Google Pasang Doodle Maestro Seni Lukis Abstrak Affandi

Hari Senin, 1 Mei 2017 Google Indonesia memasang lukisan wajah Affandi, sang maestro seni lukis Indonesia di halaman pertama. Affandi merupakan pelukis terkemuka di Tanah Air dengan aliran ekspresionisme dan romantisme.

Affandi dilahirkan di Cirebon, Jawa Barat pada 1907 dengan nama asli Affandi Koesoema. Putra seorang mantri ukur pabrik Gula di Ciledug, Cirebon, Jawa Barat bernama R. Koesoema ini sebelum dikenal sebagai pelukis pernah melakoni berbagai pekerjaan, sebut saja guru, tukang sobek karcis bioskop, hingga artis pelukis reklame bioskop di Bandung.

Affandi belajar melukis secara otodidak. Ia kerap menyimpan sisa cat dari tempatnya bekerja dan mulai melukis dengan mencontoh gambar-gambar dari majalah impor asal London, Inggris.

Ada sebuah kejadian menarik, Affandi pernah mendapat beasiswa dari sebuah akademi yang didirikan Rabindranath Tagore, Santiniketan di India. Namun, sesampainya di sana Affandi ditolak. Alasannya, dia dianggap sudah tidak perlu belajar melukis lagi. Akhirnya, Affandi menggunakan beasiswanya untuk berpameran keliling India.

Karya-karya seni Affandi pernah dipamerkan di sejumlah benua, Amerika, Eropa, Asia, dan Australia. Para kritikus seni di Barat menyebut alirannya ekspresionisme atau abstrak. Dengan polosnya Affandi balik bertanya,"Aliran apa itu?".

Dia sendiri tidak paham teori-teori. Sebagai seniman, Affandi malas membaca buku. Maka ia menyebut dirinya pelukis kerbau. Kerbau identik dengan hewan yang malas dan bodoh.

Affandi mengaku dirinya tak pandai berkata-kata. Oleh karena itu, melukis menjadi caranya menyampaikan pesan tanpa berbicara.

Meski mengaku bodoh, dia pernah menerima gelar Doctor Honoris Causa dari University of Singapore pada 1974. Karya-karyanya dikagumi kritikus seni di Barat, di antaranya 'perahu' dan 'potret diri'.

Tak mudah memahami lukisan Affandi tanpa mendengarkan langsung penjelasan dari sang pelukisnya, apalagi oleh seorang awam. Namun, ini dimaknai berbeda oleh pecinta lukisan. Justru di sinilah keindahan lukisan pria yang memiliki dua istri itu, Maryati dan Rubiyem.

Dikenal sebagai sosok yang rendah hati, Affandi menolak disebut seniman, tapi lebih suka disebut tukang gambar.

Sepanjang hidupnya hingga menghembuskan nafas terakhir pada 23 Mei 1990, Affandi telah melahirkan 2.000 karya lukisan. Karya-karyanya kini terpajang di museum Affandi di Jalan Laksda Adisucipto No.167, Sleman, DI Yogyakarta. Bakat seninya menurun pada putrinya Kartika.



Luhung Sapto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH