Sikat Gigi itu dari Atas ke Bawah! Cara menyikat gigi kamu sudah benarkah? (Foto: Pixabay/geralt)

MENGGOSOK gigi tak bisa dilewatkan. Gigi dan gusi sehat dapat berawal dari kamu menggosok gigi. Sejak kecil kita sudah diajari di rumah atau sekolah, harus rutin menyikat dan menggosok gigi setidaknya dua kali sehari atau bahkan setiap 30 menit setelah makan berat.

Jangan anggap remeh kegiatan menyikat gigi, karena, jika tidak dilakukan dengan benar dan rutin akan memicu timbulnya beberapa gangguan organ mulut. Mulai dari sariawan, infeksi gigi dan gusi, timbulnya plak hingga karang gigi.

gigi
Sikatlah gigi sekurangnya dua kali sehari. (Foto: Pixabay/Bru-nO)

Sudahkah kamu menggosok gigi dengan benar? Jangan-jangan, selama ini langkah atau cara menggosok gigi yang kamu lakukan kurang benar hingga hasilnya pun tidak maksimal. Seperti apa sih langkah-langkah menyikat gigi yang benar dan sesuai dengan standar kesehatan? Ini dia panduan lengkap menyikat gigi yang diambil dari laman Go Dok.

Langkah pertama, letakkan sikat gigi diujung gusi dengan sudut 45 derajat dari gigi. Tekanlah sedikit, lalu gosokkan atau sikat lembut sebanyak dua sampai tiga kali dengan gerakan searah. Hal ini dilakukan agar bulu sikat tidak melukai gusi dan membuat gusi turun.

Sikatlah gigi dari arah gusi menuju ujung gigi. Untuk rahang atas, gerakkan sikat gigi dari atas ke bawah. Sedangkan untuk rahang bagian bawah, gerakkan sikat gigi dari bawah ke atas.

Gerakkan sikat gigi dengan tekanan halus dari gigi belakang ke gigi depan mengikuti lengkung gigi. Gosokkan selama beberapa kali.

Gosoklah gigi dengan durasi minimal 3 menit.

gigi
Menyikat gigi harus dilakukan dengan. (Foto: Pixabay/AlbanyColley)

Selain dengan mengikuti panduan di atas, terdapat beberapa hal yang harus kamu perhatikan demi mendapatkan kebersihan gigi yang optimal. Gantilah sikat gigi setiap tiga bulan sekali, menurut Melanie S. Djamil, seorang professor dan dokter gigi, mengatakan bahwa sikat gigi memang sebaiknya diganti tiga bulan sekali. Jika bulu sikat telah rusak, sebaiknya juga segera diganti. Bulu sikat yang telah rusak dapat melukai gusi, membuat gusi menjadi berdarah.

Dalam memilih sikat gigi, pilihlah sikat dengan bulu yang lembut. Selain itu, sesuaikan pula jenis sikat gigi dengan umur, karena ukuran serta ketebalan bulu sikat berbeda antara sikat gigi dewasa dengan anak.

Jika si kecil diberi sikat gigi dewasa, maka kemungkinan besar ia akan mengalami luka sebab ukuran kepala sikat yang terlalu besar. Sebaliknya, orang dewasa tidak dianjurkan menggunakan sikat gigi anak-anak karena kegiatan menyikat gigi tidak akan memberikan hasil yang maksimal.

Buat kamu pemakai kawat gigi atau behel, sebaiknya gunakanlah sikat gigi khusus ortodontis agar sisa makanan di sela-sela kawat dapat dibersihkan secara menyeluruh dan maksimal. Pastikan rutin mengontrol gigi minimal satu bulan sekali. (*)

Kredit : paksi

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo