Greenland Kehilangan 600 Miliar Ton Es Dalam 2 Bulan wilayah Greenland yang berada di Arktik kehilangan 600 miliar ton es (Foto: Kristina Gain)

SELAMA musim panas tahun 2019, suhu di Arktik sangat hangat. Hal ini membuat wilayah Greenland yang berada di Arktik kehilangan 600 miliar ton es dalam dua bulan. Hal ini membuat permukaan air laut naik.

Di kutub yang berlawanan, Antartika di Laut Amundsen dan Semenanjung Antartika juga kehilangan jumlah massa es yang sangat banyak. Namun terjadi peningkatan salju di Queen Maud Land, di bagian timur benua.

Baca juga:

Sejarah Menarik Dibalik Hari Bumi, Sudah Tahu Belum?

1
Setiap sudut lapisan es mencair dengan jumlah besar (Foto: globalnews)

"Kami tahu, suhu di Greenland sangat hangat musim panas lalu. Mencairkan setiap sudut lapisan es dengan jumlah yang sangat besar," kata Isabella Velicogna, profesor ilmu sistem bumi UCI dan ilmuwan senior JPL sebagaimana dilansir dari laman SciTechDaily.

Antara 2002 dan 2019, Greenland kehilangan 4.550 miliar ton es, rata-rata 268 miliar ton per tahun. Singkatnya, penduduk wilayah Los Angeles, AS mengonsumsi 1 miliar ton air per tahun.

"Di bagian barat Antartika, hilangannya massa es terjadi tanpa henti yang merupakan berita buruk bagi kenaikan permukaan laut," kata Velicogna. Velicogna dan timnya juga mengamati peningkatan massa di sektor Atlantik di Antartika Timur yang disebabkan oleh peningkatan salju.

Dia dan rekan-rekannya memang dalam proses membangun kesinambungan data antara misi pemulihan Gravitasi dan Eksperimen Iklim yang baru saja dinonaktifkan. Kini Velocigna mengandalkan satelit GRACE, yang merupakan proyek milik NASA dan Pusat Dirgantara Jerman.

Satelit tersebut dirancang untuk membuat pengukuran perubahan gravitasi Bumi yang sangat tepat. Wahana antariksa ini terbukti sangat efektif untuk memantau cadangan air planet ini, termasuk es di kutub, permukaan laut global, dan air tanah.

Baca juga:

Menakjubkan, Inilah Peta Terbaru Bulan

2
Satelit GRACE sangat efektif memantau cadangan air Bumi (Foto: newsbreak)

Misi GRACE pertama dikeluarkan pada tahun 2002 dan mengumpulkan data selama lebih dari 15 tahun, satu dekade lebih lama dari yang diharapkan. Menjelang akhir periode ini, satelit GRACE mulai kehilangan daya baterai, yang mengarah menuju akhir misi pada Oktober 2017.

"Sangat menyenangkan melihat seberapa baik data yang berasal dari Greenland dan Antartika, bahkan di tingkat regional. Ini merupakan penghargaan atas upaya selama berbulan-bulan oleh tim proyek, teknik, dan sains untuk membuat upaya ini berhasil," pungkasnya. (lgi)

Baca juga:

Stasiun Ruang Angkasa Komersial Pertama NASA Akan Terealisasi

Kredit : leonard

Tags Artikel Ini

Leonard G.I

LAINNYA DARI MERAH PUTIH