dalam ekosistem terumbu karang, nutrisi yang ada dalam guano dapat meningkatkan biomassa ikan karang hingga 48%. Ini penting untuk perikanan dan pariwisata di tempat-tempat seperti Karibia, Asia Tenggara dan Great Barrier Reef di Australia.

"Perkiraan kami adalah, bahwa 10% dari stok ikan terumbu karang bergantung pada nutrisi burung laut," kata Plazas-Jiménez pada CNN

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pemerintah Australia, keuntungan ekonomi tahunan dari perikanan komersial di terumbu karang lebih dari USD6 miliar. Jadi, 10% dari nilai ini adalah sekitar USD600 juta per tahunnya. (lev)

Baca Juga:

Penelitian Ungkap Ukuran Burung Semakin Menyusut Akibat Perubahan Iklim


Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH