Grebeg Besar Keraton Surakarta, Warga Antusias Berebut Gunungan Estri Warga berebut gunungan estri dalam acara tradisi Grebeg Keraton Surakarta di Maajid Agung Surakarta, Minggu (10/7). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar upacara adat Hajad Dalem Grebeg Besar Alip 1955 atau Grebeg Besar 1443 H, Minggu (10/7).

Grebeg Besar ini diadakan setiap Hari Raya Idul Adha di halaman Masjid Agung. Grebeg Besar ini merupakan yang pertama setelah dua tahun vakum karena pandemi COVID-19.

Hal itu membuat warga antusias datang melihat langsung ke Masjid Agung Keraton Surakarta menyaksikan langsung Grebeg Besar.

Baca Juga:

2 Tahun Vakum, Keraton Surakarta Kembali Gelar Upacara Adat Grebeg Besar

Pantauan Merahputih.com, acara Grebeg Besar dimulai pukul 10.30 WIB. Acara ditandai dengan keluarnya drumband prajurit Keraton Surakarta dari Kori Kamandungan, yang membawa panji dan bendera logo Kasunanan Surakarta.

Pada barisan kedua abdi dalem membawa tandu berisikan makanan tradisional dan di belakangnya terdapat dua gunungan jaler dan estri. Pada bagian belakang terdapat prajurit dengan membawa pedang.

Rombongan ini berjalan dari Keraton Surakarta menuju ke Masjid Agung Keraton Surakarta. Sesampainya di Masjid Agung makanan tradisional yang dibawa abdi dalem dimasukkan ke teras masjid untuk didoakan takmir Masjid Agung, Muhtarom.

Warga berebut Gunungan Estri dalam acara tradisi Grebeg Keraton Surakarta di Maajid Agung Surakarta, Minggu (10/7). (MP/Ismail)
Warga berebut gunungan estri dalam acara tradisi Grebeg Keraton Surakarta di Maajid Agung Surakarta, Minggu (10/7). (MP/Ismail)

Sedangkan dua gunungan estri dan jaler tetap berada di halaman masjid untuk didoakan.

Setelah didoakan, gunungan estri berupa hasil bumi langsung ludes diperebutkan warga hanya dengan waktu 15 menit. Sedangkan gunungan jaler dibawa kembali ke Keraton Surakarta untuk diperebutkan Keraton Surakarta.

Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Solo KRA Dani Nuradiningrat mengatakan, Grebeg Besar ini diadakan lagi setelah dua tahun pandemi. Selama pandemi Grebeg Besar tetap diadakan, tetapi tidak ada kirab gunungan, hanya wilujengan (selamatan) saja.

"Maknanya dari Grebeg Besar adalah Keraton Surakarta sebagai generasi penerus kerajaan Mataram Islam, selalu memuliakan hari-hari besar Islam," kata Dani.

Baca Juga:

Keraton Surakarta Hidangkan Apem Hingga Minuman Beras Kencur pada Delegasi G20

Ia berharap ke depan Grebeg Besar lebih meriah dan hikmat seperti sebelum pandemi. Untuk tahun ini, Grebeg Besar hanya diikuti 400 orang.

Seorang pengunjung Warsito (55) mengaku mendapatkan kacang panjang dan nasi saat berebut gunungan bersama ratusan orang lainnya.

Ia menyebut tradisi ini sangat dinanti warga setelah dua tahun vakum karena COVID-19.

"Senang bisa lihat Grebeg Besar lagi setelah dua tahun vakum. Tadi dapat kacang panjang dibawa pulang untuk ngalap berkah," tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Ultah PB XIII ke-74, Teken MoU dengan ISI Surakarta Soal Pengembangan Seni Budaya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pemprov DKI Tetap Gelar PTM 50 Persen meski PPKM Turun ke Level 2
Indonesia
Pemprov DKI Tetap Gelar PTM 50 Persen meski PPKM Turun ke Level 2

Tidak ada kebijakan baru mengenai pelonggaran kapasitas PTM di Jakarta.

Jelang Idul Adha, Dinkes DKI Buka Gerai Vaksinasi di JIS
Indonesia
Jelang Idul Adha, Dinkes DKI Buka Gerai Vaksinasi di JIS

Jelang pelaksanaan salat Idul Adha, Minggu (10/7), Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI membuka gerai vaksinasi gratis di Jakarta International Stadium (JIS).

Pembangunan Sumur Resapan di Dekat BKT Dinilai Hanya Buang-buang Anggaran
Indonesia
Pembangunan Sumur Resapan di Dekat BKT Dinilai Hanya Buang-buang Anggaran

Pembangunan sumur resapan di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT) mendapatkan kritik pedas dari Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA), Azas Tigor Jakarta.

Menag Bakal Berangkat ke Arab Saudi Pastikan Umrah dan Haji
Indonesia
Menag Bakal Berangkat ke Arab Saudi Pastikan Umrah dan Haji

Dalam pertemuan nanti dengan pihak pemerintah Arab Saudi, pihaknya juga berusaha agar Indonesia mendapatkan tambahan kuota dari Arab Saudi pada pelaksanaan musim haji tahun depan.

Elektabilitas NasDem Naik jika Calonkan Anies dan AHY
Indonesia
Elektabilitas NasDem Naik jika Calonkan Anies dan AHY

Elektabilitas Partai NasDem naik jika mencalonkan pasangan Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyomo (AHY) pada Pemilu 2024.

Polda NTB Buru Tersangka Penipuan Bansos  COVID-19 Capai Miliaran Rupiah
Indonesia
Polda NTB Buru Tersangka Penipuan Bansos COVID-19 Capai Miliaran Rupiah

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Nusa Tenggara Barat menetapkan seorang tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan bansos covid-19.

Catatan PKS Kota Solo Setahun Kepemimpinan Gibran Rakabuming
Indonesia
Catatan PKS Kota Solo Setahun Kepemimpinan Gibran Rakabuming

"Kami berikan catatan pada Gibran-Teguh terutama gaya komunikasi dia (Gibran) dinilai kurang baik," kata Sugeng, Sabtu (19/2)

Harga BBM Tak Kunjung Turun, Jutaan Buruh Bakal Mogok Massal Akhir November
Indonesia
Harga BBM Tak Kunjung Turun, Jutaan Buruh Bakal Mogok Massal Akhir November

Rencana aksi massa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) disuarakan Partai Buruh tanggal 4 Oktober 2022.

Pemprov DKI Apresiasi PPSU Selamatkan Nyawa Bocah yang Tenggelam di BKT
Indonesia
Pemprov DKI Apresiasi PPSU Selamatkan Nyawa Bocah yang Tenggelam di BKT

Tiga petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Cipinang Muara, Jakarta Timur, mendapatkan apresiasi dari Pemerintah DKI karena berhasil menyelamatkan 1 anak tenggelam di Banjir Kanal Timur (BKT).

BPIP Ajak Tingkatkan Solidaritas Kemanusiaan dalam Penanganan Omicron
Indonesia
BPIP Ajak Tingkatkan Solidaritas Kemanusiaan dalam Penanganan Omicron

Munculnya varian COVID-19 Omicron di Indonesia jadi momentum warga untuk memperkuat persatuan.